Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Kedatangan Orang Tua Mona Di Rumah Tara


__ADS_3

Baik Tia dan Mona sangat kesal melihat Tara yang hanya diam saja tak berkata apapun. Selagi semua diam tak berkata, tiba-tiba ada tamu sepasang suami istri paruh baya, yang membawa begitu banyak anak buah.


Mereka main nyelonong saja masuk rumah Tara, walaupun sepasang asisten rumah tangga telah menegurnya.


"Mona."


"Mamah-papah, darimana kalian tahu keberadaanku?" Mona panik dan ingin berlari pergi.


Namun secepat kilat Delta mencekal lengan Mona.


"Mona, kamu mau kemana? kami tidak akan memaksamu lagi untuk menikah dengan Riky," Delta berkata lirih.


"Iya, nak. Kami kemari ingin berdamai denganmu, dan tak ingin kamu pergi lagi," Desny mencoba meyakinkan Mona.


"Kalian bohong, tapi untuk apa kalian membawa begitu banyak anak buah?" Mona gemetar ketakutan.


"Hanya sekedar untuk berjaga-jaga, kamu tahu sendiri saingan bisnis papahmu itu terlampau banyak," tukas Desny.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang kita pulang, nak. Dan kamu lanjutkan lagi kuliahmu yang terbengkalai," Delta ikut membujuk Mona.


"Nggak, pah. Aku sudah tidak ingin melanjutkan kuliah, tapi aku ingin menikah dengan pria pilihanku," tukas Mona tegas.


"Menikah? setahu papah, kamu itu belum memiliki kekasih?" Delta mengernyitkan alisnya.


"Ya itu dulu, pah. Tapi sekarang aku sudah memiliki kekasih yang sangat aku cinta," Mona menjelaskan pada Delta dan Desny.


"Baiklah, nak. Kami akan menuruti kemauanmu, tapi sekarang lebih baik kamu pulang dulu," kembali lagi Delta merayu membujuk Mona supaya bersedia pulang.


"Kenapa papah nggak bertanya siapa pacarku dan apa kerjanya?" Mona mengerucutkan bibirnya.


"Mungkin saja, pah. Karena pacarku ada di sini, pah," tukas Mona sekenanya.


"Baiklah, kalau dia di sini. Cepat panggil, mamah dan papah ingin bertemu," Delta celingukan seraya mencari seseorang.


"Ini, pah. Dia pria yang sangat aku cinta. Saat ini aku sedang mengandung anaknya, makanya aku ingin segera menikah dengannya secepatnya..Tapi dia terus saja berkilah," Mona menunjuk pada Tara seraya menatap sinis.

__ADS_1


Delta menoleh ke arah Tara, secepat kilat mencengkeram kerah baju Tara.


"Jangan seenaknya kamu mempermainkan anak gadisku, apa lagi setelah apa yang telah kamu lakukan pada anakku! Jika kamu nggak mau bertanggung jawab, akan aku remukkan tubuhmu dengan tanganku ini!" bentak Delta melotot pada Tara.


Tiba-tiba dua pukulan mendarat ke perut Tara. Spontanitas, Tara mengerang kesakitan.


"Ampun, om. Saya janji akan bertanggung jawab dengan apa yang saya lakukan pada Mona. Tapi tidak secepat ini, karena pernikahan membutuhkan banyak persiapan," Tara mencoba bernegosiasi.


"Kamu nggak usah khawatir tentang semua persiapan, biar kami yang mengaturnya. Tinggal turuti kemauan kami saja!" Delta berkata lantang.


"Pah, tapi dia belum bisa menikahku, karena statusnya masih beristri. Dan yang ada di sampingnya itu istrinya," tanpa ada rasa malu sedikitpun, Mona menunjuk ke arah Tia.


"Apa?" Delta yang sedang mencengkeram lengan baju Tara, tiba-tiba menghempaskan Tara begitu saja karwna sangat kaget mendengarnya.


"Mona, apa benar yang kamu katakan?" Desny mengernyitkan alisnya.


Delta hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela napas panjang. Dia tak menyangka perbuatan anak bungsunya sudah terlampau jauh.

__ADS_1


*****


__ADS_2