Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Ganguan Dari Tara


__ADS_3

Laras akhirnya beralasan akan mengurus Risky, dari pada terus saja di interogasi oleh Saras. Dia lekas bergegas berlalu dari hadapan Saras.


Hatinya terus saja tertuju pada Intan, dia ingin sekali membantunya tapi sama sekali tak memiliki banyak uang.


Berita terbakarnya tiga restoran Intan, juga terdengar oleh Tara. Dia sangat senang mendengar hal itu, dan mempunyai akal licik.


"Haaa..bangkrutlah kamu, Intan. Tapi ini kesempatan emas buatku, supaya aku bisa kembali padamu. Lagi pula aku sudah cukup lelah mencari kabar tentang keberadaan, Cantika," Tara menyeringai licik di ruang kantornya.


Dia lekas menelpon Intan, dan Intan meresposnya.


"Untuk apa menelponku?" tanya Intan di balik panggilan telpon dari Tara.


"Jangan ketus dong, sayang? aku menelponmu karena kangen bukan hanya padamu tapi juga pada Adam. Sayang, come back to me. Mau kan? saat ini pasti kamu sedang bingung, kan?" panjang lebar Tara bicara di dalam ponselnya.


"Sampai kapan pun aku nggak akan sudi kembali pada lelaki jahat sepertimu!" Intan mendengus kesal membalas ucapan Tara dari panggilan telpon.

__ADS_1


"Jangan seperti itu, sayang. Aku yakin saat ini kamu sedang pusing memikirkan biaya hidupmu dan Adam, kan? karena ketiga restoranmu habis terbakar?" Tara tersenyum sinis dari balik telponnya.


Terus saja Tara memancing emosi Intan, hingga pada akhirnya Intan kesal dan akan mematikan panggilan telpon Tara. Akan tetapi Keano melarangnya, dan meminta paksa ponsel Intan.


"Biar aku yang bicara, supaya mantanmu iu bisa diam." Keano mengambil ponsel Intan dari tangannya.


"Heh, dasar pria nggak punya malu! sudah menjadi mantan saja masih mengganggu, Intan! nggak punya harga diri banget jadi pria!" cemooh Keano dari balik telpon.


"Siapa kamu? lancang sekali mengambil ponsel, Intan!" bentak Tara di balik telpon.


"Aku suami, Intan! jadi jangan mengganggu istriku lagi!" bentak Keano dari balik telpon.


Keano lekas mematikan sambungan telpon dari Tara, sementara Tara langsung terdiam saat mendengar ucapan dari Keano.


"Apa benar, jika Intan telah menikah lagi? hilang sudah kesempatanku untuk bisa kembali padanya. Jika aku mengetahui rumahnya, pasti akan lebih mudah aku menyambanginya," gerutuan Tara mendengus kesal.

__ADS_1


Sementara Intan kaget saat mendengar penuturan Keano.


"Kenapa Mas Keano mengaku telah menikah denganku?" batin Intan penuh dengan tanda tanya.


Keano bisa melihat kegelisahan yang ada di dalam hati Intan.


"Intan, aku minta maaf jika telah lancang berkata kalau kita telah menikah. Aku hanya ingin supaya mantan suamimu tidak mengganggumu lagi." Keano menatap sendu Intan seraya menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Nggak apa-apa, Mas Keano. Aku tahu maksudmu mengatakan hal itu," Intan menyembunyikan rasa herannya pada Keano.


"Nak, kalau menurut kami, sebaiknya kalian menikah saja. Lagi pula ibu sudah tahu siapa itu, Nak Keano," tiba-tiba muncul dari balik pintu Bu Mita dan Bapak Yogi.


"Iya, nak. Apa lagi bapak, sudah mengenal Nak Keano begitu lama dari pada ibumu," sela Bapak Yogi.


"Maaf, Nak. Kami bukannya sengaja mendengarkan pembicaraan kalian, tapi kami memang tak sengaja mendengarnya barusan. Kalau mantanmu yang nggak punya hati itu menelponmu," kembali lagi Bapak Yogi berkata.

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa, pak-bu. Aku juga sedang memikirkan hal ini," ucap Intan sekenanya.


*********


__ADS_2