Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
kejutan


__ADS_3

.


.


Shila memekik kegirangan saat ia mendapatkan tawaran peran utama menjadi Diandra di dalam Naskah First Love hingga Vivi menggeleng-geleng kepalanya.


"siapa pemeran utama Pria nya Kak? ". tanya Shila berbinar


"tidak tau Shil, kenapa kamu senang sekali dengan naskah ini? aku rasa tidak ada yang spesial cuma karna judulnya Cinta Pertama? apa menariknya coba?? ". gerutu Vivi


Shila mendengus sebal, "biarkan saja, aku merasa berdebar kak saat membaca naskah itu". acuh Shila dengan pandangan berbinar ke arah naskah barunya.


"ck.. sebelumnya menolak tawaran banyak sutradara terkenal kan? kenapa yang ini kamu suka?". tanya Vivi tak habis fikir


"semua karakter wanita di dalam naskah mereka melow, ada adegan ranj*ngnya serta banyak adegan kiss nya aku nggak suka lagian naskah mereka tidak menggetarkanku". jawab Shila dengan enteng.


"lalu ini tidak ada adegan kissnya? mustahil". kekeh Vivi merasa lucu akan alasan Shila menolak semua tawaran naskah sebelum-sebelumnya.


"issh.. kakak diam aja deh, ini karakter Diandra sangat kuat, dia seorang Artis ternama yang begitu hebat beladiri tapi juga ceroboh". kata Shila semangat


"terserahmu saja..! pemeran utama Pria nya aku dengar Izal sedang berusaha bertemu dengan Tuan Muda Varel". balas Vivi dengan jengah membuat Shila menatapnya dengan serius


"maksud kakak apa? kenapa Izal mencari Om Raffan? ". tanya Shila memicing


"pemeran utamanya adalah kekasihmu". jawab Vivi dengan tangan terbuka lebar juga senyum menawannya


Shila melebarkan matanya, ia tidak percaya akan kata-kata Vivi yang mengatakan Izal berusaha mengkasting om tampannya.


"be.. benarkah itu? om Raffan memang jadi pemeran utamanya? ". tanya Shila memekik tak percaya


Vivi terkekeh dan mengangguk-ngangguk sambil memanyun-manyunkan bibirnya.


"kamu akan berciuman mesra dengan kekasihmu sendiri". ejek Vivi


Shila memijit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri seketika, ia tidak menyangka apa yang pernah Varel katakan sebelumnya memang benar dilakukan oleh Varel.


"tapi kenapa kak? bukan Om Raffan seorang Pengusaha? bagaimana bisa menjadi aktor? ". tanya Shila dengan nada tak percaya


"mana aku tau sayang..! coba tanya pada kekasihmu sendiri". goda Vivi lalu beranjak pergi meninggalkan Shila yang menganga.


"oh ya..? besok kalian berkumpul untuk membaca naskah supaya dapat sponsor, jangan lupa jam 9 pagi". Kata Vivi sebelum menutup pintu Ruangan Shila.


.

__ADS_1


.


di tempat lain


Izal membawa naskah First Love nya melihat gedung Perusahaan Fox Group, Izal menelan salivanya bersusah payah.


"apa aku bisa melakukannya? aku benar-benar gugup ! jika dia bertanya padaku berapa aku sanggup membayarnya bagaimana? aku dengar Tuan Muda Fox Group sangat kejam dan tak punya perasaan". gumam-gumam Izal mengelap keringat di dahinya dengan handuk kecilnya.


Izal berdoa dalam hati lalu memasuki gedung Fox Group, Izal berbicara pada Resepsionis tanpa menolak perempuan cantik penjaga meja itu dengan ramah dan sopan mengantarkan Izal naik ke Lantai khusus penguasa Fox Group


"disini Ruangan Tuan Muda Fox Group, Tuan.. silahkan masuk!".


Izal mengangguk-ngangguk lalu mengucapkan terimakasih, cukup lama Izal menahan diri untuk menenangkan diri mengumpulkan mental menghadapi si Raja Pengusaha Ternama di Negara Kelahirannya kini.


(Raja maksudnya Pengusaha Terkaya)


.


tok..tok.. tok.


