Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
mencari karyawan (part. 1)


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya.


Vivi ditemani Diani datang ke Perusahaan Gamers baru milik Frans, ia dipercaya oleh Frans menjadi juri untuk mendapatkan calon Karyawan pekerja keras yang bisa dibawa dari nol oleh Frans.


Vivi berjalan senang, jarang-jarang ia menjadi bos.


"Nona? ". Diani berlari menarik kaki Vivi yang mana heels nya Vivi masuk ke jaring-jaring besi dibawahnya adalah selokan.


"biasa aja Ni, cuma keselip aja heelsnya". senyum lebar Vivi memegang bahu Diani yang menunduk membantu Vivi mengeluarkan heelsnya


"saya sudah bilang Nona jangan pakai Heels". ujar Diani


"issh.. aku jadi bos sekarang Ni, biarkan aku jadi berwibawa sedikit, aku terlihat sangat pendek jika tidak memakai heels". gerutu Vivi


"berbahaya Nona, bagaimana jika Tuan Ariel tau? ". Diani memapah Vivi keluar dari jaring-jaring selokan itu.


"ya jangan bilang-bilang Diani". balas Vivi memutar bola matanya dengan malas.


"lain kali Nona harus lihat-lihat kalau lari, saya sedikit lengah tadi". Diani langsung merasa bersalah


"hei...! aku tidak terluka hanya heelsnya saja yang masuk, lagian aku yang berlari tidak lihat-lihat". Vivi mengomel-ngomel pergi meninggalkan Diani.


Diani berlari mengejar Vivi, ia tidak boleh lengah menjaga Vivi, gadis itu memang ceroboh sejak mengandung ada saja perangainya.


.


"apaa? Shila juga mau datang? ". tanya Vivi berbinar ke Frans


"iya, tadi katanya gitu". jawab Frans garuk-garuk kepala.


"bukannya dia tidur panjang?". tanya Ariel tiba-tiba


"dari mana kau tau istriku tidur panjang? ". tanya Varel memicing tak senang.


"ck.. kau yang mengatakannya padaku". acuh Ariel.


"tidak mungkin". ketus Varel


"ckk..! kau pikir aku mengada-ngada? dari mana aku tau kalau bukan dari mulutmu itu heh? ". ketus Ariel


"sudah-sudah..! kenapa kalian suka sekali bertengkar hanya karna masalah spele". Frans menengahi


"jangan perlihatkan sikap kekanak-kanakan kalian pada karyawan baru Frans nanti? ". Vivi menengahi.


"tidak akan ". jawab Varel dan Ariel serentak


"jangan mengikutiku! ". marah Ariel

__ADS_1


"siapa yang mengikutimu? jangan terlalu percaya diri". ketus Varel


"siapa yang terlalu percaya diri? ". tanya Ariel semakin geram


"diamlah..! ". ketus Varel


Ariel hendak marah tapi melihat tatapan datar sang istri membuatnya diam, ia membayangkan tidur dilantai hanya mengelus-ngelus perut Vivi saja membuatnya ngeri.


Frans melihat tatapan Ariel pun terkekeh, jika Frans yang melerai harus berbicara dan mendumel tapi Vivi hanya menatap saja sudah membuat Ariel terdiam dan tak berani berbicara lagi.


"kenapa kau diam? takut diusir oleh kakak ipar? ". ejek Varel tertawa puas


sebenarnya Varel enggan memanggil kakak ipar karna ia dan Ariel hanya selisih beberapa menit saja, Varel lebih sering memanggil Vivi sementara Vivi masih terbiasa memanggil Tuan Varel, tapi sekarang karna Varel puas melihat wajah kalah Ariel tentu ia meledek.


Frans ikut tertawa, sedangkan Ariel membuang muka tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Diani yang melihat Tuan Jahat seperti Ariel begitu bertekuk lutut pada Vivi pun hanya bisa menahan senyum sekuat tenaga.


"kapan mulainya Frans? ". tanya Vivi berubah ceria


"Beb? kamu ikut aku! kamu harus duduk disamping aku Beb". ajak Ariel


Vivi memutar bola matanya dengan malas, sudah tau lah gelagat suaminya itu tapi apa boleh buat Vivi mencintai suaminya yang memang menyebalkan dan mesum itu.


"sebentar lagi mereka akan datang". kata Frans dengan senyuman


2 jam kemudian


mobil Shila datang ke pekarangan Perusahaan Game yang akan dibangun oleh Frans.


