Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Penolakan Reno & Laras


__ADS_3

Sepeninggal Laras dan Reno, Saras merasa kesepian tinggal di rumah seorang diri. Beberapa kali, dia mencoba menghubungi Laras maupun Reno, tapi nomor ponsel tidak ada yang aktif.


"Penyesalan memang datangnya terlambat, aku terlalu egois dan memaksakan keinginanku pada suami dan anakku, kini aku kesepian seorang diri."


"Tak ada lagi suara tangisan ataupun tawa dari, Risky. Tak ada lagi suara Laras ngomel-ngomel kerap kali Risky susah di atur. Tak ada lagi suara Mas Reno meminta kopi dan makan padaku."


"Semua hilang lenyap bagaikan debu, bersama dengan kesombonganku. Sekarang aku baru menyadari, jika harta yang paling berharga adalah keluarga."


"Ternyata percuma saja, aku punya banyak harta tetapi hidup seorang diri. Lantas siapa yang akan mengurusku di masa tuaku kelak? di kala aku sudah tak berdaya?"


"Betapa sombongnya aku, bahkan merendahkan Mas Reno dan Laras. Seolah mereka itu tak bisa apa-apa tanpa diriku."


"Aku telah meremehkan kemampuan mereka. Ternyata sampai detik ini, mereka tak kembali padaku? apakah mereka kembali pada, Intan?"

__ADS_1


"Betapa bodohnya aku, melepaskan mereka begitu saja."


Terus saja Saras menggerutu sendiri tiada henti, berkeluh kesah atas tindakan bodohnya yang telah mengusir Reno dan Laras. Kini dia menyadari jika harta yang paling indah adalah keluarga.


"Aku harus mencari kemana lagi, keberadaan Laras dan Mas Reno. Jika aku mengerti rumah, Intan. Sudah aku samperin mereka, tapi apa mungkin, Mas Reno ada di sana? sedangkan Intan telah menikah lagi."


"Loh, bukannya Intan sudah menikah dan kalau nggak salah, waktu itu sedang hamil. Tapi ini..apa Intan telah berpisah dengan suami keduanya, dan sekarang ini suami ketiganya?"


Saras masih saja melamunkan Reno, Saras, dan Intan. Dia terus saja memikirkan keberadaan mereka.


Ketika Laras belanja untuk kebutuhan toko sembakonya bersama Reno dan Riksy, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Saras.


"Mas Reno, Laras. Kalian sekarang tinggal di mana? sejak kalian pergi, aku mencari kalian tapi tak pernah ketemu. Apakah nomor ponsel kalian telah ganti?" tiba-tiba Saras bergelayut manja di lengan Reno.

__ADS_1


Secepat kilat Reno menepiskan tangan Saras.


"Bukannya kamu yang menginginkan kami pergi, lantas untuk apa kamu mencari kami? kamu bisa lihat kan, walaupun tanpa uang sepeserpun darimu, kami bisa menghidupi diri kami sendiri," Reno mendengus kesal.


"Pi, aku minta maaf. Sebaiknya kalian kembali kerumah ya?" Saras membujuk Reno dan Laras untuk kembali ke rumah.


"Nggak, justru aku akan mengurus perceraian kita. Kamu pikir kami tak punya harga diri? sudah cukup kamu menghina, merendahakan kami. apa kamu nggak sadar, selama ini kamu sering menghinaku, tak pernah menghargaiku sebagai suamimu! Laras ayuk kita pergi," Reno menggendong Risky mengajak Laras pergi dari hadapan Saras.


"Tunggu, Laras coba kamu bujuk, papi supaya pulang kerumah." Saras mencekal lengan Laras.


"Maaf, mi. Keputusan ada di tangan, papi. Sebenarnya apa yang di katakan, papi asa benarnya. Lagi pula kami sudah nyaman dengan usah baru kami." Laras perlahan menepis cekalan tangan Saras.


"Ya Allah, tolong hamba. Supaya anak dan suami, hamba bersedia kembali ke rumah," gerutunya seraya terus menatap kepergian Laras dan Reno.

__ADS_1


Sepintas terpikir oleh Saras, untuk mengikuti kepergian Laras dan Reno. Saras lekas berlari ke arah mobilnya dan mengikuti laju sepeda motor yang di lajukan oleh Reno.


*****


__ADS_2