Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Usaha Licik Tara Pada Atin


__ADS_3

Tara semakin kesal karena Atin tak juga merespon segala rayuannya. Akan tetapi Tara mencoba menahan rasa kesalnya, dia tak ingin gagal untuk mendapatkan hati Atin.


"Sabar, Tara. Sebentar lagi Cantika akan dapat kamu miliki, " Tara menyemangati dirinya sendiri di dalam hati.


Sementara Atin dari tadi sibuk dengan bermain game di ponselnya.


"Cantika, ponselmu kan sudah jadul. Apa kamu nggak ingin memiliki ponsel yang baru, yang sedang tren?" Tara melirik ponsel milik Atin.


"Nggak, pak. Bagiku ponsel ini sudah lebih dari cukup, karena bisa di gunakan untuk berkomunikasi," Atin terus saja asik bermain game di ponselnya.


"Aku bisa membelikanmu ponsel keluaran terbaru, yuk kita ke galeri ponsel?" ajak Tara menyunggingkan senyum.


"Maaf, pak. Bukankah tadi sudah saya jelaskan jika saya tidak menginginkan ponsel yang baru, jadi anda tak usah repot untuk membelikanku ponsel," Atin menolak penawaran dari Tara.


"Iiiiihhhh, apa aku culik saja ya si Cantika?" batin Tara seraya mengepalkan tinjunya.


"Hem, aku pake cara yang waktu itu aku lakukan pada Tia. Pasti akan berhasil, dan dia akan menuruti semua perintahku. Dia akan menjadi budak cintaku seperti Laras dan Tia," batin Tara tersenyum sinis.

__ADS_1


Atin sekilas melirik pada Tara.


"Dia pasti sedang merencenakan hal buruk untukku, terlihat dari senyumannya itu," batin Atin.


Tara bangkit dari duduknya, dia lekas menuju ke ruangannya. Dia akan melakukan trik yang jitu untuk mendapatkan Atin.


"Maafkan aku ya, Cantika? terpaksa aku akan memakai cara licik untuk bisa mendapatkanmu." Tara menelpon ks sebuah hotel langganannya.


"Hari ini juga aku akan membuatmu klepek-klepek, dan kamu tak bisa lari dariku untuk selamanya." Tara menyeringai sinis.


Tara menelpon ke ruang kerja Atin, dengan telpon yang ada di ruangannya.


โ˜Ž๏ธ"Baiklah, pak."


Setelah sejenak menelpon Atin, Tara meletakkan ponselnya di tempat semula. Begitu pula yang di lakukan oleh Atin.


"Rencana busuk apa yang akan Tara lakukan? aku harus selalu waspada padanya, jangan sampai aku lengah dan menjadi korban Tara berikutnya," gerutu Atin di dalam hati.

__ADS_1


Lima menit berlalu, kini Tara dan Atin sudah ada di dalam satu mobil. Namun Atin menjaga jarak, dia duduk di jok mobil bagiab belakang.


"Cantika, kenapa kamu duduk di belakang? memangnya aku ini monster, sehingg kamu takut dan tak bersedia duduk di jok mobil depan?" tanya melirik menyelidik pada Atin.


"Bukan begitu, pak. Saya lebih nyaman duduk di belakang," jawab Atin singkat.


Setelah mendengar perkataan dari Atin, Tara tak berkata lagi. Kini dia fokus mengemudi, dengan matanya sesekali melirik pada Atin.


Tak berapa lama, mobil Tara telah sampai di hotel bintang lima. Tara mengajak Atin duduk di sebuah lobi hotel. Sang waiters telah datang dengan membawakan dua gelas minuman jus buah.


"Pak, biasa kan kita di tawari dulu akan minum apa? tapi ini kok sudah di siapkan minuman?" Atin mulai curiga.


"Di hotel ini, selalu mendapatkan minuman gratis di awal kita datang," jawab Tara berbohong.


"Pak, kok minuman cuma dua gelas? lalu mana kliennya?" kembali lagi Atin bertanya seraya menatap tajam Tara.


"Sedang dalam perjalanan, sebentar lagi juga sampai." Jawab Tara dengan santainya.

__ADS_1


*****


__ADS_2