
Tak terasa hari pernikahan Intan telah tiba, kini dia telah mengenakan kebaya warna putih senada dengan kemeja warna putih yang di kenakan oleh Keano.
Hal serupa juga di kenakan oleh calon pengantin Atin dan Rendy. Mereka menggunakan pakaian yang senada.
Acara pernikahan di lakukan sangat sederhana, tanpa ada pesta atau resepsi. Hanya ada acara ijab dan qabul.
Tidak mengundang banyak orang, hanya para sanak saudara saja. Bahkan Reno dan Laras turut hadir. Hati Reno bagai di sayat sembilu melihat mantan istrinya menikah.
Dia ingin sekali menentang pernikahan Intan dan Keano, dan membawa Intan pergi sejauh mungkin supaya tidak ada pria yang bisa memilikinya selain dirinya. Tapi itu takkan mungkin, pasti tindakannya akan di tentang oleh Laras. Lagi pula Intan sama sekali sudah tak mencintai Reno.
"Ya Allah, sakit sebenarnya aku melihat Intan menikah. Tapi alangkah egoisnya aku jika melarangnya menikah, apa lagi dulu aku telah membuatnya kecewa dan sakit hati yang teramat dalam," batin Reno seraya terus menatap Intan yang sedang fokus mendengarkan Keano mengucap ikrar ijab qabul.
__ADS_1
"Pi, ibu di dandanin gitu terlihat sangat cantik dan anggun. Bahkan terlihat seperti seumuranku. Sementara, Bude Atin juga mirip sekali dengan ibu, jika di dandani," bisik Laras pada Reno.
Reno sama sekali tak memperhatikan bisikan dari Laras. Dia terus saja fokus melihat pada Intan. Di dalam hatinya berdoa supaya acara ijab qabul gagal. Tapi doa Reno tak manjur, hanya satu kali saja Keano melafalkannya tanpa membuat kesalahan sedikitpun, hingga semua mengucap kata telah sah.
Hal yang sama juga di lakukan oleh Rendy, dia pun tak mengulang ijab qabul. Hanya satu kali saja pengucapan, sudah benar. Kini kedua pasang mempelai telah sah menjadi suami istri. Bu Mita dan Bapak Yogi sangat bahagia karena kedua anak wanitanya telah resmi menyandang status istri.
Hanya sebentar saja acara ijab qabul telah selesai. Kini tinggal acara syukuran dan doa untuk ke dua pasang pengantin. Ustad ternama di kota tersebut telah di undang untuk memimpin doa.
Atin beranjak mengemasi pakaiannya untuk tinggal di apartement Rendy, tepatnya sebelah apartement Intan. Sedangkan Intan akan tinggal dengan Keano dan Kevin. Sementara apartement Intan di tempati oleh orang tua Intan.
"Bapak, ibu. Aku minta ijin akan membawa serta Intan dan Adam ke rumahku. Kalian tak perlu khawatir, karena rumahku tak jauh dari sini hanya berjarak 200km saja." Keano meminta ijin pada orang tua Intan.
__ADS_1
Belum juga orang tua Intan berucap, kini Rendy berucap pula.
"Bapak, ibu. Saya juga minta ijin mau membawa Atin tinggal bersama dirumah saya yang jaraknya lima langkah dari rumah ini," ucap Rendy menahan geli.
"Nak Rendy, nggak usah ikutan minta ijin segala. Toh rumahmu terlihat dari sini," Bapak Yogi terkekeh dibuatnya oleh penuturan Rendy.
"Hhee iya, pak. Saya sengaja supaya bapak dan ibu tertawa, karena selama ini saya hanya melihat senyum kalian, bukan dengan tawa kalian," Rendy terkekeh.
"Eeeeaaaalaahh, dasar menantu kurang ajar." Bu Mita terkekeh seraya menabok lengan Rendy.
*****
__ADS_1