Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Aktifitas Dua Pasang Pengantin Baru


__ADS_3

Waktu sarapan hanya sekejap mata, Kevin berpamitan berangkat ke kampusnya, sedangkan Keani masih betah di rumah.


"Mah, bagaimana kalau hari ini kita ke kelurahan untuk membuat KK baru dan akte untuk Adam. Supaya suatu saat nanti, mantan suamimu tidak bisa mengambil Adam dengan seenaknya," pinta Keano.


"Bagus juga idemu, pah. Aku juga tak ingin berurusan kembali dengannya, sudah cukup luka yang dia toreh padaku," wajah Intan murung kala ingat masa lalunya yang penuh luka.


"Mah, sudahlah. Jangan kamu mengingat masa lalumu itu, jangan kamu menoleh kebelakang. Kini fokuslah menatap ke depan di mana ada aku, Adam dan Kevin," Keano mencoba menghibur Intan.


"Maaf ya, pah. Nggak seharusnya aku mengingat masa laluku," Intan merasa tak enak hati pada Keano.


"Nggak perlu minta maaf, kamu nggak bersalah," Keano mengusap surai hitam Intan.


"Pah, apa nggak sebaiknya urusan pembuatan KK dan akte di handle pengacaraku saja? supaya kita bisa melakukan aktifitas lainnya?" saran Intan.

__ADS_1


"Benar juga saranmu, mah. Memangnya mamah ada acara lain atau kita akan honeymoon atau bagaimana?" tukas Keano.


"Pah, umur kita sudah bukan remaja lagi. Jadi menurutku tak perlu acara honeymoon, tapi kalau papah menginginkanya sih mamah nggak menolak. Karena papah kan kepala keluarga yang berhak memutuskan semuanya," Intan menyunggingkan senyuman.


"Nggak lah, mah. Kita nggak usah pake acara honeymoon, tapi papah akan sering mengadakan wekeend bersama mengajak orang tuamu juga biar seru," tukas Keano.


Sejenak Intan menelpon pengacara pribadinya yakni Pak Imron untuk mengurus pembuatan KK baru dan akte untuk Adam.


"Sebentar lagi, Pak Imron akan kemari, pah. Katanya kita siapkan saja persyaratan lengkap, nanti tinggal beliau yang mengurusnya," tukas Intan.


Selanjutnya Intan meminta ijin ingin mengurus perusahaan espedisinya. Intan berpikir perusahaan expedisinya terbengkalai tidak ada yang mengurusnya.


"Pah, boleh nggak mamah mengurus perusahaan expedisi?" tanya Intan meminta persetujuan pada Keano.

__ADS_1


"Boleh, mah. Tapi tidak untuk sekarang ini, karena aku masih ingin bersenang-senang bersamamu untuk beberapa hari kedepannya. Aku juga ingin memiliki momongan darimu, mah," Keano menggaruk tengkuknya yang tak gatal seraya menunduk malu.


"Hem, ok bos. Apapun yang papah inginkan akan mamah kabulkan, karena papah adalah imamku," Intanpun tertunduk malu dengan merona pipinya.


"Terima kasih, mah. Kamu memenuhi permintaanku, aku janji tak kan mengekangmu kok. Aku hanya ingin bermanja ria saat ini," kembali lagi Keano salah tingkah.


Sementara kemesraan juga di rasakan oleh sepasang pengantin baru Atin dan Rendy. Mereka sedang berbunga-bunga dihiasi cinta dan kasih sayang.


Saat ini mereka sedang honeymoon ke Kuta Bali. Ini juga atas permintaan Atin. Dia tak ingin honeymoon ke tempat yang jauh, walaupun Rendy bersedia memenuhinya jika Atin menginginkan.


"Sayang, kenapa kamu memilih kita honeymoon di Kuta Bali ini? kenapa nggak ke Jepang, Australia, atau ke negara yang saat ini sedang marak untuk mengadakan honeymoon?" tukas Rendy seraya mengecup tengkuk leher Atin.


"Untuk apa jauh-jauh, mas. Hanya membuang uang saja, kalau menurutku mending uang di tabung saja," tukas Atin.

__ADS_1


Atin mempunyai sifat yang sedikit memperhitungkan untung dan ruginya. Dia bukan wanita yang suka menghamburkan uang.


******


__ADS_2