Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Honeymoon Ke Bali


__ADS_3

Atin tak suka kemewahan, seperti kebanyakan wanita yang suka barang branded atau bersosialita. Dia lebih suka bersedekah pada orang yang membutuhkan.


"Mas, dari pada uang untuk pergi ke luar negeri, bagaimana kalau sebaiknya kita gunakan untuk bersedekah saja?" saran Atin menaik turunkan alisnya.


"Subahanallah, istriku memang sangat bijak dalam mengambil suatu keputusan. Aku sangat bersyukur karena tak salah dalam memilih istri," Rendy mencium Atin berkali-kali.


"Mas, sudah dong. Malu tuh di lihat orang banyak," Atin merasa malu saat Rendy menciuminya di depan orang banyak.


"Biarkan saja, sayang. Kita kan suami istri, jadi wajar nggak apa-apa. Selagi apa yang kita lakukan masih batas wajar," Rendy terkekeh.


"Jangan begitulah, mas. Jangan mengumbar kemesraan atau kemarahan di depan banyak orang. Bagiku rasanya kurang etis," Atin mencoba menasehati suaminya.


"Maaf ya, mas. Bukannya aku mencoba mengguruimu, mas. Bukannya suami istri saling mengingatkan?" Atin menangkupkan kedua tangannya di dada karena merasa tak enak hati, khawatir suaminya menjadi tersinggung oleh perkataannya.

__ADS_1


"Sayang, kok kamu seperti ini. Justru aku senang, istriku perhatian padaku. Mengingatkanku akan hal yang tak baik supaya aku tak mengulangnya lagi." Rendy menurunkan kedua tangan Atin yang masih menangkup di dada.


Rendy merengkuh Atin dalam pelukannya.


"Sayang, sepulang kita dari sini, kita akan langsung bersedekah. Menurutmu kita akan kemana, sayang? yayasan panti asuhan atau panti wreda?" Rendy minta saran yang tepat dari Atin.


"Keduanya bagus, mas. Kalau bisa di bagi rata saja, misalkan yang mau kita sedekahkan dua ribu, ya masing-masing seribu. Bagaimana, mas? itu hanya sebagai perumaan bukan berarti kita benar-benar bersedekah seribu rupiah," Atin terkekeh dalam pelukan Rendy.


"Subahanallah walhamdulillah, aku sangat bersyukur ya Allah. Engkau telah menganugerahkanku istri yang bijaksana dan solehah. Sebelumnya aku berpikir jika Atin ini tomboy dan sikapnya juga seperti pria. Tetapi ternyata aku salah," batin Rendy mengucap syukur.


Seperti saat ini mereka sedang menikmati indahnya sunset di pantai Nyang-nyang, Kabupaten Badung. Pantai yang ramah lingkungan, bersih tidak ada sampah berserakan sama sekali.


Pantai yang tak begitu ramai pengunjung, karena di Kuta Bali banyak sekali tempat wisata berupa pantai.

__ADS_1


Hari-hari selanjutnya mereka merambah ke Pura Tanah Lot, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Pura Luhur Uluwatu, Obyek Wisata Kintamani.


Bali sangat terkenal karena pesona keindahan alamnya, yang memang tiada duanya. Itu sebabnya wisatawan mancanegara rela terbang ke Bali demi mendapatkan pesona alam yang tidak ada di negara asalnya.


"Sayang, usulmu nggak salah ya? memilih honeymoon ke Bali, ternyata di sini banyak sekali tempat wisata alam yang indah luar biasa," tukas Rendy seraya merebahkan tubuhnya di pembaringan.


Saat ini mereka sudah berada di kamar hotel karena waktu telah menjelang malam. Saatnya untuk mereka istirahat setelah seharian berkeliling di tempat wisata.


"Aku juga penasaran, mas. Karena cuma mendengar dari mulut ke mulut kalau katanya di Kuta Bali banyak tempat wisata alam. Makanya aku mengajakmu kemari. Aku kan kudet, mas." Atin tersipu malu.


"Oalah, aku pikir kamu pernah kemari? itu kudet kudet apaan sih?" Rendy mengernyitkan alisnya.


"Kudet itu kurang up date, aku kan bagai katak dalam tempurung, mas. Sama sekali tak pernah healing atau jalan-jalan, waktu kuhabiskan di kios pasar bersama bapak. Jika kios tutup, aku lebih suka di rumah," penjelasan Atin panjang lebar.

__ADS_1


********


__ADS_2