Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Bertemu Reno


__ADS_3

Intan penasaran, sehingga membuka satu persatu notifikasi chat pesan.


"Hah, berarti ini nomer ponsel Mas Reno. Jadi yang telah membuat gaduh di restoranku adalah orang bayaran dari Saras. Tega banget sih dia melakukan ini!" gerutunya geram sampai terdengar oleh Tara yang sedang tidur pulas.


Tara terbangun karena mendengar gerutuan Intan yang lumauan keras.


"Sayang, kamu kenapa? kok sepertinya kamu sangat kesal," Tara mengerjapkan matanya seraya menghampiri istrinya.


"Lagi kesal saja sama orang yang telah buat gaduh di restoranku," jawab Intan singkat.


"Oh maaf ya, sayang. Aku belum sempat menyelidikinya kembali." Tara menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Aku sudah tahu, siapa dalang dari semua ini," pandangan Intan menerawang jauh, seraya mendengus kesal.


"Aku juga tidak akan tinggal diam dengan apa yang telah di lakukan olehnya." Intan meraih tas slempangnya, dia akan menemui Reno saat itu juga.


"Sayang, kamu mau kemana? Tara mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


"Ada urusan penting yang harus aku selesaikan dan tak bisa di wakilkan," Intan melangkah keluar kamar.


Dia sama sekali tak meminta Tara untuk menemaninya, bahkan begitu cueknya pada Tara. Tarapun tak menawarkan dirinya untuk menemani Intan.


"Hem, mintanya aku selalu menemaninya setiap saat karena lagi hamil. Tapi pergi saja nggak mengajaku," gerutunya seraya bangkit dari pembaringan.


Padahal apa yang di lakukan Intan untuk memancing Tara, apakah dia masih peduli padanya atau tidak.


"Aku sengaja diam, apakah Tara akan mengejarku dan menemaniku menemui Reno. Namun ternyata feelingku benar, dia diam saja tak memperdulikanku."


Panjang lebar Intan menggerutu di dalam hatinya seraya terus melangkahkan kakinya menuju ke mobil. Dia melajukannya menuju ke cafe di mana saat ini Reno sedang menunggunya.


Hanya beberapa menit saja, Intan telah sampai di cafe tersebut. Reno juga telah menunggunya.


"Intan, semoga dengan aku membantumu menangkap pelaku kegaduhan restoranmu, kamu jadi luluh padaku dan bersedia kembali hidup bersamaku. Aku nggak akan peduli, jika saat ini kamu telah bersuami." Gerutu Reno dalam hati.


Dia terpaku menatap Intan di hadapannya tanpa berkedip sama sekali. Reno masih saja terpesona dengan kecantikan alami yang di miliki oleh Intan.

__ADS_1


"Kenapa wajah Intan sangat mempesona, padahal tanpa make up sama sekali. Dulu nggak semenarik ini, apa karena dulu aku tak begitu memperhatikan dirinya?" Reno menggerutu kembali di dalam hatinya.


Dia terus saja menatap wajah ayu Intan hingga orang yang di tatapnya merasa jengah dan kesal terhadapnya.


"Mas, aku dari tadi bicara padamu tapi kamu malah diam saja!" Intan menepuk keras tangan Reno, membuatnya tersentak kaget.


"Astaghfirulloh alazdim, kamu mengagetkanku saja. Apa yang tadi kamu katakan?" tanya Reno mengernyitkan alisnya.


Intan menghela napas panjang dan menggelengkan kepala. Rasa emosinya tab memuncak dan tak dapat di tagannya lagi. Sejak hamil, sifat dia memang seperti itu.


Tak bisa sedikit saja menahan rasa geram dan emosi.


Intan bangkit dari duduknya tanpa sepatah katapun. Dia akan melangkah pergi, namun dengan gerak cepat Reno meraih tanhan Intan.


"Ya Allah, kenapa debaran ini tiba-tiba datang saat aku meraih jemari Intan. Rasa ini pernah ada saat pertama kali dulu kenal Intan," kembali lagi Reno menggerutu di hati.


*********

__ADS_1


__ADS_2