
Delta begitu terperangah saat melihat vidio hasil penyelidikan dari Monica.
"Ya ampun, jadi berapa kali Tara menikah?" Delta menggelengkan kepala.
"Aku jadi merasa bersalah pada, Tiara. Karena pada waktu itu, aku yang memaksa Tara untuk menalaknya di depanku," Delta menghela napas panjang.
"Sudahlah, pah. Nggak perlu di sesali, mungkin kini Tiara malah lebih bahagia berpisah dengan, Tara," Monica mencoba menghibur Delta.
"Papah, sedang bingung. Mau bertindak bagaimana terhadap rumah tangga, Mona. Mereka sempat datang ke kantor untuk meminta bantuan dana, kata si Tara mau buka perusahaan baru tetapi tak punya modal," Delta memijit pelipisnya.
"Menurutku jangan, pah. Lihat sendiri rekaman vidionya, kan? jika Tara punya perusahaan baru, dia bisa bertingkah lagi. Kenapa tak perbudak saja, Tara. Biarkan Mona yang bekerja," saran Monica.
"Perbudak bagaimana?" Delta menautkan alisnya.
"Kasih dia pekerjaan rumah tangga, jika ingin makan. Itu juga buat pelajaran bagi, Tara. Coba kita bicarakan dengan, Mona dulu," saran Monica.
"Ada baiknya juga, jika dia tetap di rumah pasti tidak bisa bertingkah cari wanita lain, dan nggak sok kaya," Delta tersenyum sinis.
"Papah telponin saja, Mona biar datang ke rumah. Mumpung aku masih ada di sini," saran Monica.
__ADS_1
Delta pun lekas menelpon Monalisa supaya datang kerumah. Mendapat panggilan telpon dari Delta, wajah Mina merona merasa senang.
"Mas, aku ke rumah papah sebentar ya. Sepertinya papah telah berubah pikiran untuk membantu kita memberi modal." Mona sumringah seraya mencium tangan Tara.
Tara tak menjawab hanya menautkan alisnya saja. Kekesalannya terhadap Delta belum juga hilang.
Mona hanya menyeberang saja menuju ke rumah Delta. Dia tak tahu jika Delta belum pulang dari kantor.
"Mah, papah mana sih?suruh aku kemari tapi kok nggak ada?" Mona menjatuhkan pantatnya di sofa ruang tamu.
"Memangnya papahmu nggak ngomong kalau masih di kantor?" Desny menjatuhkan pantatnya pula di sofa samping Mona.
Tak berapa lama muncullah Delta dan Monica bebarengan.
"Aku mampir ke kantor papah, kebetulan aku juga ingin ngobrol denganmu, makanya aku ikut saja pulang dengan, papah kemari," tukas Monica.
Delta dan Monica duduk pula di ruang tamu. Barulah Delta mulai berkata.
"Mana suamimu?" Delta menyelidik pada Monalisa.
__ADS_1
"Ada di rumah, pah. Tadi sedang menonton acara televisi," tukas Monalisa menjelaskan.
"Apa papah telah berubah? akan membantuku memberikan modal, hingga memintaku datang?" Monalisa sudah tidak sabar lagi mendengar kabar baik dari Delta.
Dia mengira Delta akan menuruti kemauannya. Hingga dia terlihat sangat sumringah.
"Lihatlah ini, supaya kamu jelas dan paham siapa sebenarnya suamimu." Delta memperlihatkan vidio dimana ada Untan dan Tiara.
Sejenak Mona dan Desny bersamaan melihat vidio tersebut.
"Dari mana papah mendapatkan ini?" tanya Mona menyidik.
"Dariku, Mona. Karena aku sendiri yang menemui manta istri, Tara.
"Kamu bisa melihat bagaimana perilaku, Tara." Delta berkata.
"Ini kan masa lalunya, pah. Bukan masa depannya, jadi untuk apa di permasalahkan?" Monlisa berkata seraya mengembalikan ponselnya pada Delta.
"Aku juga heran padamu, Ka Monic. Untuk apa pula sengaja menyelidiki tentang suamiku? kurang kerjaankah?" Monalisa merasa tak suka dengan hal itu.
__ADS_1
"Mona, kami ini sayang padamu. Tak ingin kamu di sakiti oleh, Tara. Makanya papah meminta Monic menyelidi tentang Tara," Delta mencoba memberi penjelasan.
*****