Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Reno Membawa Saras Ke Kantor Polisi


__ADS_3

Sementara saat ini Saras telah sampai di rumahnya, dia menghubungi ketiga anak buahnya yang waktu itu di beri tugas membakar restoran milik, Intan.


Namun nomor ponsel mereka tidak ada yang aktif sama sekali. Hal ini membuat, Saras semakin panik dan gelisah.


Dia telah gagal paham dengan apa yang di katakan oleh, Intan di balik panggilan telponnya bersama seseorang.


Bolak-bolik, mondar-mandir, itulah yang saat ini di lakukan oleh, Saras. Sesekali menghela napas panjang, sesekali memijit pelipisnya.


Reno saat ini dalam perjalanan ke rumah, Saras. Dia sudah tak bisa membendung amarahnya pada Saras. Dengan berboncengan memakai sepeda motor, Reno menyambangi rumah Saras.


Hanya beberapa menit saja telah sampai di depan pintu gerbang rumah, Saras. Reno sengaja mematikan mesin motornya.


"Aduh, bagaimana ini? kenapa juga tiga anak buahku yang aku perintahkan membakar tiga restoran, Intan tak bisa di hubungi!"


"Aku khawatir salah satu diantara mereka telah tertangkap, dan aku pasti akan tersandung kasusnya juga."


"Ohh, jadi, mami yang membakar tiga restoran milik, ibu!"

__ADS_1


"Dasar wanita ular! dulu kamu membuat salah satu restoran, Intan tutup karena hasutanmu!"


Saras terhenyak kaget, tiba-tiba ada Laras dan Reno. Dia semakin panik.


"Kamu lihat sendiri kan, Laras? seperti ini, mamimu! asal perlu kamu tahu ya, Laras. Dia pernah memerintah, Bu Tuti untuk mencemarkan nama baiknya dengan sengaja meletakkan kecoa mati pada makanan yang di pesan oleh, Bu Tuti. Hingga restoran sempat di tutup."


"Dia juga pernah ingin membunuh janin yang di kandung, ibumu! waktu ibumu sedang berada di rumah sakit, ingatkah saat Risky di rawat dulu?"


Reno sengaja mengungkap semua kejahatan, Saras di depan Laras.


"Setelah tertangkap basah, kamu ingin mengelak? jika dulu, Intan tak berbaik hati padamu, dia sudah melaporkanmu ke polisi! tali dia tak melakukan hal itu, mengingat jasamu dalam merawat, Laras dengan sangat baik!"


Saras hanya tertunduk lesu, dia sudah tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Mami, kenapa jahat sekali menyuruh orang membakar tiga sekaligus restoran, ibu! padahal dia tak pernah mengatakan hal buruk tentang, mami."


"Bahkan tentang kejahatan, mami yang dulu. Dia juga tak berkata apa pun, aku sangat kecewa denganmu, mi!"

__ADS_1


"Sekarang juga kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu di kantor polisi." Reno mencekal lengan Saras secara paksa.


"Tolong, jangan lakukan ini padaku. Aku mohon, mas. Bagaimana pun aku masih sah istrimu," Saras ketakutan bahkan air mata mulai bercucuran.


"Tidak, saat ini juga aku talak kamu! aku sudah muak dengan kelakuanmu, dasar wanita ular!" Reno sudah sangat emosi


"Laras, tolong mami. Bujuk, papi supaya jangan melakukan hal ini pada, mami. Mami, janji tidak akan jahat lagi sama, ibumu," Saras memohon memelas pada Laras.


Namun Laras tak berkutik sama sekali, dia hanya menatap sinis pada Saras.


"Laras, kamu segera telpon, ibu. Katakan yang sebenarnya tentang kejahatan yang di lakukan oleh, wanita ular ini! dan minta padanya menyusul, papi ke kantor polisi sekarang juga."


Laras meneruti perintah, Reno. Dia segera menelpon, Intan. Sementara, Reno benar-benar membawa, Saras ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.


"Mas Reno, tega sekali menalakku," Saras terus saja menangis.


*****

__ADS_1


__ADS_2