Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
baik-baik saja


__ADS_3

.


.


Ariel tiba di lokasi syuting Shila, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Shila hingga matanya menangkap Shila sedang berjalan di ikuti Vivi.


"Maharani? aku akan membuatmu kebingungan, hanya sebuah nama aku bisa menirunya". kekeh Ariel.


Ariel melangkahkan kakinya ke mobil Shila dan dengan cepat menahan pergelangan tangan Shila.


Shila berbalik menatap pelaku lalu mengerutkan keningnya, "kenapa? ".


"Maharani? ". panggil Ariel berakting seperti Varel


"Tuan Muda? ini anda? ".Vivi berdecak tak percaya akhirnya bisa melihat Varel yang sesungguhnya.


"Kenapa Tuan pergi?". tanya Vivi


"sayang..? aku sangat merindukanmu". Ariel hendak memeluk Shila tapi Shila menekan dada Ariel hingga tidak bisa memeluk Shila


"sudah aku bilang kalian berbeda". kata Shila menatap datar Ariel


"hah? Shila? ada apa denganmu? bukankah kamu sangat merindukan Tuan Varel? hanya dia yang memanggilmu Maharani kan? ". tanya Vivi


"Iya sayang.. hanya aku yang memanggilmu Maharani". Ariel berusaha meyakinkan Shila bahwa dirinya adalah Varel


Shila tertawa, "aku sudah bilang kan? kalian berbeda".


Shila melenggang pergi meninggalkan Ariel, "Maharanii?? ". teriak Ariel berlari mengejar Shila sedangkan Vivi tidak mengerti mengapa Shila begitu yakin pria yang sedang memanggilnya Maharani itu bukan Varel.


"lepas...! ". Shila menepis kasar tangan Ariel


"apa maksudmu Maharani? aku Varel sayang.. aku Varel bukan saudara kembarku". jelas Ariel meyakinkan


"kau Ariel". jawab Shila dengan datar


"Aku Varel". jawab Ariel


Shila tersenyum sinis, "berapa kali pun anda mengorek informasi antara aku dan Om Raffan, dan berapa kali pun anda berusaha berakting menjadi dirinya itu tidak mempan dimataku, silahkan anda lakukan di tempat lain".


Ariel memegang pipi Shila dan hendak menciumnya tapi Shila dengan ganas menendang tulang kering Ariel, sebenarnya Shila dan Varel beberapa kali bertemu setiap malam, disanalah kesempatan Shila mencari tau perbedaan kuat Ariel dan Varel.


"aaahhh". Ariel meringis sambil mengangkat sebelah kakinya.


Shila menarik lengan Vivi yang syok melihat pemandangan itu,


"Maharanii?? aku Varel". teriak Ariel dengan geram


"sial.. kenapa dia bisa tau aku bukan Varel? bukankah aku sudah memanggilnya Maharani? dimana lagi letak perbedaanku dengannya?". decak Ariel merasa frustasi mengatasi gadis milik Varel itu.


di dalam mobil


"Shila..? ". panggil Vivi

__ADS_1


"apa kak? ". sahut Shila


"apa kau yakin pria tadi bukan Tuan Varel? ". tanya Vivi penasaran


"sangat yakin hanya dengan sekali lihat saja Shila tau kak". jawab Shila


"tapi dia memanggilmu Maharani kan? ". tanya Vivi


"kak.. yang tau om Raffan memanggilku Maharani bukan hanya aku ataupun kakak saja, om Nando tau dan Izal juga tau, kedua orangtua Om Raffan juga tau, aku sudah tebak hal ini akan terjadi itu sebabnya aku mencari tau perbedaan mereka dan aku sangat yakin kak yang tadi bukan om Raffan". jelas Shila


"ya ampun Shila.. bagaimana caramu membedakan mereka? mereka benar-benar sangat mirip bahkan sifatnya mirip kan? bukan hanya sekedar mirip tapi memang sifatnya Tuan Varel kan? ". Vivi


"kak.. Om Raffan milikku dan aku sangat tau perbedaan mereka". kata Shila membuat Vivi bungkam


Vivi berdecak kagum pada sosok Shila yang sangat pintar dan cerdas, walau terkadang kebanyakan polos dan bodohnya tapi Shila anak yang cerdas bisa belajar dengan cepat tanpa membuat kesalahan yang sama.


"bahkan tadi dia tidak memakai jam tangan pemberianku, jelas itu bukan dia". batin Shila yang sangat yakin Pria tadi bukan Varel.


