Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Usaha Yang Gagal


__ADS_3

Tara menerima ponsel Laras. Dia lekss mengirim notifikasi chat pesan pada Reno dengan berpura-pura menjadi Laras.


Tara meminta foto ibu kandung Laras pada Reno. Laras merasa penasaran dengan apa yang sedang di lakukan oleh Tara. Namun saat Laras akan bertanya, Rizky menangis terbangun dari tidurnya. Hingga Laras tak sempat bertanya pada Tara, tapi dia berlari kecil ke kamar untuk menenangkan Risky yang sedang menangis.


Di lain tempat, Reno sedang tertidur pulas. Sehingga dia tidak tahu jika ada notifikasi chat pesan masuk ke ponselnya.


Malah Saras yang mengetahuinya, dan dia langsung membuka notifikasi chat pesan tersebut.


"Laras meminta foto Intan, tidak akan ku biarkan ibu dan anak ini bisa bertemu apa lagi bersatu. Sampai kapanpun, Laras akan tetap menjadi anakku!" Saras mendengus kesal saat membaca notifikasi chat pesa tersebut.


Dia membalasnya dengan mengatakan tidak memiliki foto Intan sama sekali. Saras juga mengecek ponsel Reno, dia langsung saja menghapus semua foto Intan.


"Aman, dengan begini Laras tidak akan pernah tahu siapa ibu kandungnya. Dan Mas Reno juga tidak akan bisa mengirim foto Intan pada Laras, karena fotonya sudah ku hapus semua." Saras meletakkan ponselnya pada tempatnya kembali.

__ADS_1


Namun terlebig dulu, dia menghapus notifikasi chat pesan masuk dari ponsel Laras.


Sementara Tara merasa kecewa karena gagal mendapatkan foto ibu kandung Laras.


"Sial, malah nggak dapat fotonya. Tapi kok aku sangat yakin sekali kalau Intan adalah ibu kandung Laras? aduh bagaimana supaya semua jelas tapi aku yang tahu dulu." Tara semakin merasa penasaran.


Dia akan melanjutkan penyelidikannya secara langsung pada Reno.


"Aku yakin, lewat Papi Reno aku bisa mendapat informasi yang sangat akurat. Tapi bagaimana caranya menemui Papi Reno tanpa sepengetahuan nenek sihir Saras. Karena dia bagaikan pengawal pribadi yang selalu saja ada di samping Papi Reno," Tara memutar otaknya supaya bisa menemukan cara yang tepat untuk mensiasati Saras.


Tara lekas menghampiri Laras, dia mengutarakan semua idenya pada Laras. Dan Laras sangat menyetujuinya.


"Ide yang sangat bagus, mas. Besok aku akan mengalihkan perhatian Mami Saras dengan mengajaknya ke mall atau taman. Sementara itu kamu mencari tahu keberadaan Ibu kandungku pada Papi," Laras sangat menyetujui saran dari Tara.

__ADS_1


Setelah cukup lama bercengkrama, Tara berpamitan pada Laras dengan alasan ada suatu kepentingan kantor yang harus segera di selesaikan. Padahal dia akan menginap di rumah Intan.


"Semoga segera terselesaikan permasalahan kedua istriku. Jika memang mereka berdua adalah ibu dan anak, aku harus mencari cara lagi supaya selamanya mereka tidak bisa bertemu. Karena aku nggak ingin kehilangan keduanya." Gerutu Tara seraya melajukan mobilnya.


Hanya beberapa menit saja, Tara telah sampai di rumah Intan. Intan langsung menghampiri Tara.


"Bagaimana hasil penyelidikannya, apakah Mas Reno memberikan foto anak kandungku?" Intan mengguncang lengan Tara seraya menatapnya penuh harap.


"Maaf, sayang. Aku tidak berhasil bertemu mantan suamimu, nomor aktif tapi saat aku telpon dia tidak mengangkatnya." Jawab Tara berbohong.


Intan langsung tertunduk lesu, dia menjatuhkan pantatnya di sofa teras halaman.


"Padahal aku ingin sekali mengetahui bagaimana rupa anakku," Intan tertunduk lesu.

__ADS_1


"Sayang, jangan putus asa. Karena masih ada hari esok, aku akan selalu berusaha sampai benar-benar berhasil mengetahui kabar anakmu." Tara berusaha menghibur Intan.


*****


__ADS_2