"wow..! rame sekali yang datang". gumam Shila berdecak kagum akan jiwa semangat para remaja yang baru tamat sekolah kini mencari pekerjaan.


"eeh..? ". beberapa calon Karyawan memekik kaget melihat Shila keluar dari mobil.


Shila memakai kacamata, ia berpakaian formal dan rambutnya digerai indah, Shila semakin bersinar setelah menikah.


"itu Shila? ". bisik salah satu karyawan.


"kalian sudah lama disini? ". tanya Shila meletakkan kacamatanya di atas kepalanya.


"Ehh..? ". perempuan cantik yang gugup ditatap langsung oleh Shila.


"I. iya Nona". jawab teman perempuan yang gugup ditatap Shila tidak bisa menjawab.


Shila tersenyum lembut, "sebentar lagi ada truk minuman dingin dan makanan, ku harap kalian bisa bersabar saat kami menguji kalian didalam sana". kata Shila


"i. iya Nona". jawab perempuan yang gugup tadi.


"aku masuk dulu ya? ". Shila tersenyum lalu berjalan melewati orang-orang yang menatap takjub Shila.


"Nona Shila semakin cantik saja". pekik salah satu dari calon karyawan Perusahaan Frans.


"mungkin hidupnya bahagia setelah menjadi istri Tuan Varel".


"haha.. Gemesin ya membayangkan Nona Shila hanya minta uang saja sama suaminya? tidak perlu bekerja lagi".

__ADS_1


"haha.. kalau aku punya pacar orang kaya mah langsung nikah aja nggak usah kerja".


Shila menggeleng kepalanya melihat panjangnya antrian sesi wawancara yang dilakukan Ariel, Frans dan Varel.


"kenapa? kalian kewalahan? ". tanya Shila terkekeh


"sayang? ". Varel berdiri lalu berlari ke arah Shila tanpa malu memeluk dan mencium mesra bibir Shila.


Shila membulatkan matanya melihat banyak orang yang melihatnya terutama calon karyawan Frans.


"hei.. hei.. kenapa kalian malah pacaran? cepat bantuin kami! ". ketus Ariel


"diamlah Mas..! mereka kan tidak jumpa beberapa hari karna Shila jadi putri tidur". Vivi menyahut


"kamu belain dia terus Beb". Ariel berdecak Vivi membela Shila.


"memang dia aku benarkan? kenapa mas malah tak terima? ". tanya Vivi balik


"sudah.. sudah.. kenapa kalian yang bertengkar? satu tidak tau malu bermesraan didepan umum satunya tidak tau tempat bertengkar didepan umum juga". Frans menengahi


"aku punya ide suamiku". Shila membekap mulut suaminya yang suka sekali mencium-ciumnya.


Varel menatap gemas istrinya, ia sangat rindu Shila tapi dirinya tidak bisa memaksa Shila untuk mendatanginya karna ia tau Shila masih kekurangan jam tidur.


.


Frans menyetujui ide Shila, akhirnya semua calon karyawan Frans di adakan Ujian tertulis berupa pengetahuan tentang game, bagi yang suka game pasti bisa mengetahuinya dengan mudah.


"kamu pintar sekali Shila". puji Vivi memeluk Shila setelah mendengar penjelasan Shila.


Shila tersenyum lebar, ujian tertulis berhasil diterima 350 orang dan lanjut ke sesi berikutnya dengan diperiksa oleh dokter mata, game adalah permainan yang sangat butuh konsentrasi tinggi dan mata yang sehat tanpa minus.


"ini ujian pertamanya nilainya sempurna tapi tes kedua matanya kena, bagaimana kakak ipar? ". tanya Frans tanpa ragu pada Shila.


Shila melihat lembaran yang Frans berikan, ia memilah-milah semuanya lalu tersenyum.


"bawa dia..? kamu harus uji dengan cara lain! iya kan? ". kata Shila dengan tenang.


"diuji dengan cara lain bagaimana kakak ipar? ". tanya Frans


"tanyakan pada dia apa kelebihannya hingga kamu harus menerimanya, bisa saja dia ahli komputer atau yang lainnya kan? ". Shila


"kakak ipar yakin? ". tanya Frans


"iya.. setiap orang punya kelebihannya masing-masing hanya karna matanya minus kita tidak boleh memandang rendah orang itu". jelas Shila


"baiklah, apapun yang kakak ipar katakan Frans akan dengarkan". senyum lebar Frans.


Shila terkekeh.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2