Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Saras Bertemu Intan


__ADS_3

Saras bangkit mencari keberadaan Laras, dia akan mencoba membujuk Laras kembali. Tapi ternyata Laras sedang tidak ada di tempat, dia sedang pergi mengantar Risky sekolah.


"Apa boleh buat, untuk hari ini aku mengalah dulu. Besok aku akan berusaha membujuk, Mas Reno lagi." Saras melangkah mencari keberadaan, Reno.


"Mas Reno, aku pamit pulang ya," ucapnya menghampiri Reno yang sedang membuka toko sembako milik Laras.


"Iya," jawab singkat Reno tanpa menoleh sedikitpun ke arah Saras.


"Ya Allah, sakit sekali hati ini ketika tak di hiraukan seperti ini. Aku baru sadar, selama ini aku juga sering melakukan hal ini pada, Mas Reno." Batin Saras seraya berlalu pergi menuju ke mobilnya.


Selama dalam perjalanan pulang, Saras terus saja melamun. Sekilas dia mengingat masa-masa indah bersama, Reno dan Laras serta cucunya.


Tak terasa air matanya meleleh saat ingat kenangan masa lalu bersama, Reno dan Laras. Sejenak Saras menghentikan laju mobilnya, dia memarkirkannya di pinggir.


"Ya Allah, kenapa susah sekali meluluhkan hati, Mas Reno. Bukankah Engkau saja pemaaf, tapi kenapa dia sama sekali tak memaafkanku?" gerutu Saras dengan air mata terus meleleh.

__ADS_1


Pikiran Saras sedang buntu, bahkan untuk mencari ide pun sudah tak bisa lagi. Bagaimana caranya supaya Reno dan Laras bisa kembali padanya.


"Tolong berikanlah petunjukMu, ya Allah. Aku harus berbuat apa supaya, Mas Reno luluh dan kembali lagi di sampingku," gerutunya kembali.


Setelah cukup lama menenangkan dirinya, Saras melajukan kembali mobilnya menuju arah pulang. Saat berada di sebuah lampu merah. Tanpa di sengaja, dia melihat seseorang di sebuah mobil bersama dengan pria tampan.


"Bukankah itu, Intan? lantas siapa pria tampang yang ada di sampingnya? apakah dia suami barunya?" gerutunya penuh tanda tanya.


Kebetulan sekali aku bertemu dengannya di sini, aku akan memberinya pelajaran." Saat lampu telah berubah menyala hijau, Saras mengikuti laju mobil yang di tumpangi oleh, Intan.


"Bukankah ini kantor milik, Tara? pada waktu itu aku pernah mengikuti, Tara hingga sampai di sini. Dan menurut security, ini kantor milik, Tara."


"Untuk apa, Intan dan pria ini berada di kantor, Tara? apakah mereka mengenal, Tara?"


Seribu pertanyaan keluar dari mulut, Saras. Dia semakin penasaran ingin mengetahui kebenarannya. Tapi terlebih dulu dia akan memberi pelajaran pada, Intan.

__ADS_1


"Heh, Intan!" tiba-tiba Saras dengan cepat mencekal lengan Intan dan membuatnya terhenyak kaget.


"Astaghfiruloh alazdim. Saras, kasar sekali kamu? kenapa pula kamu ada di sini?" Intan sedikit kaget seraya menautkan alisnya menatap pada Saras.


"Heh, kamu! lepaskan cekalan tanganmu pada istriku!" Keano melepas paksa cekalan tangan, Saras pada tangan, Intan.


"Heh, kamu. Jangan sok turut campur urusanku dengan, Intan. Walaupun kamu ini suami, Intan! tapi ini urusan kami berdua!" dengan lantangnya Saras berkata.


"Saras, aku sudah tidak ada urusannya denganmu, sejak kamu mengambil suami dan anakku dahulu. Jadi tolong jangan ganggu hidupku lagi, karena aku telah mendapatkan kebahagiaan," tegur Intan menatap sinis pada, Saras.


"Nggak usah munafik! kamu dendam padaku kan? sehingga kamu menghasut, Mas Reno dan Laras untuk membenciku. Gara-gara hasutanmu, mereka sudah tak bersedia kembali padaku! bahkan Mas Reno bersi keras akan menggugat cerai aku." Tiba-tiba, Saras mendorong bahu Intan dengan tangannya.


Hampir saja, Intan terjatuh tetapi ada Keano yang langsung menangkap tubuhnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2