Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Monalisa Mengurungkan Niatnya


__ADS_3

Sementara Monalisa telah sampai di rumah, dia langsung menghampiri Tara yang sedang rebahan di kamar sembari bermain ponsel.


Tak sengaja Monalisa melirik ke ponsel Tara, dia tak sengaja melihat apa yang ada di ponsel tersebut.


"Mas Tara, apa-apaan ini?" Monalisa merebut ponsel Tara, dia melihat Tara sedang chatingan dengan beberapa wanita luar negeri, bahkan ada yang mengirim foto-foto yang tak pantas di lihat.


"Eh, kemarikan ponselnya. Nggak sopan sekali mengambil barang milik orang lain!" Tara menatap sinis pada Monalisa.


"Peduli amat, untuk apa kamu melakukan hal ini? kamu kan sudah beristri? masa chat sama wanita lain, nggak cuma satu pula?" Monalisa menghapus semua chat para wanita yang ada di ponsel Tara.


Bahkan Monalisa memblokir semua nomoe ponsel wanita yang sempat chat dengan Tara. Setelah itu, Monalisa melempar ponsel Tara.


"Tuh, ponselnya. Aku nggak mau hal ini sampai terjadi lagi, mas," Monalisa mendengus kesal.

__ADS_1


"Lancang sekali kamu, itu namanya istri berani sama suami! apa mamahmu tak pernah mengajarkan padamu untuk hormat dan menghargai suami?" Tara berkata lantang.


"Kenapa kamu bawa-bawa, mamahku? kelakuan suami tak bermoral suruh di dukung begitu? nggak ya, lagi pula aku bukan mantan-mantanmu yang mudah kamu tindas dan bohongi!" Monalisa berkata lantang pula.


"Ternyata aku salah menilai, Mas Tara. Sebaiknya aku ikuti saja saran, Ka Monic. Aku berpikir ulang jika akan memberikan uang lima ratus juta padanya, mengingat sifatnya masih belum bisa berubah," gerutunya di dalam hati.


Monalisa mengurungkan niatnya untuk membantu, Tara. Setelah mengetahui apa yang di lakukan Tara barusan.


"Heh, mau kemana lagi? aku lapar, nggak ada makanan," teriak Tara pada saat Monalisa akan keluae dari kamar.


"Mona, tunggu!" Tara mengejar Mona.


"Ada apa lagi, mas?" Mona menghentikan langkahnya dan menoleh.

__ADS_1


"Kamu kan dari rumah orang tuamu, lantas apa yang papahmu katakan? apa papahmu berubah pikiran dan memberikan sejumlah uang padamu?" tiba-tiba Tara berubah manis.


"Memang kenapa kalau papahku memberikannya? dan kenapa pula jika papahku tak memberikan dan itu? bukannya kamu masih punya tabungan, lalu kenapa nggak kamu pakai? ya buat usaha seadanya saja sesuai dengan bagjet tabunganmu, dan jika kamu lapar kenapa pula tak pake uangmu untuk membeli makan?" Monalisa malah melontarkan berbagai pertanyaan, bukannya menjawab pertanyaan dari Tara.


"Mona, aku bertanya secara baik-baik tapi kenapa kamu menjawabnya seperti ini? sama sekali tak menghormatiku sebagai suami," Tara sewot.


"Jika ingin di hargai ya kerja dan nafkahi aku dan bayi ini," perintah Monalisa seraya menunjuk ke perut sendiri yang masih rata.


"Berapa kali aku harus mengatakannya padamu, jika aku tak punya modal untuk usaha, aku tak biasa bekerja pada orang lain. Mona, mintakan sedikit makanan pada mamahmu, aku sangat lapar," Tara membujuk Monalisa.


"Kamu ingin makan, tapi sayang mengeluarkan uangmu? sama saja kamu pelit, pakai yang ada di tabunganmu. Seharuanya kamu menafkahiku, mana nafkah untukku?" Monalisa menengadahkan tangannya meminta uang pada Tara.


"Ya sudah, aku akan ambil uang di ATM. Nanti aku berikan padamu untuk nafkahmu." Tara melangkah keluar menuju ke garasi mobilnya.

__ADS_1


Monalisa mengikutinya, dan pada saat Tara masuk mobil, Monalisa ikut masuk pula.


*****


__ADS_2