
Reno sangat kesal, dan menepis paksa tangan Saras.
"Lepaskan, aku hanya ingin sekedar menyapa. Seperti apapun dia tetaplah ibu kandung, Laras!"
"Aku tahu itu, mas. Tapi aku nggak suka jika kamu mendekatinya, walaupun cuma sekedar menyapa! kamu pikir aku nggak tahu jika di dalam hatimu masih menyimpan rasa!" Saras kembali memegang tangan Reno.
Saras mencoba membawa Reno pergi, tapi Reno tetap kukuh membalikkan badannya untuk mengejar Intan yang masuk ke dalam restoran. Padahal Intan sama sekali tidak menghiraukan Reno.
"Mas-mas." Saras mengejar Reno yang masuk dalam restoran.
Namun Reno tak menghiraukan panggilan Saras, dia malah terus menghampiri Intan. Sikap Reno membuat Saras bertambah kesal pada Intan.
"Intan, tunggu." Reno mengejar Intan.
Intan yang sedang berjalan bersama Kevin, menoleh dan berhenti sejenak. Akan tetapi hal yang tidak di inginkan terjadi.
__ADS_1
Secara tiba-tiba, Saras mencekal lengan Intan. Sontak Intan terhenyak kaget, dia menepis keras cekalan tangan Saras.
"Apaan sih, main kasar!" bentak Intan menatap sinis pada Saras.
Reno yang melihat perilaku Saras pada Intan, ikut menjadi kesal.
"Sudah aku bilang, aku hanya ingin berbicara sebentar dengannya. Kenapa kamu tak pernah mendengarkan ucapan suami!" bentak Reno melotot pada Saras.
"Mas, kok kamu malah membelanya?" Saras mengernyitkan alis seraya mengerucutkan bibirnya.
Semua yang sedang makan menjadi terpancing menatap ke arah Reno dan Saras yang menjadi sasaran bentakan Intan.
Saras melangkah cepat menghadang langkah Intan. Intan merasa geram, melihat Saras yang menghadang langkahnya. Kevin juga ikut kesal melihat tingkah Saras. Akan tetapi saat Kevin akan menghardik Saras, Intan melarang dengan menatap Kevin seraya menggelengkan kepalanya.
"Saras, ada apa lagi sih? aku sedang banyak pekerjaan, nggak ada waktu untuk meladeni perdebatanmu." Intan menatap sinia pada Saras.
__ADS_1
"Gayanya, punya satu restoran saja belagu. Pakai ngomong ini restoranmu juga, jangan terlalu bermimpi. Dua restoran tapi yang satu tutup nggak laku kan? pake mengatas namakan restoran ini punyamu segala?" Saras tersenyum sinis pada Intan.
"Aku jadi ingat saat kamu mengatakan restoranku yang tutup, biarpun kamu yang telah membuat onar. Tapi alhamdulilah, kini restoranku telah beroperasi kembali, bahkan lebih ramai dari sebelumnya. Fitnahanmu tak berlangsung lama, sebenarnya aku ingin melaporkanmu dan Bu Tuti ke kantor polisi, tapi aku berpikir sejelek apapun dirimu telah merawat Laras dengan baik, sehingga aku mengurungkannya," Intan tersenyum sinis.
Tak berapa lama, Reno telah datang dan menarik paksa lengan Saras untuk segera pergi dari restoran Intan.
"Ayok pulang, bikin malu saja!" paksanya pada Saras.
Dengan sangat terpaksa Saras mengikuti langkah kaki Reno. Walaupun sebenarnya Saras masih ingin melabrak Intan.
Intan bisa bernapas lega saat melihat kepergian Reno dan Saras. Intan melanjutkan langkahnya kembali menuju ke ruangan personalia bersama Kevin.
"Mah, seharusnya tadi mamah nggak usah menghalangi menghajar wanita bermulut comberan tadi. Supaya dia tidak terus mengganggu, mamah," Kevin sangat kesal saat ingat ulah Saras.
"Nanti malah semakin panjang kasusnya, sudahlah kita nggak usah terpancing emosi nggak baik loh, jadi cepat tua loh," Intan terkekeh.
__ADS_1