
.
Kyaaakkkkkk... Bonus nyaa...! jangan Lupa like dan komentar nya ya??
Happy Reading!!!
.
.
di kantor Polisi
Shila menatap seorang Pria yang terlihat seperti Autis, Pria itu tampak malu-malu menatap Shila.
"nak.. Nakk? ". seorang wanita paruh baya datang berlari mencari sang putra kesayangan.
"Mama..?? mama?? ". sahut Pria itu berdiri tegak melambai-lambai seperti bocah kecil padahal tubuhnya tidaklah seperti anak kecil.
"Neng? ". sapa Aji dan Ujang dengan hati-hati
"apa kata Papa Mang? ". tanya Shila menatap Aji dan Ujang bergantian.
"Tuan Besar tetap bersikeras menegakkan hukum Neng, sepertinya tidak ada yang bisa melawan keras kepalanya". jawab Ujang garuk-garuk kepala
Shila menghela nafas panjang, "sepertinya anak itu memang sedikit berbeda".
"iya neng..! Mamang juga tau atuh". jawab Aji
"Nona..? saya mohon ampuni anak saya..! dia memiliki kelainan, sebelumnya dia tidak ingin berobat tapi sejak anda muncul di TV, dia ingin sembuh dan menemui anda..! ". Wanita paruh baya itu bersimpuh di depan Shila
Shila juga ikut duduk di hadapan Wanita itu lalu menatap pria yang sedang memainkan jari-jari tangannya, kelihatan sekali Pria itu bukan Pria normal pada umumnya.
"Nona jika tidak percaya saya bawa hasil pemeriksaan anak saya Nona". wanita itu merogoh-rogoh tasnya dan menunjukkan surat-surat yang dia bawa ke Shila
"mang tolong bawa Papa kesini! ". pinta Shila
"baik neng". jawab Ujang
"maaf ya bu..? saya tidak tau kalau anak ibu sedikit istimewa, maafkan Papa saya yang terlalu khawatir hingga melukai anak ibu". ucap Shila
"tidak apa Nona..! saya mendengar penjelasan polisi yang mengatakan anak saya memanjat Kamar Nona bukan? jika saya berada di posisi Ayah Nona saya akan melakukan hal yang sama, tapi anak saya bukan pria Normal pada umumnya Nona? saya mohon ringankan hukumannya? saya tidak meminta dia dibebaskan dengan mudah".
"nama ibu siapa? ". tanya Shila
"Tutik Nona". jawab Bu Tutik.
Ujang datang membawa Suryo dengan kursi Roda, Bu Tutik melihat ke arah Suryo.
__ADS_1
"apa ibu adalah orangtua dari anak itu? ". tanya Suryo
"saya Tuan..! saya mohon atas semua kesalahan anak saya, saya tidak minta dia dibebaskan tapi jika dia harus masuk penjara bolehkan dia keluar disaat ia harus menemui dokter? anak saya punya kelainan Tuan.. saya mohon..! dia sudah punya kemauan untuk sembuh itu adalah kebahagiaan saya Tuan, dan anak istimewa anda lah yang membuat anak saya mau sembuh". bu Tutik
Shila memegang tangan Suryo, Suryo menatap Pria dewasa yang sedang memain-mainkan jemarinya dan senyam-senyum malu menatap Shila, sebagai Pria dewasa Suryo tau tatapan itu bukan tatapan jahat tapi tatapan memuja pada sang idola.
"ini Tuan.. ini surat-surat dari pihak rumah sakit akan kondisi putra saya".
Suryo membaca surat-surat itu lalu melihat Bu Tutik yang sedang menangis menatap anaknya yang malang tapi Tutik tidak bisa apa-apa, Tutik hanya bisa minta keringanan hukuman.
"Papa? ". bisik Shila
Suryo melihat para polisi tengah menatapnya, juga menatap Shila dengan takjub, ada beberapa orang yang memotret Shila sebab Shila sangatlah cantik.
"kamu ingin Papa mencabut tuntutan Papa? ". tanya Suryo
"hmmm..? Papa ingin bagaimana? Shila terima apapun keputusan Papa, bagaimanapun dia fans Shila Pa, Shila tidak tau bagaimana mengatasinya? ". ucap Shila dengan jujur dan tulus.
Suryo menatap Tutik, "siapa nama anak Ibu? ".
"Adin Tuan.. Adin! ". jawab Tutik.
