Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Taktik Tara


__ADS_3

Intan ingin sekali membuka kebusukan Tara pada Laras, tapi dia selalu menundanya. Dia akan membongkar semuanya pada Laras jika dia dia telah melahirkan.


Tapi waktunya sangat lama, karena saat ini usia kandungan Intan baru memasuki bulan ke tiga.


Intan tak tahu harus berbuat apa lagi karena semua jalan terasa buntu olehnya untuk menyelesaikan permasalahan yang rumit ini.


Saat ini dia mencoba bersabar dan menjalani kehidupannya bagai aliran air sungai. Sejenak dia teringat perkataan Laras tentang ceritanya.


"Aku penasaran dengan mertua Tara, apakah mereka Reno dan Saras? karena ceritanya hampir mirip dengan kisah masa laluku," batin Intan.


Intan ingin mengorek keterangan dari Tara, tentang mertuanya. Namun di urungkannya, karena merasa nggak etis. Pasti Tara juga curiga dan tak akan begitu saja memberitahu tentang mertuanya.


"Ya Allah, sudah sekian lama aku menantikan kabar dari anakku. Sekiranya jika Engkau masih mengijinkanku bertemu dengan anakku, tolong pertemukan kami." Doa Intan dalam hati.

__ADS_1


Tara terus saja memperhatikan Intan yang sedari tadi melamun dan menitikkan air matanya. Tara merasa iba dengannya.


"Ya Allah, aku merasa sangat berdosa pada istriku ini. Tunjukkan jalanMu ya Allah, supaya tidak ada hati yang tersakiti olehku." Batin Tara seraya mengusap air mata Intan.


"Sayang, kamu kenapa? ceritalah padaku, siapa tahu aku bisa membantumu." Tara menggenggam kedua tangan Intan.


"Aku sedang merindukan anakku, yang sedari dulu aku rindukan kehadirannya. Anak yang harus berpisah denganku dari aku melahirkannya," tiba-tiba Intan bersedia mencurahkan isi hatinya pada Tara.


"Sudah puluhan tahun, aku menanti sebuah pertemuan dengan anakku. Tapi sampai saat ini aku tak bisa bertemu dengannya," ucap Intan kembali.


"Sudah berkali-kali aku mencoba, namun setiap dia akan berterus terang, selalu saja datang istrinya menggagalkan semuanya," Intan menghela napas panjang.


Tara menawarkan diri, untuk membantu Intan. Dia sengaja melakukan hal itu supaya Intan kembali lagi percaya padanya.

__ADS_1


"Aku boleh tahu seperti apa mantan suamimu itu? supaya aku bisa menyelidikinya untukmu. Kalau kamu saat ini kan nggak boleh kemana-mana, nggak boleh kecapean. Jadi biar aku yang bergerak saja," saran Tara.


"Sepertinya saranmu boleh juga, tapi aku nggak punya fotonya. Hanya nomor ponselnya saja," Intan menatap Tara lesu.


Tara berniat membantu Intan, karena ada maunya. Jika Tara berhasil mempertemukan Intan dengan anak kandungnya, secara otomatis Intan akan merasa berhutang budi padanya. Sehingga Intan mengurungkan niatnya untuk berpisah dengannya.


"Kalau begitu nomor ponsel saja, biar aku yang mengurusnya untukmu. Aku pastikan semuanya akan berhasil," Tara mencoba meyakinkan Intan dengan ucapannya.


"Baiklah, aku kirimkan nomor ponsel mantan suamiku ke ponselmu," Intan lekas mengirim notifikasi chat pesan pada ponsel Tara.


Sejenak Tara membuka ponselnya, dia sempat merasa terkejut dengan nomor ponsel yang di kirim Intan ke notifikasi chat pesan.


"Hah, namanya Reno? jangan-jangan Reno ini mertuaku?" Tara terhenyak kaget namun mencoba bersikap biasa saja supaya tidak menimbulkan kecurigaan.

__ADS_1


"Baiklah, aku aksmsn segera menyelidiki mantan suamimu ini. Aku permisi dulu, jika kamu butuh sesuatu, telpon saja ponselku. Aku janji kali ini ponsel akan selalu aktif demi kamu," Tara berpamitan seraya mencium kening Intan.


*******


__ADS_2