
Waktu berlalu begitu cepatnya, kini Reno telah pulih sediakala. Kabar baik ini justru membuat Rindy sangat emosi, karena kembali lagi usahanya gagal.
"Sialan, bagaimana bisa Mas Reno kini pulih. Padahal racun yang ku suntikan waktu itu dosis yang paling tinggi. Sungguh di luar nalar manusia."
"Lelah juga aku kalau begini caranya, sudah banyak aku mengeluarkan uang untuk mencelekai, Mas Reno dan Intan. Tapi tidak juga membuahkan hasil."
"Ternyata suami, Intan yang sekarang sangat cerdik hingga dia menyewa banyak orang untuk selalu menjaga, Intan dan keluarga."
"Haduh, apa aku sudahi saja ya? dendamku ini pada, Mas Reno dan Intan? karena semua hanya sia-sia saja."
Rindy mulai mengeluh dan merasakan lelah karena usaha yang di lakukannya untuk menyingkirkan, Reno dan Intan tak kunjung berhasil. Selalu saja mengalami kegagalan.
Dia pun bercerita pada dua temannya tentang kegelisahan dirinya.
"Menurut kalisn bagaimana? kita sudah berkali-kali mencoba menghabisi msuh-musuhku. Tapi seolah mereka itu mempunyai seribu nyawa," tukas Rindy.
"Bos, mungkin memang sudah waktunya kita untuk benar-benar bertobat. "
"Iya, bos. Kami khawatir jika bos berusaha lagi, malah akan tertangkap basah. Apa nggak sebaiknya, kita hentikan saja semuanya?"
__ADS_1
Pendapat dari dua temannya itu membuat, Rindy berpikir lagi.
"Ada benarnya juga apa yang mereka katakan. Beberapa kali aku berusaha melenyapkan, Intan tapi selalu terhalang oleh para pengawalnya. Bahkan ada satu orangku yang sempat tertangkap, tapi bisa melarikan diri. Jika tidak, mungkin kini orangku melaporkan jika aku yang telah memerintahnya," batin Rindy.
"Jika hal itu terjadi, pasti aku akan masuk penjara lagi. Sepertinya memang aku harus menghentikan aksiku ini. Baiklah, aku akan berusaha ikhlas."
Batin Rindy memutuskan untuk berubah, dia tak ingin masuk penjara untuk yang ke dua kalinya.
Sementara di suatu tempat, kini Tara tengah hidup sengsara. Dia sudah di usir oleh Monalisa, karena kedapatan bermain dengan wanita lain.
"Sial, baru sebentar merasakan hidup enak menjadi direktur malah ketahuan aku selingkuh dengan Si Marni," batin Tara.
Beberapa bulan terakhir, Tara di angkat menjadi direktur oleh Delta. Akan tetapi dia menyalahi aturan.
Yang namanya bangkai di sembunyikan pasti akhirnya tercium juga. Lambat laun ada yang melaporkannya pada Delta dan Monalisa.
Dan Delta serta Mona juga sempat melihatnya sendiri. Alhasil, tanpa ada rasa ampun sedikit pun, Monalisa langsung saja mengusir, Tara.
Walaupun Tara meminta ampun dan berjanji takkan mengulangnya lagi, tapi hal itu tidak membuat hati, Monalisa tergerak.
__ADS_1
"Nak, kamu lihat sendiri kan? seperti apa sifat suamimu! papah sudah menuruti maumu, untuk mengangkat derajat suamimu dengan tidak mempekerjakannya di bagian staf, melainkan menjadi di rektur. Tapi apa yang telah dia perbuat sungguh sangat memalukan!" Delta mendengus kesal.
"Pah, sudahlah. Jangan terus menyalahkan, Mona. Toh sekarang, Tara sudah di usir oleh anak kita. Lagi pula, ini bukan kesalahan, Mona sepenuhnya," Desny mencoba meredam emosi suaminya.
"Pah, tolong maafkan aku. Mulai hari ini dan selamanya aku tidak akan membantah lagi, tapi akan menurut semua ucapan papah."
Mona menangkupkan kedua tangannya di dada seraya tertunduk ketakutan melihat kemarahan, Delta.
Sejenak Delta menghela napas panjang, dia pun tak tega dengan putri bungsunya.
"Baiklah, papah maafkan kamu. Tapi tidak untuk lain kali jika kamu mengulang hal ini lagi," tukas Delta mencoba tersenyum.
Kini kehidupan aman dan damai, Intan telah bahagia bersama suami dan ketiga anaknya. Begitu pula dengan Reno dan Laras telah sukses menjalankan usaha restoran yang di modali oleh, Intan.
Sampai detik ini, Laras sama sekali tak mengetahui jika Intan pernah menjadi madunya. Semuanya menutup rapat rahasia ini.
******** T H E E N D*****
Para readers, author minta maaf jika karyanya tak seindah karya author pemes. Tapi author akan berusaha membuat karya yang lebih indah.
__ADS_1
Terima kasih untuk para reader yang telah setia menyimak semua karya-karya author yang baru tahap belajar.
Doa yang terbaik buat semua reader GBU Allπ₯°ππππππ