Aku Madu Anakku

Aku Madu Anakku
Obrolan Saat Sarapan Pagi


__ADS_3

Setelah kedatangan Tara di restoran cabang pertama milik Intan, kini dia lebih waspada supaya tidak terjadi hal yang serupa lagi di dua restoran lainnya.


Intan memberi perintah untuk security di dua restoran Intan lainnya, supaya melarang Tara masuk jika dia datang ke restoran.


Intan sudah tidak ada rasa cinta sedikitpun pada Tara, justru yang ada hanyalah rasa benci dan penyesalan. Kenapa menikahi pria yang sifatnya lebih parah dari Reno.


"Ya Allah, hamba mohon ampun karena telah salah memilih pasangan hidup yang ternyata serigala berbulu domba. Ampunkan hamba ya Allah, yang telah tidak sengaja menyakiti hati anak hamba sendiri dengan menjadi madu dari anak hamba. Saat itu hamba sama sekali tidak mengetahui jika Tara telah beristri. Walaupun kami sudah tidak ada hubungan, dan bahkan saat ini Laras juga sudah resmi cerai dari Tara. Tapi rasa dosa dan bersalah ini masih saja hinggap.di hati hamba."


"Apakah hamba harus mengakui semuanya pada Laras, supaya hati hamba tenang ya Allah? tapi hamba tak berani, karena takut akan penolakan dan rasa kecewa Laras. Hamba baru bertemu dengan Laras, jika hamba jujur apakah Laras tidak membenciku dan pergi jauh dari hidupku?"


Sepenggal doa dan curhatan Intan pada Allah SWT di saat dirinya selesai menunaikan sholat subuh.

__ADS_1


Sampai detik ini, Intan belum juga bisa melupakan rasa sakit hatinya pada Tara karena dia yang telah membuat semuanya menjadi rumit.


Sampai detik ini juga, Intan masih gelisah menyimpan rahasia kelam dirinya pernah menjadi madu dari anaknya sendiri. Entah sampai kapan dia merasakan hatinya tak tenang seperti itu.


Intan selalu saja di hantui rasa bersalah pada Laras, walaupun semua itu murni bukan kesalahannya.


Setelah menunaikan sholat subuh, Intan menyiapkan sarapan untuk semua angota keluarga. Pagi ini dia juga akan ke restoran karena kebetulan ada pertemuan dengan seseorang yang ingin mempergunakan jasa restoran Intan untuk suatu acara ulang tahun.


"Ibu atau Mba Atin yang hari ini ke kios?" Intan menatap Mita beralih ke Atin.


"Aku mau nitip Adam, bu. Karena mau ke restoran pagi, ada pertemuan dengan seseorang," Intan menjelaskan pada ibunya.

__ADS_1


"Seseorang itu siapakah?" Atin menggoda Intan seraya menaik turunkan alisnya.


"Mba Atin, pagi-pagi sudah mulai dech. Semalam salah asisten pribadiku yang berada di restoran A memberi tahu jika ada seseorang yang ingin menggunakan jasa restoran di acara hajatan atau ulang tahun, kurang jelas informasinya. Makanya aku akan memperjelas kembali pada orangnya langsung. Katanya akan datang pagi sekali," Intan menjelaskan secara detail pada Atin.


Karena memang biasanya Intan datang ke restoran pada jam makan siang sampai sore. Hari ini memang berbeda dari hari yang lalu.


"Keputusan ada di ibu, siapa yang akan standbay di rumah," Atin melirik ke Bu Mita.


"Bukan pada ibu, tapi pada bapak," Bu Mita melempar pandangan ke Bapak Yogi.


"Kok ke bapak, bu?" Yogi mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


"Iyalah, bapak tinggal pilih saja siapa hari ini yang akan jadi partenert kerjanya di kios?" Atin menimpali.


"Hem, kalau bapak terserah saja. Mana yang bersedia ikut bapak. Kalau bapak yang memutuskan nanti ada kecemburuan. Bapak milih ibu, nanti di kira nggak sayang Atin. Dan sebaliknya jika bapak milih Atin, nanti di kira nggak cinta lagi sama ibu " Yogi terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


__ADS_2