Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Kegelisahan Intan


__ADS_3

Pagi menjelang, nasib baik sedang berpihak pada Laras dan Reno. Karena Saras berpamitan akan pergi bersama teman-teman sosialitanya.


"Pi, Laras. Mami akan pergi tapi sepertinya akan menginap. Teman sosialita mengadakan liburan ke Bali. Mungkin mami pergi bisa beberapa hari. Kalian nggak apa-apa kan, jika aku tinggal?" Sarasa sedikit ragu.


"Yah, Laras ikut boleh nggak?" Laras berpura-pura ingin ikut.


"Ya nggak bisalah, ini kusus buat mami dan teman-teman. Bukan acara keluarga," Jawab Saras sekenanya.


"Padahal aku juga sedang ingin ke Bali, mi." Laras tertunduk lesu.


"Lain waktu, kita adakan liburan sendiri ke Bali," Saras menyunggingkan senyuman.


Saras lekas pergi dengan membawa koper besar. Di depan pintu gerbang sudah datang jemputan untuk dirinya.


Beberapa menit kemudian, Reno mengajak Laras ke rumah Intan


"Yuk, kita ke rumah Bu Intan sekarang. Mumpung mami sedang pergi," Reno lekas masuk dalam mobil.


Laraspun demikian bersama Risky.


Reno melajukan mobilnya dengan segera menuju ke rumah Intan. Hatinya sungguh senang karena akan bertemu mantan istri yang masih dia cinta.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, sampailah mereka di apartement mewah milik Intan. Reno telah mengirim notifikasi chat pesan pada ponsel Intan. Kebetulan Intan sedang bermain ponsel, sehingga dia langsunh mengetahuinya jika Reno mengirim notifikasi chat pesan.


Intan langsung berlari ke luar ke arah pintu gerbang untuk membuka pintu gerbang. Bu Mita yang melihat Intan berlari langsung menegurnya.


"Nak, jalan saja. Ingat kalau kamu habis melahirkan," teriak Bu Mita.


Namun Intan tak menghiraukannya, karena rasa senangnya akan bertemu dengan Laras.


Laras sangat terkejut saat melihat siapa yang membukakan pintu gerbangnya.


"Loh, bagaimana bisa Bu Intan ada di rumah itu," batin Laras mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


Mobil langsung masuk ke halaman rumah. Mereka lekas turun dari mobil. Reno menjatuhkan pantatnya di sofa ruang tamu begitu pula dengan Laras dan Risky duduk di pangkuan Laras.


"Nggak salah lagi, pasti yang di maksud papi adalah Bu Intan ini. Bu Intan yang telah bersahabat denganku ternyata adalah ibu kandungku," batin Laras.


"Nak, inilah ibu kandungmu dan yang menggendong bayi adalah nenekmu," Reno mencoba memperkenalkanya pada Laras.


"Aku sudah lama kenal dengan Bu Intan, tapi aku sama sekali nggak tahu jika dia adalah ibu kandungku," kata Laras dengan mata berkaca-kaca.


"Ibu juga selalu merasa tak aneh saat dekat denganmu, seperti sudah tak asing lagi " Mata Intanpun berkaca-kaca.


Tiba-tiba keduanya saling berpelukan erat satu sama lain. Dan tangispun tak terelakkan.


"Jadi kalian berdua pernah bertemu?" Reno mengernyitkan alisnya.


"Bukan lagi pernah, tapi sering karena kami bersahabat," kata Intan sekenanya.


"Kamu dosa besar, Reno! kamu nggak tahu kan, bagaiman sulitnya Intan bertahan di tengah deritanya karena berpisaha dengan anaknya. Di saat Intan baru melahirkan, kamu mengambil paksa bayinya. Bahkan pasa saat itu juga kamu menalak Intan." Celoteh Bu Mita.


"Kamu jahat, Reno. Menikah siri tanpa persetujuan dari Intan terlebih dulu " kembali lagi Bu Mita berkata.


"Jadi apa yang di katakan papi padaku waktu itu benar, kasihan sekali ibu," batin Laras merasa iba.


