Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Tara Di Sekap


__ADS_3

Sementara saat ini Tara bagaikan seorang tawanan orang tua Mona. Dia di tempatkan di sebuah kamar mewah, tapi di jaga oleh beberapa anak buah Delta.


"Sial banget, kenapa aku harus mengalami hal seperti ini? di sekap bagaikan seorang tawanan," gerutu Tara mondar mandir di kamar mewahnya.


Datanglah Mona masuk ke dalam kamar untuk memberikan makan siang pada Tara.


"Mas Tara, makanlah. Tadi pagi kamu tak memakan sarapanmu. Kini makanlah makan siang ini, supaya kamu nggak sakit." Mona mencoba menyuapi Tara, tapi dia membungkam mulutnya sendiri.


"Mas, aku mohon kamu makan. Karena aku nggak ingin kamu menjadi sakit. Ingat mas, ada anak kita yang masih membutuhkanmu." Mona meraih satu tangan Tara dan meletakkannya di perutnya yang masih rata.


Namun secepat kilat Tara menyingkirkan tangannya sendiri dari perut Mona. Membuat Mona sedikit geram padanya.


"Mas, kamu ini kenapa sih? di baikin kok seperti ini?" Mona bangkit dari duduknya seraya meletakkan nampan makannya di meja.

__ADS_1


"Baik yang bagaimana? aku di kurung seperti ini kamu katakan baik? yang benar saja!" Tara merajuk.


"Mas, jika kamu tak di kurung bisa lari dari dari tanggung jawabmu padaku. Aku nggak ingin hal itu terjadi," ucap Mona memberi pengertian pada Tara.


"Aku sudah menuruti kemauanmu, untuk menceraikan Tia. Aku akan menikahimu tapi menunggu waktu yang tepat. Nggak mungkin aku baru cerai dari Tia langsung menikahimu, setidaknya tunggu beberapa bulan lagi," Tara melirik sinis pada Mona seraya mendengus kesal.


"Menunggu beberapa bulan lagi, sampai perutku terlihat besar baru kamu menikahiku? mana janjimu dulu yang kamu ucapkan di saat merayuku untuk mendapatkan kehormatanku?" Mona mencoba mengingatkan akan apa yang pernah Tara janjikan padanya.


"Maaf, mas. Aku harus bertanya dulu pada papah. Aku nggak ingin di salahkan oleh papah, mas." Mona menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Ya sudah, aku selamanya akan mogok makan. Supaya mati dan anak kita tak punya papah," Tara pura-pura mengancam Mona.


"Jangan seperti itu, mas. Masa belum saja kita menikah, aku sudah menjanda? ih, amit-amit dah. Pokoknya nanti aku bujuk papah supaya mengijinkanmu keluar, tolong sabar sedikit saja," ucap Mona.

__ADS_1


Sementara orang tua Mona sedang bercengkrama berdiskusi dengan Monica dan Momoy.


"Pah-mah, parah banget sih, Mona? aku khawatir kedepannya belum tentu rumah tangganya bahagia, di lihat dari perilaku pria yang suka sekali selingkuh," ucap Mona menggelengkan kepala.


"Ka, kalau tidak di nikahkan bagaimana nasib bayi yang sedang di kandung, Mona?" kilah Momoy.


"Maka dari itu, papah dan mamah sedang pusing dan bingung. Mau di nikahkan atau tidak?" Delta memijat pelipisnya.


"Mamah sampai sekarang nggak habis pikir dengan adikmu. Berbuat nekad sampai sejauh itu. Masih mending jika status masih lajang, lah ini suami orang," Desny menggelengkan kepalanya seraya menghela napas panjang.


Selagi asik mereka bercengkrama, datanglah Mona langsunh menghadap Delta. Dia mencoba membujuknya untuk bersedia membebaskan Tara dari sekapan. Delta tetap pada pendirian, dia tak akan membebaskan Tara selama Tara belum menikahi Mona.


********

__ADS_1


__ADS_2