Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Pernikahan Tara & Monalisa


__ADS_3

Tak berapa lama, Tara sudah sampai di pelataran rumah Delta. Delta telah menunggunya di teras halaman.


"Mana surat-suratmu, nanti aku yang mengurusnya. Kamu tinggal di rumah dulu, sebelum menikah. Aku pastikan besok kalian menikah resmi, dan lusa kamu sudah bisa beraktifitas seperti sediakala," Delta menengadahkan tangannya meminta surat-surat dari Tara.


Tara memberikan surat-suratnya pada Delta tanpa sepatah kata pun. Dua anak buah Delta langsung menggiring Tara ke kamarnya lagi, dan di kunci lagi dari luar.


"Sialan, aku ketemu dengan orang menyebalkan seperti Papahnya Mona! hingga aku di perlakukan seenaknya bagaikan seorang penjahat yang di tawan!" gerutu Tara mendengus kesal.


Dia merebahkan tubuhnya ke pembaringan dan memejamkan matanya, tapi sama sekali tak bisa terpejam. Rasa emosi yang memuncak membuatnya tak bisa tidur.


Sekilas dia teringat Tia, untuk menelponnya menanyakan amplop coklat berisikan sertifikat perusahaan.


"Kenapa nomor Tia tak aktif? apa sedang di non aktifkan? sebaiknya aku kirim pesan saja pada nomor ponselnya." Tara menulis pesan dan di kirim ke nomor ponsel Tia.

__ADS_1


Tara menggu berjam-jam, tapi sama sekali tidak ada jawaban.


"Aku coba lagi besok, mungkin ponsel sedang di isi daya batre," batin Tara seraya melempar ponsel ke pembaringan.


Waktu bergulir begitu cepat, pagi telah menjelang. Pukul tujuh pagi, Mona datang dengan membawa nampan berisikan sarapan dan minuman untuk Tara.


"Mas, makan dulu. Karena sebentar lagi kita akan ke KUA untuk melangsungkan pernikahan." Mona meletakkan nampab di meja.


Tara menuruti kemauan Mona, dia lekas sarapan dan lekas melakukan ritual mandi paginya. Dia ingin semua urusan lekas berakhir, karena sudah ingin ke kantor.


Tara belum mengetahui jika kantor telah di kuasai oleh Intan kembali. Saat Tara menghubungi semua orang kantor yang dia kenal hanya untuk menanyakan kabar tentang kantor, tidak ada satupun yang menjawab, membuat Tara tak mengetahui perkembangan kantor.


"Aku itu heran, semua orang kantor yang aku hubungi tidak ada satupun yang merespon chat aku, padahal mereka membacanya. Apa mereka nggak takut aku memecat mereka ya?" gerutu Tara dalam hati.

__ADS_1


Semua orang kantor sudah di beri wejangan atau nasehat oleh Intan, supaya tidak usah mengiraukan telpon atau chat dari Tara. Semua karyawan lebih mematuhi perintah Intan dari pada perintah Tara.


Karena mereka tak ingin kehilangan pekerjaanya jika tidak mematuhi perintah Intan. Sedangkan Tara sekarang bukanlah apa-apa di kantor tersebut.


Tak berapa lama, salah satu anak buah Delta membawakan peci, kemeja putih, dan celana kain hitam untuk Tara kenakaan di acara ijab qabul di KUA. Lebih tepatnya orang dari KUA yang datang ke rumah untuk mengurus pernikahan Tara dan Mona.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya datanglah penghulu dan beberapa petugas dari pihak KUA. Pernikahan yang semula akan di adakan di KUA di batalkan dengan beribu alasan.


Delta memilih pernikahan di adakan di rumah saja, atas ide dari dua kakak Monalisa. Detik-detik pengucapan ikrar ijab qabul sangat mendebarkan bagi Tara.


Karena pernikahan ini adalah pernikahan yang sama sekali belum di rencanakan olehnya. Seperti halnya pernikahan yang terpaksa harus Tara jalani.


******

__ADS_1


__ADS_2