Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Pacar Baru Tara


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, dari kejadian tersebut. Laras pun telah menggugat cerai Tara. Dan saat ini sedang menanjalani sidang yang pertama. Namun Tara sama sekali tak menanggapi surat panggilan dari pengadilan.


Tara mulai bermain gila dengan baby sitter, tanpa sepengetahuan Tia. Karena Tia terlalu sibuk dengan ibunya yang belum juga sadarkan diri.


Sejak Tara bermain gila dengan baby sitternya, dia bersikap manis pada Tia. Seperti pagi ini, dia berpura-pura simpatik dengan Tia.


"Sayang, kamu yang sabar ya. Aku akan selalu berdoa supaya ibumu lekas sadar. Kasihan juga kamu, harus setiap saat menjaga ibumu."


"Aku minta maaf, nggak pernah ikut bermalam di rumah sakit karena jika sudah pulang dari kantor rasanya lelah sekali."


Demikian perkataan Tara yang selalu di ucapkannya setiap hari pada Tia. Padahal semua itu hanya untuk menutupi kebusukannya supaya perselingkuhannya dengan Mona tidak terbongkar.


"Terima kasih atas pengertiannya ya, mas. Kamu memang suami yang sangat baik dan perhatian. Aku minta maaf, jika sudah seminggu lebih aku tidak begitu memperhatikanmu," Tia menggenggam jemari Tara.

__ADS_1


"Mas, aku pergi dulu ya. Hari minggu kamu libur nggak ngantor kan? aku nitip Dita juga ya, mas." Tia mencium tangan Tara.


Pemandangan itu tak lepas dari tatapan Mona yang sangat kesal dan terus memukulkan tinjunya pada tangannya sendiri. Dia merasa cemburu pada perhatian kepura-puraan Tara ke Tia. Mona tidak tahu jika apa yang Tara lakukan hanya untuk menutupi keburukannya.


"Kamu yang hati-hati ya, sayang. Doaku selalu menyertaimu." Tara mencium kening Tia secara lembut.


Setelah itu Tia pergi dengan menumpangi taxi on line. Seperginya Tia, Tara sempat melihat Mona sedang murung berdiri di pintu kamar Dita.


Mona berbalik arah masuk ke dalam kamar Dita. Tara melangkah masuk kamar Dita dan menghampiri Mona yang sedang memonyongkan bibirnya.


"Bagaimana aku tidak cemburu, kamu romantis di depan mataku, mas." Mona mengerucutkan bibirnya.


"Itu cuma suatu trik saja, supaya istriku tidak curiga dengan hubungan kita. Ayohlah, jangan cemberut lagi." Tara mulai beraksi memainkan dua benda kenyal milik Mona.

__ADS_1


Hal itu selalu berlanjut ke suatu hubungan yang tidak semestinya di lakukan oleh Tara dan Mona. Tara kerap kali melakukan itu dengan Mona, sejak Tia tiap hari menginap di rumah sakit.


Beberapa saat kemudian setelah melakukan hal itu, Mona meminta hubungan yang lebih jelas.


"Mas Tara, aku sudah memberikan semuanya untukmu. Termasuk kehormatanku telah kurelakan untukmu. Kapan kamu akan menikahiku?" tanya Mona menyelidik.


"Sabar sayang, semua butuh proses. Butuh waktu yang tepat untuk aku bisa menalak istriku. Percaya saja padaku, aku tidak akan menipumu, karena aku benar-benar telah jatuh cinta padamu," bujuk rayu Tara pada Mona.


Mona sebenarnya anak orang kaya, namun karena suatu hal dia melarikan diri dari rumah. Dia bekerja di rumah Tara hanya untuk menutupi jati dirinya, supaya tidak ada orang yang tahu dan supaya pihak keluarganya tidak bisa menemukannya.


Kebetulan dia memang kuliah di bidang perawatan ibu dan anak. Sehingga dia ahli mengurus baby umur dua bulan.


Mona malah terjebak dengan rayuan Tara

__ADS_1


*********


__ADS_2