Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Penyesalan Yang Terlambat


__ADS_3

Saras terus saja mencoba membujuk Reno untuk mengurungkan niatnya melaporkannya ke kantor polisi.


"Mas, aku mohon. Jangan membawaku ke kantor polisi, aku terima jika di talak olehmu, tolong lepaskan cekalan tanganmu, mas."


Reno sengaja membawa Saras ke kantor polisi dengan memesan taxi on line. Hanya sepuluh menit telah sampai di kantor polisi. Reno lekas melaporkan segala tindak kejahatan yang di lakukan oleh, Saras.


Sementara saat ini, Intan juga dalam perjalanan menuju ke kantor polisi bersama Keano. Dia sengaja mengajak suaminya.


Sesampai di kantor polisi, Intan mencari keberadaan, Reno dan Saras.


"Saras, kenapa kamu jahat sekali padaku? seharusnya aku yang dendam padamu, karena dulu kamu merebut suamiku dan membawa pergi anakku saat baru aku lahirkan," Intan menggelengkan kepalanya.


Saras tak bisa berkata apa pun, dia hanya diam seribu bahasa. Dia menundukkan kepala tanpa berani melihat pada orang yang ada di sekelilingnya. Akan tetapi dia mencoba membujuk, Intan supaya memaafkannya.


"Intan, aku khilaf. Aku melakukan itu karena aku cemburu, Mas Reno mulai dekat lagi padamu. Intan, maafkanlah aku. Aku rela memberikan semua hartaku padamu, asal jangan di perpanjang permasalahan ini."

__ADS_1


"Intan, kita selesaikan semuanya secara kekeluargaan. Bagaimana pun aku yang telah merawat anakmu dengan baik. Tolong, Intan maafkan aku."


Terus saja Saras memohon memelas pada, Intan. Akan tetapi, Intan sama sekali tak menghiraukannya.


"Saras, aku telah memaafkanmu. Tetapi bukan berarti kamu lepas begitu saja. Kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu. Negara ini negara hukum, tidak seenak hatimu melakukan kejahatan. Setiap kejahatan ada pasalnya masing-masing."


"Semoga selama di penjara nanti, kamu bisa mendapatkan hidayah. Dan benar-benar merubah kelakuan burukmu."


Setelah berkata cukup banyak pada Saras, kini Intan memberikan pernyataan pada aparat polisi yang sedang bertugas.


Pemandangan itu membuatnya sangat sedih dan kecewa. Dia benar-benar menyesali perbuatannya yang dulu. Tapi semuanya sudah terlambat, tak ada lagi ruang untuknya di hati, Intan.


Intan lebih memilih pria lain dari pada kembali padanya. Penyesalan juga terjadi pada, Saras.


"Ya Allah, hanya karena api cemburu aku melakukan banyak kejahatan pada, Intan. Padahal dia sama sekali tak melirik pada, Mas Reno."

__ADS_1


"Ya Allah, aku menyesal telah melakukan semua ini. Banyak sekali kejahatan yang aku lakukan."


"Bukannya, Mas Reno tetap di sampingku. Dia malah membenciku karena kejahatanku ini."


"Ya Allah, ampuni segala dosaku. Tolong ya Allah, buatlah mujizat itu nyata dalam hidupku, supaya Mas Reno mencabut laporannya. Dan Intan juga merelakan kebebasanku."


"Aku janji, ya Allah. Akan memperbaiki diri ini, berikanlah hamba kesempatan untuk hidup bebas di luar sana."


Terus saja Saras berdoa di dalam hati. Untuk sementara waktu, Saras di tempatkan di sel sementara, karena kasusnya akan di pelajari dulu oleh pihak yang berwajib.


Setelah urusan di kantor polisi selesai, Reno segera meninggalkan kantor polisi tersebut. Ada rasa lega telah berhasil membantu, Intan. Ada rasa sedih dan kecewa tak bisa kembali pada, Intan.


"Pi, bagaimana?"


"Untuk sementara pihak yang berwajib belum bisa memutuskan masa hukuman bagi, Saras. Kasusnya akan di pelajari dulu. Jika masa persidangan penentuan masa hukuman, pasti kita di beritahu."

__ADS_1


******


__ADS_2