Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Tia Di Talak Oleh Tara


__ADS_3

Tara menuruti permintaan terakhir dari Tia. Bagaimanapun dia tak ingin egois, karena ada Dita yang butuh nafkah. Tara memperlihatkan saldo tabungan yang dia miliki sebelum di transferkan ke Tia.


Setelah Tia melihat jumlahnya, barulah Tara menstransfer separuh tabungannya pada nomor rekening Tia.


"Baiklah, mas. Sekarang juga kamu talak aku," pinta Tia.


"Tia, aku talak kamu. Saat ini dan selamanya kamu bukan istriku lagi," ucap Tara dengan lantangnya.


"Aku yang akan mengurus bukti cerai pernikahan siri kita. Karena kamu repot mengurus ibumu dan Dita," tiba-tiba ada rasa iba di hati Tara.


"Baiklah, mas. Terima kasih, dan aku minta sekarang juga kamu dan mereka pergi dari rumahku," dengan mata berkaca-kaca Tia mengusir Tara dan Mona serta orang tuanya.


Tiba-tiba Desny menghampiri Tia.


"Nak, maafkan anak tante yang telah membuaat rumah tanggamu hancur." Desny menangkupkan kedua tangannya.


Melihat hal itu, Mona tak tinggal diam. Dia menghampiri Desny dan menarik tangannya menjauh dari Tia.

__ADS_1


"Mah, kenapa mamah merendahkan diri di hadapan wanita kucel dekil yang tak se level dengan kita!" tegur Mona mendengus kesal.


"Sebaiknya kita pergi dari sini. Dan kalian berdua, bawa pria ini turut serat. Aku khawatir dia akan melarikan diri dari anakku." Perintah Delta pada dua anak buahnya.


Secepat kilat, lengan Tara di cekal kanan kiri oleh anak buah Delta. Akan tetapi Tara menepisnya.


"Saya bisa jalan sendiri, dan saya tidak akan melarikan diri. Beri saya waktu beberapa menit untuk sekedar mengemasi semua pakaianku." Tara melangkah menuju ke kamarnya.


Akan tetapi Mona mengikutinya dari belakang. Dan pada saat di kamar, Tara menghampiri Tia yang sedang menangis sambil memeluk Dita.


Dan pada saat Tara akan memeluk Tia dan Dita, tiba-tiba Mona menarik tubuh Tara.


"Mas, kalian ini sudah bukan suami istri lagi. Jangan melakukan hal konyol ini! cepatlah kemasi pakaianmu sekarang juga!" hardik Mona kesal.


Tara mengurungkan niatnya memeluk Tia, dia bergegas mengemasi semua pakaiannya. Hingga gugup, dia meninggalkan amplop coklat yang berisikan setifikat perusahaan. Dan amplop tersebut terjatuh masuk ke kolong almari.


Namun Tara tak menyadarinya, hanya Tia yang sempat melihatnya, akan tetapi dia sengaja diam saja. Mona juga tak mengetahui hal itu, karena dia berdiri di balik pintu.

__ADS_1


Setelah beberapa menit mengemasi pakaiannya, Tara melangkah pergi dari rumah tersebut, bersama Mona dan kedua orang tuanya.


Seperginya Tara, barulah Tia merogoh kolong almari untuk mengambil amplop coklat tersebut.


Saat dia membukanya, matanya membola.


"Ini kan serfikat perusahaan yang seharusnya milik, Bu Intan. Jadi ini sudah di atas namakan ke Mas Tara. Aku jadi bingung, sebenarnya siapa yang istri sah, Mas Tara?"


"Oh, iya aku ingat. Mas Tara pernah berkata jika Bu Intan hanya istri siri dan wanita yang waktu itu kemari adalah istri sah."


"Dia sudah banyak menipu wanita, ini tidak akan di biarkan. Aku akan membalas perbuatannya. Kamu lihat saja, Mas Tara. Apa yang akan aku lakukan padamu!"


Serentetan gerutuan Tia panjang lebar. Dia tak ingin berlama-lama, dia meminta bantuan sepasang asisten rumah tangganya untuk berkemas secepat mungkin.


Malam itu juga, Tia akan pergi ke luar kota.


*****

__ADS_1


__ADS_2