Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Meminta Bantuan


__ADS_3

Sementara Delta menyambangi kantor, Monica. Lantas dia menunjukkan rekaman CCTV yang di pasang di mobil Tara.


"Loh, pah. Aku sih kenal dengan wanita ini, jadi dia mantan istri, Tara? memangnya berapa wanita yang pernah menjadi istri, Tara?" Monica menautkan alisnya.


"Kenal di mana? kebetulan kalau seperti itu. Coba kamu ajak ketemuan, dan kamu korek keterangan darinya. Kira-kira kamu bisa kan, Monic?" Delta menautkan alisnya.


"Tenang saja, pah. Aku pasti bisa kok, mengorek keterangan darinya," ucap Monica meyakinkan Delta.


"Baiklah, papah percayakan permasalahan ini padamu. Papah nggak mau adikmu menikah dengan orang yang salah. Sebenarnya dari awal pun papah nggak setuju, tapi adikmu sudah terlanjur hamil," Delta menghela napas panjang.


"Papah tenang saja, secepatnya aku akan menemui, Bu Intan," Monica mencoba meyakinkan Delta.


Setelah percakapan yang cukup lama, Delta berpamitan pulang. Karena untuk kembali ke kantor.


"Aku nggak menyangka ternyata yang menjadi adik iparku adalah mantan suami dari, Bu Intan. Pemilik restoran yang terbakar, bahkan aku belum sempat bertanya lagi apakah sudah mendirikan restoran lagi. Karena kesibukanku di kantor," batin Monica.


Tak ingin menunda lagi, Monica menelpon nomor ponsel Intan untuk mengajaknya bertemu.

__ADS_1


"Asalamu alaikum, Bu Intan." Sapa Monica dari balik telpon.


"Walaikum salam wr wb. Ada apa ya, Bu Monica? kalau ingin pesan catering belum bisa, karena kebetulan sampai detik ini saya belum mengurus kegaduhan yang terjadi dulu," balas Intan dalam sambungan telpon.


"Bukan itu, bu. Saya ingin berbicara hal lain yang lebih penting, tolong sempatkan waktunya, bu. Saya tidak bisa memberitahukan lewat ponsel," ucap Monica di balik panggilan telpon.


"Baiklah, bu. Kita ketemu nanti sore di cafe X tepatnya jam empat," ucap Intan di balik panggilang telpon.


"Baiklah, bu. Terima kasih sebelumnya atas waktunya. Asalamu alaikum," ucap Monica.


"Walaikum salam wr wb."


Situasi berbeda terjadi di kantor Delta. Dimana Monalisa datamg bersama dengan Tara untuk meminta bantuan dari Delta.


"Untuk apa kalian datang kemari?" tanya Delta dengan tatapan yang sangat tajam pada anak dan menantunya.


"Pah, kami kemari karena ingin minta bantuan sama, papah," Mona memberanikan diri berkata.

__ADS_1


"Minta tolong perihal apa?" kembali lagi Delta bertanya tanpa ada sedikit pun senyum di wajahnya.


"Pah, perusahaan milik Mas Tara telah di jual diam-diam oleh mantan istrinya yang waktu itu di talak di hadapan, papah," kata Monalisa secara perlahan.


"Lantas apa hubungannya dengan, papah?" tanya Delta menyelidik.


"Mona minta tolong, papah. Memberikan modal untuk, Mas Tara. Dia akan membuat perusahaan expedisi baru, tapi nggak ada modalnya," tukas Mona menjelaskan.


"Kok begitu? bukannya dulu seorang direktur? lalu kemana uang hasil kerjamu selama ini, masa sama sekali nggak ada uang?" Delta mencemooh.


"Ada uang, pah. Tapi nggak cukup untuk mendirikan perusahaan tersebut," Tara tertunduk malu.


"Makanya kalau punya uang jangan di gunakan untuk berfoya-foya dengan berganti wanita. Perusahaanmu yang dulu juga bukan hasil jerih payahmu kan?"


"Apa kamu nggak malu, masa menjadi suami tak bisa berdiri sendiri? selalu tergantung pada istrimu?"


Delta sengaja menyindiri Tara, ingin tahu apa yang akan di katakan oleh Tara.

__ADS_1


*****


__ADS_2