"awasi anak anda dengan baik Bu..! saya melepaskannya tapi tidak ada kesempatan kedua, jika dia berani menerobos dengan memanjat ke Kamar Anak saja terutama di tengah malam, saya tidak akan mengampuninya walaupun dia memiliki keistimewaan itu sendiri". Suryo berkata dengan tegas
para polisi lega mendengarnya begitu juga dengan Shila, Ujang dan Aji.
.
Shila tersenyum lebar, "baiklah..! terimakasih telah menjadi fansku, aku hanya bisa berdoa semoga kamu cepat sembuh dan membuat bangga Mamamu".
"bagaimana caranya kak? ". tanya Adin dengan gerak-gerak tangannya benar-benar seperti anak Autis.
"model..? tubuhmu tinggi sangat cocok jadi Model". jawab Shila.
cukup lama mereka berbicara, akhirnya masalah stalker selesai malam itu juga, Shila kembali ke Rumah bersama Papa dan kedua pekerja nya.
Mama Adin (Tutik) tidak meminta ganti rugi karna luka yang diterima Adin dari perbuatan Suryo, sebab Tutik tau Adin lah yang salah masuk ke Rumah Shila bahkan memanjat ke balkon, Ayah mana yang tidak akan menggila saat ia melihat ada seorang Pria asing sedang memanjat kamar putri kesayangannya.
.
di tempat lain
Varel melihat semua dokumen-dokumen tentang biodata Shila, ia memperhatikan CCTV yang menjelaskan bahwa Shila memang tidak datang ke kamar nya yang sudah digantikan oleh Pak Bankara.
"jadi dia ikut acara ini demi Papanya? ". gumam Varel melihat-lihat potret Suryo yang sedang berlatih berjalan normal di terik mata hari pagi.
"iya Tuan..! pak Suryono memiliki penyakit kanker, dia sudah operasi tinggal Kemo dan pemulihan saja". jawab Nando
__ADS_1
"lalu siapa yang membiayai nya selama ini? ". tanya Varel
"itulah jawabannya Tuan, buka map biru itu! ". pinta Nando
Varel mengerutkan keningnya lalu mengambil map biru yang ditunjuk Nando, Varel menaikkan sebelah alisnya membaca dokumen itu.
"Leon? dia yang membiayai semuanya? ". tanya Varel
"benar Tuan..! tapi sekarang Nona Shila sudah membayar semua nya bersama bunga-bunga nya Tuan". jawab Nando
Varel menatap ke arah layar komputernya dimana Shila tengah berpose disaat detik-detik pengumuman kemenangannya.
"saya menemukan hal baru lagi Tuan!". Nando berkata dengan semangat
Varel melirik ke arah Nando, dan Nando mengotak-ngatik laptop Nando lalu menunjukkan sebuah rekaman CCTV pada Varel.
"Mommy? ". gumam Varel mulai tertarik melihat Rekaman itu.
Nando menaikkan volume suaranya hingga percakapan Shila yang menolong Jessy di depan umum pun terdengar jelas,
"Nona Shila yang menolong Nyonya Besar Tuan, disaat semua orang hanya menonton, Nona Shila yang berani membantu Nyonya besar, itu sebabnya Nyonya begitu menginginkan Nona Shila menjadi menantunya Tuan Muda". jelas Nando
Varel mendengar tutur kata Shila yang sopan pada Jessy, padahal Jessy menyamar sebagai orang tak berkeluarga.
"Tulus..! Nona Shila punya ketulusan Tuan, itu yang membuat Nyonya Besar sangat menyukainya". jelas Nando dengan serius.
"pergi..! beri pelajaran pada wanita yang berani menampar mommyku". usir Varel
"baik Tuan Muda". jawab Nando menunduk sopan lalu segera meninggalkan Varel.
Varel menyunggingkan senyum tipisnya saat Shila mengejek wanita yang menampar Mommynya badut,
"ck..! selera mommy rendah sekali". gumam Varel
Varel teringat malam dimana ia menerobos masuk ke kamar Shila, baju Shila yang tipis saat itu tentu membuat jakunnya naik turun saat ini.
"apa yang kau fikirkan..? ". Varel menggeleng keras kepalanya seolah mengusir pikiran yang mustahil ia bayangkan itu.
.
.
.
selamat beraktifitas semuanya...!! sehat-sehat selalu ya?
hehehe...
__ADS_1
.
.