Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Rizky Di Ijinkan Pulang


__ADS_3

Seperginya Saras dan Reno, Intan menghubungi Tara. Namun tak jua di angkat.


"Bagaimana aku bisa tenang, dan tidak gelisah. Selalu dan selalu seperti ini. Sudah tak sabar rasanya aku ingin lekas berpisah dari Tara. Sudah tak kuat sekali hati ini setiap hari harus menahan rasa sakit," gerutunya duduk tertelungkup di meja kerjanya.


Sementara saat ini Saras masih saja memikirkan Intan.


"Bagaimana bisa, Intan memiliki restoran yang serba mewah. Dan itupun tidak cuma satu. Aku pikir, satu restoran aku hancurkan dia sudah hancur pula. Ternyata aku salah."


"Malah saat ini, dia lebih kaya dariku bahkan lebih modis. Pantas saja Mas Reno mengejarnya kembali."


"Tak habis pikir, orang pendidikan rendah namun bisa sukses. Aku heran darimana modal yang dia dapatkan? apakah dari suami yang sekarang? aku jadi penasaran dengan suaminya yang sekarang katanya muda, semuda apakah dia?"


Demikian gerutuan Saras dalam hati panjang lebar memikirkan kesuksesan Intan. Saat ini dia sangat panik dan gelisah khawatir Reno dan Laras akan berpaling darinya dan kembali pada Intan.


"Mi, pi. Kalian dari mana saja, tega sekali meninggalkanku sendiri. Untung Mas Tara lekas datang sehingga aku nggak sendiri," Laras menatap sinis orang tuanya.


Mengetahui kedatangan kedua mertuanya, Tara langsung pamit. Dia selalu tak akur dengan ibu mertuanya yakni Saras.

__ADS_1


"Kan sudah ada orang tuamu, aku pamit pulang sebentar ya." Tara berbisik pada Laras.


"Baik, mas. Kamu hati-hati di jalan." Pesan Laras menyunggingkan senyum.


"Hem, kebiasaan! dasar menantu nggak tahu sopan santun, selalu saja menghindar dari mertuanya." Sindir Saras melirik sinis pada Tara yang akan melangkah pergi dari ruang rawat tersebut.


Tara sengaja tak mendengar ucapan dari Saras, karena jika di tanggapi malah berujung pertengkaran. Tara hanya melirik sinis pada Saras, bahkan dia hanya berpamitan pada Reno saja.


"Ini yang menyebabkan aku menyesal telah memilihmu dan meninggalkan Intan yang sangat baik hati!" Reno tak sadar dengan ucapannya.


Laras sempat mendengar apa yang di ucapkan oleh Reno. Dia sejenak teringat dengan Intan kenalan dia.


"Pi, jadi ibu kandungku bernama Intan?" tiba-tiba Laras bertanya.


"Iya, nak. Dia seorang wanita yang sangat baik, tapi dulu papi salah jalan karena silau dengan harta mami Saras. Sehingga papi begitu saja meninggalkannya dan membawamu serta," Reno menghela napas panjang.


"Cukup, mas!" bentak Saras.

__ADS_1


"Kenapa, kamu malu? kebusukanmu terbongkar, segala kejahatanmu juga!" Reno semakin menjadi-jadi.


"Kejahatan apa maksud, papi?" Laras semakin penasaran.


"Kamu nggak usah mendengarkan ucapan papi, dia hanya sedang emosi sama mami." Saras mencoba meyakinkan Laras.


Saat Reno akan menjelaskan tentang kejahatan Saras pada Laras, datanglah dokter untuk memeriksa Rizky dan perawat untuk melepas selang infusnya. Karena hari itu juga Rizky di ijinkan untuk pulang.


Hanya beberapa menit saja, dokter dan perawat menyambangi ruang rawat Rizky. Setelah semua urusan selesai, mereka keluar dari ruangan tersebut.


"Kamu lihat kan, di saat Rizky sudah di ijinkan pulang, malah suamimu pergi nggak tahu kemana." Saras tiba-tiba berkata.


"Memang, orang lebih pintar mencari kesalahan orang lain dari pada mengoreksi dan menyadari kesalahannya sendiri," Reno nyeletuk menyindir sinis Saras.


"Koreksi dirimu sendiri yang kesalahannya sangat fatal, barulah kamu koreksi kesalahan menantumu," nasehat Reno.


**********

__ADS_1


__ADS_2