Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
putus?


__ADS_3

.


.


Varel menciumi wajah Shila sampai ia puas sedangkan Shila hanya menggeliat seolah protes tidurnya terganggu.


"jaga dirimu baik-baik sayang, aku akan melihatmu dari jauh". bisik Varel mencium lama kening Shila


Varel melepaskan pelukannya dengan Shila, walau berat ia harus melakukan ini.


.


.


Varel pergi ke Rumah kecilnya yang tidak di ketahui siapapun, ia mengontrak rumah itu untuk menjadi tempat tinggalnya, ia menyamar menjadi Pria keribo yang memakai kacamata tebal.


"aku tidak bisa jauh dari Maharaniku". gumam Varel menatap layar ponselnya.


.


Ariel memasuki kawasan Mansion Rumahnya, "selamat datang Ariel, balaskan dendammu selama ini". gumam Ariel tersenyum sinis


"aku akan bakar Mansion ini". desis Ariel menyeringai


sesampainya di dalam Mansion, Ariel disambut oleh pelayan dan ia hanya mengangguk tak lama kemudian Jessy muncul.


"Varel..? dimana kamu sembunyikan Shilaku? ". tanya Jessy berkacak pinggang


Ariel menaikkan sebelah alisnya, "di Rumahnya". jawab Ariel


"kenapa dia tidak mengangkat panggilanku? kamu apakan dia? ". tanya Jessy


"entah". Ariel melenggang pergi meninggalkan Jessy


Jessy mengomel-ngomel seperti biasa,


"dasar nenek lampir". gumam Ariel mengusap telinganya yang terasa panas mendengar omelan Jessy


mana pernah Ariel diomeli, ia sering di bentak dan dimaki, tidak pernah Ariel merasakan namanya kehangatan keluarga.


Ariel bertanya pada Pelayan dimana kamarnya, pelayan merasa heran tapi tidak berani berpikir macam-macam pun mengantarkan Ariel ke kamar Varel.


"kenapa aku merasa tuan berbeda ya? ". gumam Pelayan itu


Ariel melihat sekeliling, kamar Varel sangatlah bagus.


"sejak bayi sampai dewasa dia berada di kamar ini? hidupnya mewah sekali ya?". gumam Ariel dengan mata memerah


Ariel memukul dinding didekatnya hingga amarahnya mulai mereda, ia melihat sekeliling untuk melihat bagaimana Kamar Varel tidak ada yang berubah sedikitpun.


"bukankah alasannya untuk menyingkirkan barang-barangnya? tapi tidak ada yang hilang". gumam Ariel tersenyum miring.

__ADS_1


"oh.. dia pasti menemui kekasihnya". tebak Ariel terkekeh lalu menyeringai menakutkan.


"aku akan miliki semua yang kau miliki termasuk kekasihmu itu". gumam Ariel pelan lalu tertawa menggelegar.


Ariel bekerja seperti biasa, benar-benar memiliki kepintaran seperti Varel tidak ada yang mengira Ariel itu bukan Varel sebab cara kerja Ariel tidak berbeda jauh dengan Varel.


"kenapa Tuan Muda kembali dingin ya? ". bisik karyawan


"iya.. aku merasa tidak ada lagi keramahan dimatanya".


"hmm.. apa ada masalah dengan Nona Shila? ".


"aku rasa bukan masalah Nona Shila, mungkin ada hal lain".


Karyawan Fox Group bergosip di toilet, siapa yang tidak tau akan perubahan Varel tapi tidak ada yang tau pria itu bukan Varel melainkan Ariel kembaran Varel.


.


Shila menjatuhkan rahangnya melihat kedatangan Ariel membuat heboh lokasi syutingnya, "Ya Tuhan..! kenapa dia datang lagi? dimana Om Raffan? ". gumam Shila yang langsung tau Pria itu bukan Varel


Shila berlari ke dalam Ruangannya, ia benar-benar geli melihat ada Pria yang sama dengan kekasihnya sementara Shila tidak bisa membencinya.


Shila tau kalau Varel datang ke lokasi syutingnya itu menyamar menjadi pria culun, dan seperti sebelumnya jika datang sebagai penguasa Fox Group itu bukanlah Varel.