Shila menghubungi Jessy dengan cepat calon mertuanya itu mengangkatnya, Shila terperanjat kaget saat tau Jessy kini ada di Rumah Sakit.


"kak.. cepat ke Rumah Sakit Bunda".pinta Shila


"eeh..? iya Shila". jawab Vivi mengubah alamat tujuannya


.


Shila berlari ke meja suster yang ada lalu bertanya dimana letak kamar Jessy Ramon, mereka sempat tercengang namun segera mencari kamar Jessy dan memberi tau Shila.


"waah.. itu Shila bukan? ".


"iya itu Shila, mereka sudah putus tapi Shila masih dekat dengan mertuanya hihi".


"mereka hanya putus sementara, dan aku yakin itu hanya rumor saja".


"iya kan? aku dan pacarku sering bertengkar meminta putus dan buktinya aku dan pacarku masih pacaran sampai sekarang, memang kru tempat kerja Shila aja yang cari pamor".


"hanya gadis bodoh yang menolak serta mencampakkan seorang Tuan Muda Fox Group".


para suster sibuk bergosip, sementara Shila mengabaikan tatapan takjub orang-orang yang melihatnya.


"Mommy? ". Shila membuka pintu Ruangan inap Jessy


"sayang? ". Jessy kembali duduk dibantu oleh Ramon


"mommy..? bagaimana keadaan mommy? ". tanya Shila khawatir


Jessy berakting hingga Ramon memutar bola matanya dengan jengah, "kenapa istriku sekarang jadi ratu akting? hanya karna didepan menantunya? dasar". batin Ramon menggeleng gemas


Shila begitu prihatin dan percaya kata-kata Jessy, hanya Ramon yang menguap lebar sedangkan Vivi terperangah melihat akting lebay nyonya Fox Group itu.


"pantas saja Tuan Muda Varel bisa berakting, ternyata bakat dari mommynya". batin Vivi segera menutup mulutnya yang terbuka lebar.


.

__ADS_1


"sayang? ". Ramon


"apa pi? aku betah disini jika Shila menemaniku". kata Jessy dengan tatapan tajamnya


"mending papi pulang, urus putramu itu". usir Jessy


Ramon menjatuhkan rahangnya, "sayang.. dia putramu juga"


"sana pergi..! ". usir Jessy


dengan berat hati Ramon pergi dari Rumah Sakit itu karna sudah ada si menantu kesayangan yang merawat istri tercintanya.


"aku dengannya sudah menikah hampir 30 tahun tapi aku malah dibuang begitu saja hanya karna mendapatkan menantu perempuan yang cantik jelita? ini semua gara-gara anak nakal itu". gerutu Ramon dengan lesu


satu malaman Shila merawat Jessy dengan penuh kasih, betapa beruntungnya Jessy memiliki menantu yang rela menunda pekerjaannya demi dirinya, Jessy semakin tidak sabar menjadikan Shila menantunya.


"sayang? ".


"iya mommy". Shila menyahut lalu mendekati Jessy setelah melepaskan jaketnya


"mommy butuh sesuatu? ". tanya Shila


"mommy mau tanya sebenarnya apa masalahmu dengan Varel nak? kenapa kalian bertengkar? hmm?". tanya Jessy


Shila tersenyum, "mommy jangan percaya gosip ya? Shila cinta sama om Raffan jadi tidak mungkin Shila putus dengan Om Raffan hanya karna masalah spele".


"tapi Varel bilang". Jessy berbicara namun terhenti melihat kedatangan seorang pria berjubah hitam


"siapa kau? ". bentak Jessy


Pria itu melepaskan jubahnya lalu terlihatlah Varel yang memasang tampang datar dan dinginnya mendekati Jessy.


"kenapa mommy bisa sakit? apa karna masalah perempuan lagi? ". tanya Varel dengan datar


bughh..!


Jessy memukul lengan Varel, "kau kenapa mengejutkan mommy dengan penampilan preman mu ini hah? ". amuk Jessy


"sepertinya mommy sudah baikan". ejek Varel membuat Jessy membelalak melihat ke arah Shila.


"tidak sayang.. anak ini berbohong". bela Jessy ke Shila


Shila hanya terkekeh lalu Shila dan Varel saling bertatapan, "aku merindukanmu Maharani? ". gumam Varel dengan tatapan sendu


Shila menebarkan senyum manisnya lalu melebarkan tangannya, "aku juga sangat merindukan om tampanku".


Jessy berbinar seketika melihat Varel dan Shila berpelukan,


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2