Tak berapa lama, Laras dan Intan melepaskan pelukannya. Risky di ajak Bu Mita dan salah satu asisten rumah tangganya bermain di teras belakang. Sementara Intan, Reno, dan Laras bercengkrama di ruang tamu.


Tiba-tiba Reno bersimpuh di hadapan Intan. Dia menangis meminta maaf atas segala dosa dan salahnya di masa lalu.


"Intan, aku minta maaf atas segala kesalahanku di masa lalu. Sebagai penebus dosaku, makanya aku ingin mempertemukanmu dengan Larasati," Reno menunduk lesu.


"Jujur, sebetulnya aku belum bisa memaafkanmu. Karena ada akibat lain dari sebab yang kamu lakukan tempo dulu itu," pandangan Intan menerawang jauh.


"Apakah itu, aku akan membantumu menyelesaikan permasalahan yang terjadi padamu karena berhubungan dengan sebab yang aku lakukan dulu," Reno antusias sekali.


"Belum saatnya aku bercerita padamu, jika sudah waktunya nanti aku pasti akan memberitahumu," Intan menghela napas panjang.

__ADS_1


"Memangnya ibu ada permasalahan lain lagi selain ini, ibu?" Laras pun ikut penasaran.


"Iya, Nak. Ibu juga nggak tahu bagaimana cara penyelesaiannya, karena ini terlalu rumit," Jawab Intan seraya menatap sendu pada Laras.


"Aku bingung ya Allah, tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Laras jika mengetahui suaminya pernah menikah siri denganku," batin Intan.


"Aku sangat khawatir, jika suatu hari Laras membenci diriku karena masalah ini. Padahal aku sama sekali tidak mengetahui jika Tara telah beristri," batin Intan terus saja gelisah.


"Aku bahagia, pada akhirnya bisa bertemu dengan anak kandungku. Di sisi lain aku juga takut kalau suatu hari tabir rahasia ini terbongkar," batin Intan kembali.


Intan terus saja termenung karena memikirkan masalah itu. Dia tidak sadar jika dari tadi Reno dan Laras memperhatikannya.


"Pi, lihatlah ibu. Sepertinya dia sedang gelisah dan mempunyai permasalahan yang sangat serius," ucap Laras seraya pandangan matanya tak lepas menatap Intan.


"Iya, nak. Sebenarnya papi bersedia membantunya, tapi ibumu tidak mengatakan apa yang saat ini sedang menjadi permasalahannya," Reno juga menatap heran pada Intan.


"Bu, apakah ibu tidak apa-apa?" Laras mengusap lengan Intan yang membuatnya kaget.


"Astaghfiruloh alazdim, maafkan ibu ya Laras. Ibu malah asik melamun tiba-tiba ingat masa lalu. Saat melahirkanmu dan di bawa pergi papimu, kini tak terasa kamu sudah ada di depan mata ibu."


"Ibu masih belum percaya bisa bertemu denganmu. Padahal ibu sempat berpikir, jika selamanya takkan bertemu padamu."


Intan sengaja berbohong dengan apa yang sedang di lamunkannya saat ini. Karena dia belum siap menceritakannya pada Reno dan Laras. Entah sampai kapan, Intan akan memendam semua itu sendirian.


"Bu, kok aku nggak melihat suami ibu?" tiba-tiba Laras bertanya hal yang membuar jantungnya semakin berdegup kencang sekali.


"Anu, hem itu. Suami ibu sedang bekerja di luar negeri menjadi TKI baru berangkat beberapa hari lalu, sehingga tidak bisa menyapamu," jawab Intan berbohong.


"Bu, boleh nggak aku melihat foto suami ibu. Karena aku penasaran ingin melihatnya," pinta Laras menatap sendu Intan.


"Kebetulan ibu nggak punya, karena ponsel ibu yang lama sempat hilang. Ini ibu pake ponsel baru," Intan menunjukkan ponselnya.


"Bu, ponselnya sama sepertiku? sebelumnya ponselku juga hilang beserta nomornya," Laras menunjukkan ponselnya pada Intan.

__ADS_1


"Loh, bukannya ini ponselku? bagaimana bisa ada pada Laras?" batin Intan di penuhi oleh tanda tanya.


************


__ADS_2