Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Reno Kesal


__ADS_3

Reno ikut geram karena Tara sedari tadi tidak bersuara sama sekali. Dia hanya diam seribu bahasa.


"Kenapa kamu diam saja? jawablah dan akui saja semuanya pada selingkuhanmu ini!" Reno melotot pada Tara.


"Maaf, pak. Ucapan anda salah, saya ini bukan selingkuhan Mas Tara tapi istrinya," tiba-tiba Tia merasa tidak terima saat di katakan selingkuhan oleh Reno.


"Cuma istri siri kan? istri sah Reno adalah Laras, anak saya." Reno tersenyum sinis pada Tia.


"Pak, sudah cukup ya bikin masalah di sini! sebaiknya bapak lekas pergi, atau aku panggil security untuk mengusir anda secara tidak hormat!" tiba-tiba Tara berani berkata.


"Oh, jadi seperti ini ya sifat aslimu? dasar lelaki bermuka dua!" Reno melayangkan satu tangannya akan menampar Tara.


Namun dengan gerak cepat Tara menahan tangan Reno sehingga tak sampai menamparnya.


"Pak, pergilah atau mau anda saya laporkan ke polisi dengan tuduhan membuat onar!" bentak Tara pada Reno.

__ADS_1


"Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam. Akan aku buat kamu menyesal karena telah menyakiti Laras!" Reno melotot pada Tara seraya berlalu pergi meninggalkan rumah Tara.


"Sialan, sudah berani dia kurang ajar padaku! dan menyakiti mantan istri dan anakku sekaligus! lihat saja, aku pasti akan buat perhitungan kembali!" Reno menggerutu seraya menghela napas panjang.


Dia melangkah dengan cepat ke arah parkir mobilnya, dan lekas melajukan mobilnya berlalu pergi begitu saja.


Seperginya Reno, Tara mulai berkata dusta kembali pada Tia.


"Sayang, sebaiknya kamu masuk. Secepatnya aku akan selesaikan urusanku biar lekas pulang ke rumah."


Demikian Tara menutupi kebusukannya, supaya Tia percaya padanya.


"Mas, tapi di foto pernikahan tadi itu fotomu dan wanita yang tadi kemari?" Tia masih ragu dengan ucapan Tara.


"Sayang, di dunia yang serba canggih ini, di era komputer bisa saja orang itu mengedit fotoku seolah meniksh dengan wanita yang tadi kemari," Tara berkilah kembali.

__ADS_1


"Lagi pula perusahaan sedang berkembang pesat, banyak juva saingan bisnisku yang ingin menjatuhkanku," kata Tara meyakinkan Tia.


"Harusnya kalau memang ulah pesaing bisnis, menyerangnya lewat bisnis juga. Bukan lewat pribadi," Tia masih saja ragu.


"Kita bicarakan lagi nanti ya, sayang? aku sudah terlambat untuk menemui klien bisnisku." Tara berkali kecil ke arah mobilnya yang kebetulan masih ada di pelataran.


Tia memandang heran dengan Tara. Tapi dia tak bisa berkata apapun. Dia hanya diam menatap kepergian Tara, walaupun dalam gatinya masih di penuhi dengan sejuta tanda tanya.


Tia masih saja terbayang dengan kedatangan Laras yang menangis, dan kedatangan Reno yang memberikan bukti foto pernikahan antara Laras dan Tara.


"Aku tidak tahu, harus percaya dengan siapa? dan harus bagaimana cara mencari tahu tentang kebenarannya," Tia menghela napas panjang seraya melangkah masuk ke dalam rumah.


Sementara Tara melajukan mobilnya menuju ke rumah Laras.


"Aku heran, darimana mertuaku dan Laras mengetahui akan hal ini. Apa mungkin ini ulah Intan yang mengirim orangnya untuk mengintaiku? berarti mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati," gerutu Tara seraya terus melajukan mobilnya.

__ADS_1


Hatinya terus saja gelisah dan terus di liputi tanda tanya. Begitu pula dengan yang di rasakan oleh Reno yang terus saja emosi.


__ADS_2