Izal masuk perlahan lalu melihat sekeliling, "alamak? tempatnya luas sekali, dimana Tuan Muda nya? ". batin Izal berjalan lambat menelusuri Ruangan Varel.


tibalah Izal di suatu Ruangan mewah yang bisa Izal nilai harganya sangatlah fantastis, ia berpikir berapa dirinya sanggup menggaji Varel jika Pria itu sudah memiliki kekayaan seperti ini.


Izal terlonjak kaget mendengar suara itu, ia melihat sekeliling dan ternyata Varel sedang duduk di sofa tengah membelakanginya.


"T.. Tuan..! s. s.saya orang yang dimaksud Tuan Heri". gagap Izal


Varel menahan tawanya mendengar suara Izal yang gemetar, "kenapa kau tidak kesini? cepat duduklah dihadapanku !". titah Varel


Izal dengan cepat berjalan ke arah Varel dan melihat sisi wajah Varel sudah membuatnya begitu yakin Varel sangat cocok untuk peran ini tapi ia tidak bisa berharap lebih.


"mana kontrak kerjanya? ". tanya Varel mengulurkan tangannya.


Izal tergugu-gagap berbicara dengan Varel karna ia benar-benar tidak pernah berbicara secara langsung pada seorang Pria yang sangat berkuasa.


"kenapa bicaramu seperti ini? apa kau tidak ingat aku? ". tanya Varel mulai jengah bahasa pembicaran Izal yang tidak jelas.


Izal mengerutkan keningnya lalu mengusap dahinya yang basah, "m.. maksud Tuan? ". tanya Izal yang tidak pernah mengira Varel adalah temannya.


Varel merampas berkas yang dibawa Izal, "Aku Leo si culun yang sering bersamamu". kata Varel membuat Izal bangkit dari duduknya dengan raut wajah syok.


"kenapa kau? apa kau sekarang baru saja melihat hantu?". tanya Varel tersenyum miring.

__ADS_1


"L..L..Leo temanku? Tu.. Tuan benar-benar Leo? ". tanya Izal yang makin saja keringat dingin.


"awas aja kau pingsan..! aku akan membatalkan kontrak ini". peringatan Varel membuat Izal tersadar dari keterkejutannya.


.


.


ke esokan harinya jam 9 pagi.


semua pemeran dalam Film First Love yang akan tayang di Bioskop telah hadir, semua orang tampak penasaran menunggu pemeran utama Pria dalam Film terbaru yang pertama kali dibintangi oleh Shila si Putri PI season 7.


Shila tampak tenang, sedangkan Izal masih asik mengelap keringatnya, ia sangat gugup karna ini adalah pertama kalinya ia menjadi sutradara sementara artis-artisnya sudah top sebelumnya sebagai pemeran utama dalam FTV, kecuali Shila alasan mereka menerima tawaran ini karna insting mereka mengatakan Film ini akan populer dibintangi oleh Shila.


Shila yang tampak serius membaca naskahnya mendengar bisikan Vivi bahwa Varel memang datang hingga Shila berdiri dari duduknya.


"apaa? ". tanya Shila membuat semua orang melihatnya.


"maaf..! ". ucap Shila menangkupkan kedua tangannya.


"kenapa Om Raffan bisa disini? katamu bukan dia pemeran utamanya". bisik Shila dengan heran


"bukankah kalian sepasang kekasih? kenapa tidak bertanya padanya? kemarin katanya begitu tapi didepan mobil Tuan Varel sudah terlihat". decak Vivi malah tambah heran.


"om Raffan mengatakan dia tidak menerimanya". jawab Shila


Shila menoleh saat terdengar suara decitan kursi dimana semua orang bangkit dengan raut wajah syok masing-masing melihat pemeran utama pria nya.


"maaf aku terlambat! ". kata Varel dengan santai melihat jam tangannya.


mereka seperti bisu massal menggeleng-geleng kepala seolah tidak mempermasalahkan keterlambatan Varel.


Shila bangkit dan berlari ke arah Varel lalu memegang tangan Varel, "om ngapain kesini? ". bisik Shila dengan kesal.


Varel melepaskan tangannya lalu merangkul pinggang Shila mencium kening Shila dengan mesra.


Shila melototkan matanya, "ini film pertamamu kan? aku harus ikut andil dan gajinya untuk kekasihku ini saja, aku sudah sepakati dengan sutradaramu". kata Varel dengan senyuman.


Shila melihat ke arah Izal yang dengan cepat melihat arah lain, ia gugup menghadapi Varel padahal ia tau Varel adalah Leo siteman culunnya itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2