Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Hari Pertama Di Rumah Keano


__ADS_3

Malam pun telah tiba, kini waktunya untuk beristirahat. Saat Keano dan Intan akan melangkah ke kamar. Tiba-tiba Kevin berbisik pada Keano.


"Pah, langsung tancap gas. Biar Mamah Intan cepat tekdung, dan punya dede lagi," bisiknya terkekeh.


Keano hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum terkekeh, membuat Intan penasaran.


"Eh, kalian ngomongin apa sih? pakai acara bisik-bisik segala?" Intan mengernyitkan alisnya.


"Mamah, kepo nech ye? ini obrolan seputar pria, jadi mamah nggak boleh tahu." Kevin berlalu pergi seraya terkekeh.


Intan masih saja penasaran dengan bisik-bisik Kevin pada Keano.


"Mas, memangnya Kevin ngomong apaan sih?" Intan menatap Keano penuh tanda tanya.


"Weleh, masih penasaran saja toh? Kevin kan sudah mengatakan jika itu obrolan seputar pria, masa kamu masih ingin tahu?" Keano merangkul Intan masuk ke dalam kamar.


Dada Keano bertalu-talu saat merangkul Intan. Sedangkan Intan masih merasa malu dan canggung pada Keano karena belum terbiasa.

__ADS_1


Keduanya sama-sama malu-malu tapi mau. Dan malam pertama tidak terlewatkan begitu saja. Keano berhasil membobol gawang pertahanan milik Intan.


Tak terasa pagi menjelang, Intan sudah terbiasa bangun pagi. Begitu pula Keano, mereka bersama menuaikan sholat subuh, akan tetapi mereka mandi terlebih dulu.


"Alhamdulilah ya, Allah. Akhirnya hamba bisa memperoleh pendamping hidup sepadan almarhumah istri hamba."


"Jadikanlah hamba suami yang setia, tanggung jawab, dan selalu bisa menjadi pelindung bagi istri dan anak-anak hamba."


"Hamba menyerahkan rumah tangga hamba hanya padaMu ya Allah."


"Mas, tidurlah kembali. Aku akan ke dapur untuk memasak." tukas Intan seraya melipat mukenanya.


"Nggak, mah. Hhee boleh kan aku memanggilmu, mah?" Keano tersipu malu seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hee ya, pah. Kita kan sudah resmi menjadi suami istri. Jadi bebas untuk memanggil dengan sebutan apapun," Intan juga tersipu malu.


"Mah, nggak usah repot masak. Di sini sudah ada juru masak kok," cegah Keano.

__ADS_1


"Pah, aku sudah terbiasa memasak. Begini saja, aku yang memasak para pelayan bantu aku. Kan jadi cepat selesai juga aku nggak repot," saran Intan memaksa tetap untuk ke dapur.


"Ya sudah, biar aku menjaga Adam. Jika terbangun nanti aku beritahu kamu, mah." Tak lupa kecupan mesra mendarat di kening, pipi, serta bibir Intan.


Pagi hari yang cerah, Intan sudah selesai memasak. Walaupun di rumah tersebut memiliki banyak pelayan. Tapi dia tak menyerahkan sepenuhnya urusan dapur pada para pelayan.


Intan yang menentukan makanan apa untuk menu pagi hari, siang, dan malam. Intan juga yang turun tangan memasaknya. Para pelayan hanya membantu meracik bahan mentahnya seperti memotong bumbu atau sayurannya.


Ketika semua sudah tersaji di meja makan, Intan bergegas ke kamar. Dia mengulang mandinya terlebih dulu, karena tubuh bau aroma dapur.


Hanya beberapa menit saja, kini Intan dan Keano serta Kevin telah berada di meja makan. Aroma wangi masakan sangat menggugah selera makan.


"Hhhuuummm wanginya membuat aku sudah tak sabar untuk menyantapnya, mah," Kevin menelan salivanya menatap makanan yang terhidang di meja.


Intan segera melayani suami dan anak sambungnya dari menyendokkan makanan sampai ke lauk pauknya.


********

__ADS_1


__ADS_2