
Kabar kaburnya Saras sempat membuat keluarga Intan dan keluarga Reno panik dan gelisah serta khawatir. Akan tetapi Intan bisa bernapas lega karena suaminya bertindak cepat, dengan mempekerjakan banyak orang untuk selalu waspada menjaga rumah atau kemana pun dirinya pergi selalu di kawal.
Sudah sebulan kabar kaburnya Saras, akan tetapi belum ada kabar tentang berhasilnya Saras di tangkap kembali.
"Pah, sudah satu bulan berlalu tapi kok Saras belum juga di temukan keberadaannya. Bagaimana ini, pah? Aku belum tenang kalau Saras masih berkeliaran bebas di luaran sana," Intan menghela napas besar.
"Mah, jangan terlalu memikirkan hal itu. Fokus saja pada anak-anak, dan yakinlah serta positif tinking semuanya akan baik-baik saja. Kita perbanyak doa saja, mah," Keano mencoba menghibur Intan.
Sementara saat ini Saras dan dua temannya telah kembali ke tanah air. Saras memakai identitas palsu dengan nama baru Rindy. Dua temannya bernama Rina dan Rani.
Rindy mengajak kedua temannya tinggal di rumah kontrakan.
"Aku minta maaf, untuk sementara waktu kita tinggal di kontrakan dulu nggak apa-apa kan? karena aku belum sempat mencari rumah untuk kita tempati," tukas Rindy pada Rina dan Rani.
"Santai saja, bos. Kita kan selama ini bersama, kami juga tahu kok posisi bos," tukas Rina.
__ADS_1
"Rencana bos selanjutnya apa nech?" tanya Rani menautkan alisnya.
"Kenapa kalian memanggilku, bos? kita kan seperjuangan, panggil namaku saja, Rindy," tukas Rindy.
"Nggak apa-apa, kami sudah nyaman dengan panggilan tersebut. Tolong terima saja," tukas Rina.
"Ya sudah terserah kalian saja, tapi aku sama sekali tak menganggap kalian bawahanku tapi kalian teman baikku." Rindy memeluk kedua temannya.
"Kalian tenang saja, aku sudah punya rencana untuk langkah selanjutnya. Kalian temani aku mencari informasi tentang ruko yang akan di jual. Aku akan membeli ruko, untuk usaha kalian berdua."
"Sedangkan aku akan menlancarkan aksi balas dendamku pada orang yang telah membuatku masuk dalam penjara."
Mendengar penuturan dari Rindy, kedua temannya merasa kurang setuju dengan saran yang di berikannya.
"Jika bos ingin balas dendam, kami siap membantu kok. Janganlah sungkan dan jangan di hadapi seorang diri, bos," tukas Rina.
__ADS_1
"Tak usah, kalian sudah banyak membantuku sehingga aku bisa kabur dari penjara. Aku nggak ingin kalian ikut terseret dalam masalah pribadiku."
"Aku ingin kalian memulai hidup baru, dan aku akan membuka ruko untuk usaha toko sembako," tukas Rindy.
"Baiklah, bos. Kami akan menuruti kemauan bos, terima kasih atas segala kebaikannya," tukas Rani.
Mereka bertiga mencari informasi tentabg ruko yang akan di jual. Keberuntungan sedang berpihak pada mereka.
Ada satu ruko yang akan di jual, ternyata ruko tersebut adalah milik Laras. Kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Saras.
"Bukannya yang di facebook ini adalah foto ruko milik Laras, alamatnya juga aku masih ingat. Kenapa Laras menjual rukonya? wah, ini kesempatan emas supaya aku bisa membalas, Reno," Rindy menyeringai sinis.
Lantas dia mengajak Rina dan Rani ke lokasi ruko yang akan di jual tersebut. Rindy alias Saras penasaran ingin mengatahui alasan apa Laras menjual rukonya.
Perjalanan hanya memakan waktu beberapa menit, mereka bertiga telah sampai di ruko Laras.
__ADS_1