Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Laras Dan Saras Ke Kantor Intan


__ADS_3

Laras sejenak menghentikan aktifitasnya, dia terasa lemas hingga kini duduk.


"Mi, jangan menghasutku supaya aku membenci, ibu," Laras mencoba tenang.


"Nak, aku berkata sejujurnya. Jika kamu tak percaya, kita bisa tanya langsung ke, ibumu. Coba apa yang akan dia katakan. Oh iya, bukannya kamu sendiri yang pernah melihat alamat kantor, Tara. Saat ini, ibumu ada di sana," Saras terus saja meyakinkan Laras dengan apa yang di katakannya.


Sejenak Laras terdiam membisu, seolah sedang mencerna semua yang di katakan oleh, Saras.


"Sebelum sertifikat perusahaan itu hilang. Aku memang sempat melihat ada sebuah nama, Intan. Jadi perusahaan yang semula milik, Intan di balik nama menjadi milik, Mas Tara. Apa mungkin, Intan ini adalah, ibu?"


Laras mulai termakan ucapan dari Saras.


"Nak, kenapa kamu diam? bagaimana kalau sekarang juga kita ke perusahaannya, supaya tidak ada lagi rasa penasaran."


"Mami, juga ingin bertanya langsung pada ibumu. Karena tadi, mami lupa saat akan bertanya."

__ADS_1


Saras menawarkan niatnya mengajak, Laras ke perusahaan Intan. Tapi, Laras juga penasaran untuk apa, Saras tanpa ada kepentingan sengaja datang kesana.


"Mi, memangnya mami ke perusahaan, Mas Tara untuk apa?" Laras mencoba menyelidik lewat pertanyaannya.


"Saat, mami pulang dari sini. Di sebuah lampu merah, mami melihat ibumu sedang bersama pria tampan. Dan, mami penasaran makanya mengikuti laju mobil yang di tumpangi oleh, ibumu."


"Ternyata mobil berhenti di perusahaan milik, Tara. Mami lantas bertanya pada salah satu security, dan jawaban seperti yang, mami katakan tadi. Jika ibumu pernah menikah dengan, Tara."


"Tapi, mami tak mengetahui. Pernikahan mereka itu resmi atau siri. Makanya alangkah lebih baik, kita luruskan permasalahan ini. Supaya jelas."


Terus saja Saras membujuk, Laras untuk mengikuti kemauannya menemui, Intan. Hingga pada akhirnya, Laras bersedia menemui Intan.


Sementara Reno yang telah selesai dengan pekerjaannya menambal ban motor, kini sedang melangkah menghampiri, Saras dan Laras.


"Loh, baru buka kok malah di tutup?" Reno menautkan alisnya.

__ADS_1


"Iya, pi. Aku ada urusan sebentar yakni mau menjemput, Risky di sekolah," jawab Laras.


"Nggak usah di tutup, sayang karena sebentar lagi banyak pembeli. Biar, papi yang menjaga tokonya. Kalau mau pergi, pergi saja," perintah Reno.


Akhirnya Laras mengurungkan niatnya menutup tokonya. Dia melangkah ke arah bersama Saras ke arah mobil, Saras.


Hanya beberapa menit saja, mereka telah sampai di perusahaan expedisi milik, Intan.


"Benar, mi. Ini kan perusahaan milik, Mas Tara. Alamatnya masih sangat aku ingat," ucap Laras seraya mata terus saja menatap ke arah kantor tersebut.


Keduanya keluar dari mobil, dan melangkah ke arah kantor. Sempat di tahan oleh security, tapi Laras mengatakan jika dirinya adalah anak, Ibu Intan.


Security sempat menelpon bagian personalia, dan bagian personalia menelpon ruangan, Intan. Mengatakan jika, Laras ingin bertemu.


Setelah mendapat persetujuan dari, Intan. Barulah security mengijinkan Laras masuk bersama Saras. Intan tak mengetahui jika kedatangan, Laras bersama dengan Saras. Karena pada saat bagian personalia memberi tahu pada, Intan, hanya mengatakan jika anaknya datang.

__ADS_1


"Aneh, untuk apa Laras kemari? apakah bersama dengan, Mas Reno ataukah sendiri? nggak jelas banget informasi dari bagian personalia," batin Intan gelisah


****


__ADS_2