
Mendengar ucapan dari Yogi, Atin dan Bu Mita saling berpandangan dan keduanya sama-sama menggelengkan kepala.
"Ya sudah, aku saja yang ke kios. Kasihan juga ibu, di kios kan rame pasti cape sekali. Nggak apa-apa kan, bu?" Atin meminta persetujuan dari Bu Mita.
"Iya, nggak apa-apa."
Kini mereka melanjutkan sarapannya kembali tanpa ada obrolan lagi. Tak berapa lama, Intan menyudahi sarapannya terlebih dulu.
"Bapak, ibu, Mba Atin. Aku pamit ke restoran ya." Tak lupa Intan menyalami orang tuanya serta kakaknya.
Seperti biasa pula, dia selalu melafalkan doa sebelum bepergian supaya perjalanan lancar dan segala urusan dalam pekerjaan juga tidak ada hambatan.
Intan segera melajukan mobilnya di sertai ucapan bismilah. Dia melajukannya dengan penuh semangat, karena sudah beberapa minggu fakum di restoran. Hanya para asistennya yang mengelola restoran saat Intan dalam masa pasca melahirkan.
Tak berapa lama, sampailah Intan di restoran. Ternyata orang yang ingin menggunakan jasanya telah datang terlebih dulu.
__ADS_1
"Waduh, apa aku masih kesiangan? apa orang ini yang terlalu pagi datangnya?" batin Intan seraya melangkah menghampiri orang tersebut.
"Asalamu alaikum, Bu Intan. Saya Monica, yang ingin memakai jasa restoran, ibu. Untuk suatu acara ulang tahun, mamah saya." Monica menyalami Intan.
Tak lupa Intan membalas salam Monica. Kemudian mereka bercengkrama membahas acara pra acara. Intan juga mempromosikan segala jenis masakan yang ada di restoran.
Bukan hanya masakan, ada pula beberapa jenis minuman. Supaya Monica bisa bebas memilih sendiri menu masakan dan minuman yang kelak akan di sajikan di acara ulang tahun mamahnya.
Setelah cukup lama berdiskusi, kini Monica mengajak bercakap ringan.
"Ibu Intan, anda belum pantas di panggil ibu karena wajah anda masih sangat muda," Monica memperhatikan paras wajah Intan dengan sangat seksama.
"Masa sih, pikir umur baru dua puluh lebih," Monica masih saja belum percaya.
Sejenak mereka bercengkrama hal biasa, bahkan Intan menyajikan berbagai menu masakan dan beberapa minuman.
__ADS_1
"Pastinya, Bu Monica. Belum sarapan kan? silahkan di cicipi hidangannya," Intan mempersilahkan Monica menyantap sajiannya.
"Wah, Bu Intan tahu saja. Baiklah, saya akan mencicipi hidangan ibu yang sangat menggugah selera ini," Monica lekas mengambil nasi dan menyendok beraneka macam menu masakan.
Saat dia menyuapkan makanan tersebut, matanya merem melek. Dia memuji masakan tersebut, bahkan menambah porsi makannya.
Beberapa saat kemudian, Monica berpamitan pulang. Sedangkan Intan segera menemui asistennya, memberitahu apa saja menu makanan dan minuman yang kelak akan di sajikan di acara ulang tahun mamahnya Monica.
Setelah semua terselesaikan, barulah dia pamit pada asistennya karena akan ke cabang restoran yang lainnya.
Namun saat keluar dari pintu restoran, Intan bertemu dengan Keano.
"Mas Keano, tumben sendiri? mana Kevin?" sapa Intan menyalami Keano.
"Kevin sedang berada di kampus, untuk melihat hasil seleksinya. Untuk melihat di terima atau tidaknya di kampus tersebut. Aku kemari untuk sarapan, eh ketemu kamu. Memangnya sudah mulai berangkat resto pagi? bukannya dari kemarin selalu siang?" Keano menatap menyelidik pada Intan.
__ADS_1
"Duduk dulu yuk, mas. Nggak nyaman kalau ngobrol sambil berdiri, di depan pintu pula." Intan masuk kembali ke dalam restoran.
Dia mengurungkan niatnya untuk pergi. Keano mengikuti langkah Intan.