
Mendengar tawaran dari Monica, Intan tak langsung setuju.
"Maaf, Bu Monica. Saya tidak bisa memutuskannya sendiri, harus berunding dulu dengan suami," ucap Intan tersenyum ramah.
"Baiklah, Bu Intan. Jika sudah mendapatkan keputusan tolong berkabar," Monica menyunggingkan senyum tapi sesekali masih mencuri pandang pada Keano.
Selagi asik mengobrol, tiba-tiba ada seorang wanita bersimpuh di kaki Intan.
"Bu Intan, aku minta maaf atas kesalahanku." pintanya terus saja bersimpuh.
"Tiara, bangunlah. Untuk apa kamu meminta maaf padaku?" Intan menautkan alisnya menatap Tiara.
"Duduklah, Tiara. Dan ceritakan semuanya padaku," pinta Intan menyunggingkan senyum.
Dan pada saat Tia melihat ke arah Keano, dia terhenyak kaget.
"Tuan kan yang waktu itu membeli..
"Iya, Tiara. Aku yang membeli kembali perusahaan yang seharusnya milik istriku," Keano menyela perkataan Tia.
"Jadi, Tuan ini suami Bu Intan?" Tia menautkan alisnya.
"Iya, Tia. Kami menikah belum lama," Intan membenarkan pertanyaan, Tia.
"Bu, aku minta maaf karena tanpa sepengetahuan ibu, aku menikah dengan Tara. Aku pikir ibu ini istri sah, ternyata malah istri sah Tara wanita lain yang sempat datang ke rumah."
__ADS_1
"Tapi akhirnya istri sah Tara menggugatnya, bu. Aku pikir dia akan menepati janjinya untuk menikahiku secara resmi."
"Tapi malah dia berselingkuh dengan baby sitter kami, hingga hamil. Dan dengan teganya, dia menalakku di hadapan papah si baby sitter."
"Bu Intan, aku minta maaf. Mungkin semua ini karmaku telah merebut suami ibu dulu. Hingga pada akhirnya, suamiku juga di rebut oleh wanita lain."
"Aku sudah lama mencari keberadaan ibu, baru kali ini aku bertemu."
Panjang lebar Tia berkata hingga tak terasa dia juga meneteskan air matanya. Intan merasa iba melihatnya.
"Tia, kamu itu nggak salah. Aku sudah tahu awal mula hubunganmu dengannya, yakni kamu di jebak olehnya, kan?" Intan mengusap lengan Tiara seraya menyunggingkan senyum.
"Wah, seru juga nech. Ternyata Tara playboy, hem awas ya kamu, Tara!" batin Monica geram.
"Maaf, maksudnya di jebak bagaimana ya?" Monica penasaran hingga memberanikan diri bertanya.
"Ya Allah, kamu yang sabar ya. Maaf pertanyaanku jadi membuka luka lamamu," Monica merasa iba dia mengusap bahu Tia dan memberikan tisue untuk mengusap air matanya.
"Tia, sekarang kamu tinggal dimana?" tanya Intan penasaran.
"Setelah aku menjual perusahan pada, Tuan Keano. Dan menjual rumah pemberian, Tara. Aku pergi ke luar kota, bu."
"Tapi hidupku tak tenang sebelum meminta maaf pada, Bu Intan. Makanya aku tiap hari mencari keberadaan, ibu."
"Tadi aku tak sengaja melihat ibu, hingga aku mengikuti sampai di sini. Tolong jangan beritahu keberadaanku pada, Tara."
__ADS_1
"Karena aku nggak mau bertemu dengannya lagi. Dan aku juga ingin mengembalikan uang pemberian Tuan Keano yang di gunakan untuk membeli perusahaan, ibu."
Tia kembali lagi berkata panjang lebar seraya memberikan amplop coklat tebal pada, Intan.
"Simpan saja, Tia. Itu hakmu, gunakan uang itu buat modal usaha demi menghidupi anakmu dan ibumu," Intan menolak pemberian uang tersebut.
Setelah cukup lama bercengkarama.
Kini mereka saling berpamitan satu sama lain. Tiara pergi kembali ke kota lain. Tak lupa Intan juga berpamitan dengan Monica. Seperginya Intan dan Keano, Monica melambaikan tangan pada seseorang.
Ternyata dia membayar orang untuk merekam vidio percakapannya bersama dengan Intan.
"Kerja yang bagus, kirim vidio tersebut ke nomor ponselku. Setelah itu kamu hapus yang ada di ponselmu," perintah Monica pada anak buahnya.
"Sudah, bos."
"Good, ini pembayaran atas kerjamu. Dan jangan lupa di hapus vidio yang ada di ponselmu." Monica menyodorkan amplop putih berisikan sejumlah uang.
"Terima kasih, bos."
Anak buah Monica lekas pergi, begitu pula dengan Monica. Dia lekas menuju ke kantor Delta. Hanya lima menit perjalanan, Monica telah sampai di kantor Delta.
"Untung papah masih di sini, tolong jangan pulang dulu, pah." Pinta Monica.
"Baiklah, apa kamu telah bertemu dengan mantan istri, Tara?" Delta menautkan alisnya.
__ADS_1
"Sudah, pah." Monica menunjukkan vidionya pada Delta.
Delta begitu seksama mendengar obrolan yang ada di vidio tersebut.