Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Tertolong


__ADS_3

Dua orang yang memakai serba hitam pun lari tunggang langgang dengan membawa tas koper berisikan uang dari hasil penjualan ruko dan bengkel milik Laras.


Laras panik melihat darah yang berhamburan dari perut Reno. Dengan tangan gemetaran, dia meraih ponselnya dan menelpon Intan.


๐Ÿ“ฑ"A-a-sa-la-mu alsikum, bu. Cepatlah kemari ajak ayah. Sekarang juga, papi di tusuk orang."


Setelah mengatakan akan hal itu, Laras mencoba menelpon pihak yang berwajib supaya datang ke lokasi kejadian.


"Untung, Risky sedang tidur tak melihat kejadian ini. Sabar ya, pi. Sebentar lagi, ibu pasti datang," tak kuasa Laras menitikkan air matanya.


Tak berapa lama, aparat polisi datang bersamaan dengan datangnya Intan dan Keano serta Kevin.


"Astaghfiruloh alazdim, bagaimana semua ini bisa terjadi?" Intan menutup mulutnya sendiri dengan tangannya saat melihat mantan suaminya tak sadarkan diri dengan bersimbah darah di perut terdapat pisau yang masih menancap.


Para petugas polisi langsung saja membawa Reno ke rumah sakit untuk segera di tangani lukanya.


"Laras, kamu di sini saja jaga Risky dan kamu Kevin, mamah mint tolong jagain kakamu, Laras ya. Biar mamah dan papah yang ke rumah sakit."


Kevin hanya mengangguk pelan, sementara Intan dan Keano lekas mengikuti laju mobil aparat polisi yang membawa Reno ke rumah sakit.

__ADS_1


Laras terus saja gemetaran ketakutan, Kevin segera mengambilkan air putih untuknya.


"Mba, minumlah supaya sedikit lega."


"Terima kasih, de. " Laras menerimanya dan meneguknya habis.


"Mba, bagaimana semua ini bisa terjadi?" tanya Kevin karena rasa penasarannya.


"Aku juga tidak tahu, tadi aku sedang nenidurkan anak di kamar, tapi tiba-tiba papi berteriak histeria memanggilku "


"Aku hampiri, papi audah tergeletak tak berdaya di lantai dengan pisau tertancap di perut. Baru aku akan bertanya tentang pelakuknya pada, papi. Tiba -tiba papi tak sadarkan diri."


Sementara Intan dan Keano saat ini telah sampai di rumah sakit. Reno langsung di larikan ke ruang ICU, karena lukanya sangat parah. Apa lagi pisaunya menancap dalam.


"Mah, kok aneh begini ya?"


"Entahlah, pah. Aku kok jadi curiga sama Saras, apakah dia telah kembali di kota ini? dan melakukan hal ini?" tukas Intan.


"Tapi jika iya dia kembali atau keluar dari persembunyiannya, pasti saat ini polisi sudah berhasil menangkapnya."

__ADS_1


"Bukannya sampai detik ini, aparat hukum masih saja mengejar kaburnya para buronan, mah. Karena papah masih suka melihat para nara pidana yang buron di pasang foto mereka di sepanjang jalan."


Keano meragukan jika yang melakukan penusukan pada Reno adalah Saras. Akan tetapi Intan tetap saja menyakini jika memang Saras yang melakukannya.


Keduanya menunggu begitu lama di depan ruang ICU, hingga dua jam lamanya barulah dokter keluar dati ruang ICU.


"Dok, bagaimana kondisi pasien?" tanya Intan penasaran.


"Alhamdulilah, kami telah berhasil mengambil pisau yang tertancap di perutnya, serta menjahit lukanya."


"Namun kondisi pasien masih belum sadarkan diri karena terlalu dalam luka tusukannya serta terlalu banyak kehilangan darah."


"Semoga saja, secepatnya pasien bisa sadarkan diri. Untung saja stok darah di rumah sakit ini masih banyak. Hingga pasien lekas mendapatkan donor darah."


"Kita tunggu saja, semoga secepatnya pasien lekas sadarkan diri. Saya permisi dulu, karena masih ada pasien lain yang juga butuh penanganan cepat."


"Jika ada apa-apa, hubungi kami saja. Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat."


Begitulah penjelasan secara detail dari sang dokter yang menangani Reno.

__ADS_1


*****


__ADS_2