"Om..? om Dimana? ". cicit Shila mengunci ruangannya dan menghubungi Varel


"apa yang terjadi? kenapa om tidak bisa di hubungi?". gumam Shila begitu gelisah


"halo..? ". Varel


"sayang.. ku mohon bantu aku menyadarkannya". pinta Varel dengan suara bergetar


"apa..? apa maksud om? ". tanya Shila mulai serius


"dia begitu membenci Mommy dan aku, tidak masalah jika dia hanya membenciku tapi Mommy bisa kehilangan kewarasannya jika tau dia memiliki putra lain dan selama ini hidup menderita". Varel terdengar ingin menangis


Shila berkaca-kaca mendengar keluhan Varel, ia merasa kekasihnya kini benar-benar sudah berubah 360%.


"baiklah om..! Aku akan menyadarkannya". senyum Shila menghapus air matanya


"om harus datang ke kamarku setiap malam ya?". ujar Shila mengingatkan


"baiklah sayang, aku sangat merindukanmu". Varel


Shila mematikan panggilannya, ia menarik nafas dan menghembusnya perlahan.


mata indahnya mendelik tajam ke arah pintu dimana Ariel tengah mencarinya, "dasar pria batu, jika om Raffan pria es 10 pintu maka dia pria batu tidak ada pintu". gerutu Shila


"Shila... ayo buktikan kamu bisa..! cintamu diuji, cintamu tulus sama om Raffan, om Raffan benar-benar berubah aku mencintainya". senyum manis Shila menyemangati diri


Ariel mengetuk pintu Ruangan Shila, Shila membuka pintu itu dengan wajah datar.

__ADS_1


"sayang? ". Ariel tersenyum lebar lalu hendak memeluk Shila yang mengangkat tangannya diudara menatap datar pria didepannya.


"kenapa Om datang mengacaukan syutingku? ". tanya Shila dengan marah


"aku merindukanmu, kenapa aku tidak boleh datang menemuimu sayang". Ariel berusaha menyentuh tangan Shila tapi Shila dengan cepat mengelak.


"aku mau kita putus". kata Shila dengan serius


"apaa? ". Ariel melebarkan matanya


"kenapa? ". tanya Ariel


"aku bosan dengan om, tidak ada yang berubah, om masih sama dengan Pria si penguasa Fox Group yang datang mengacaukan acara syutingku, om tau jadwalku sangat padat karna kedatangan om, Pak Sutradara tidak mau melanjutkan pekerjaan kami, dia takut mengganggu kita". marah Shila


"bukankah itu bagus? ". tanya Ariel seakan tidak sadar


"aku bilang pergi..! om kita putus..! pergiiii jangan pernah datang ke acara lokasi syutingku lagii". jerit Shila mendorong tubuh Ariel menjauh darinya.


kabar Varel dengan Shila putus cepat menyebar di kalangan Kru syuting dan disebarkan ke media.


di Perusahaan


"kenapa memangnya? kenapa dia minta putus denganku hanya karna aku datang ke lokasi syutingnya? ". gumam Ariel terheran-heran


"sebenarnya dia mencintai anak itu apa tidak? kenapa mudah sekali bagi dia memutuskan anak itu dengan mudahnya? ". gumam Ariel menyebut Varel dengan sebutan anak itu.


"Tuan..? ". Nando masuk dan menunjukkan iped yang ia bawa.


"apa? ". Ariel melihat itu dan menarik nafas dalam-dalam.


"kenapa kalian bisa putus? apa kau tidak mencintainya lagi? ". tanya Nando dengan serius


"aku? tentu saja mencintainya, tapi aku tidak tau apa kesalahanku? ". Varel


"hei. ..kenapa kau jadi bodoh begini Tuan? Nona Shila paling benci pekerjaannya diganggu, sebenarnya ada apa denganmu? kenapa Tuan menemuinya? bukankah kalian sudah membuat janji tidak akan menemuinya di tempat syutingnya? ". marah Nando seperti emak-emak saja


"berisik..! ". Ariel menatap tajam Nando


"mana aku tau". ketusnya dengan santai


"hei.. fans kalian membludak memintamu untuk membujuk Nona Shila". Nando menunjukkan komentar-komentar netizen.


Ariel berdecak pelan, "aku tidak tau cara membujuknya".


"bukankah anda sangat ahli dalam hal ini? lalu bagaimana caramu bisa mendapatkan Nona Shila? Nona Shila bukan gadis yang mudah anda dapatkan bukan? dia bukan menerimamu karna harta mu itu, lihatlah hanya karna kesalahan kecil ini dia memutuskanmu". Nando terkekeh menertawai pertanyaan bodoh Varel


"kau tidak sopan sekali". Decak Ariel


"kenapa? anda juga mau memutuskan saya? ". tanya Nando berkacak pinggang


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2