Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Kembali Terpuruk


__ADS_3

Sesampai di restoran cabang pertama, ada beberapa orang dari pihak pemadaman kebakaran yang telah memeriksa penyebab terjadinya kebakaran. Mereka mengatakan ada tabung gas yang bocor. Sehingga meledak dan mengakibatkan api dimana-mana


"Papah merasa janggal dengan penjelasan dari salah satu petugas pemadam kebakaran. Entah kenapa kok seperti ada unsur kesengajaan," Keano mengernyitkan alisnya.


"Menurut papah, ada yang dengan sengaja membakar restoran, mamah?" Kevin merasa penasaran.


"Ya, seperti itu. Masa tiga restoran sekaligus? di pikir secara logika, jika ini suatu musibah nggak mungkin terbakar semua dan kejadian hanya selisih beberapa menit dari terbakarnya restoran yang satu dengan restoran lainnya," tukas Keano.


Kini mereka mengecek ke restoran cabang kedua. Salah satu pemadam kebakaran menyatakan jika hal ini terjadi karena konsleting listrik.


Hal serupa juga terjadi di restoran cabang ke tiga, dimana salah satu petugas kebakaran mengatakan hal yang sama. Yakni arus pendek dan terjadi konsleting listrik.


Setelah mengetahui jika ketiga restoran memang telah terbakar, Keano mengajak Kevin ke apartement Intan.


Sementara Intan terus saja menangis, karena dia saat ini mengalami kerugiam yang amat besar. Dia menelpon Monica jika tidak menyanggupi pesanannya.

__ADS_1


Intan meminta maaf Monica karena telah mengecewakannya. Itu semua juga bukan keinginannya. Sejenak Intan bercerita di dalam panggilan telpon, jika saat ini sedang terkena musibah. Ketiga restorannya terbakar semuanya.


Untung saja Monica seorang wanita yang bijaksana sehingga dia tidak lekas marah atau tidak terima dengan batalnya pesanannya.


"Ya Allah, kasihan sekali Bu Intan. Harus mengalami kerugian yang tidak sedikit. Kok bisa ya, tiga restorannya sekaligus terbakar dalam waktu yang bersamaan," gerutu Monica merasa ragu.


Intan juga bisa bernapas lega, saat Monica bisa memahami akan keadaannya saat ini.


"Alhamdulilah ya, Allah. Bu Monica, tidak marah. Dia bisa memahami keadaanku saat ini," sepenggal ucapan syukur Intan di dalam hati.


Baik Intan maupun Atin sebenarnya merasa ada kejanggalan. Mereka curiga jika hal ini ada suatu unsur kesengajaan. Akan tetapi, tidak ada bukti yang kuat untuk bisa mengejar pelaku pembakaran ini.


"Intan, kamu yang sabar ya. Nggak usah di sesali apa yang sudah terjadi, aku akan bantu kamu," Keano memberi penghiburan pada Intan.


"Ya, mas. Aku akan mencoba ikhlas menerima musibah ini, walaupun aku masih sangat sulit menerimanya. Karena aku mengawali semua ini seorang diri, dari nol pula," terasa buliran bening keluar kembali dari matanya.

__ADS_1


"Ya Allah, berikanlah hamba kekuatan dalam menghadapi ujian hidupku ini," sepenggal doa Intan di dalam hati.


"Lebih baik sekarang kamu istirahat kembali, besok aku akan temani berkeliling ke restoranmu,"saran Keano.


"Tapi aku nggak akan bisa tidur dalan kondisi seperti ini," Intan menghela napas panjang.


"Setidaknya rebahkanlah tubuhmu, supaya bisa rileks," saran Atin.


Atin merangkul Intan membawanya ke kamar lagi, supaya bisa beristirahat. Sementara Keano dan Kevin tidur di ruang tamu.


"Bu, kasihan sekali anak kita. Baru saja selesai permasalahannya dengan suami sirinya. Kini harus mengalami hal lebih buruk."


"Iya, pak. Ibu juga nggak habis pikir, masa semuanya sekaligus restorannya terbakar."


Bu Mita dan Bapak Yogi sedang bercengkrama.

__ADS_1


******


__ADS_2