
.
.
kini tinggallah Varel dengan Shila seorang karna Keluarga Varel harus kembali sebentar lagi sudah sore dan Ariel akan pulang ke Mansion.
"sayang? ". Varel mendekat dan memeluk Shila dari belakang.
"kenapa om? ". tanya Shila
"apa kamu pulang sayang? aku kesepian apa tidak bisa kamu menginap disini Maharani?". tanya Varel dengan nada manja.
Shila tersenyum manis lalu memutar tubuhnya menghadap Varel, "om mau aku menginap disini? ".
Varel mengangguk pelan dan tangannya sibuk merapikan rambut Shila
"baiklah..! aku akan tidur disini malam ini". jawab Shila
Varel tersenyum lalu memeluk Shila dengan mesra, Shila mengelus punggung Varel yang terbuka alias tidak memakai baju.
.
Malam hari
Varel menatap Shila yang tengah menelfon Papa nya dan tampak sekali wajah Shila ditekuk masam hingga Varel tak tahan menahan senyumnya, Shila memakai baju kaus kebesaran Varel tapi mengapa Varel bisa begitu menyukai pemandangan itu padahal Shila tidak memakai baju super ketat dan seksi.
"enggak.. Pa.. Shila tidak akan melakukan hal seperti itu". jawab Shila dengan alis ditekuk
"hati-hati nak..! Varel itu Pria dewasa dan dia bisa saja melakukan hal itu padamu, jika itu sampai terjadi Papa akan menghabisinya lalu membuatnya menikahimu, kamu tau berita akan muncul Pria sehebat Tuan Varel menikah dengan wajah babak belur". Suryo
Shila semakin menekuk wajah cantiknya, ia tidak bisa menahan kekesalannya pada ucapan sang Papa yang tidak mempercayainya, bisa-bisanya Suryo mengatakan Varel adalah Pria dewasa yang akan melakukan hal itu pada Shila yang masih remaja, padahal Shila lebih mengenal Varel yang tidak akan melakukan hal itu.
.
"ada apa sayang? sedari tadi aku lihat wajahmu masam begini? ". tanya Varel gemas menyelimuti Shila yang masuk ke balik selimutnya sambil menatap gemas wajah Shila itu.
"apalagi? bukankah sudah jelas Papa selalu mengatakan hati-hati sama om yang Pria dewasa yang akan melakukan hal seperti itu padaku, katanya Om hanya Modus saja". gerutu Shila.
Varel terkekeh, "aku memang Pria dewasa sayang wajar saja Papamu khawatir".
"tapi kan Om tidak pernah melakukan hal seperti itu padaku". bela Shila
Varel mengulum senyumnya, "aku menahan diri sayang! "
__ADS_1
Shila terkejut mendengarnya ia menatap Varel tak percaya.
"jadi om pernah berpikiran seperti itu padaku? ". tanya Shila yang sudah tau pikiran orang dewasa karna pergaulannya yang berteman dengan Orang dewasa tapi tidak masuk dalam pergaulan bebas.
Mana ada Pria mata keranjang yang berani mendekati Shila karna tau gadis itu milik Varel, walaupun dunia tau Shila dan Varel (Ariel) sudah putus mana mungkin Varel akan diam saja ada Pria yang berani menatap kekasihnya itu seperti itu.
"tentu saja sayang". jawab Varel terkekeh
"ta. tapi.. " Shila segera menjaga jarak dan perlahan melingkarkan tangannya didepan dadanya seolah menjaga tubuhnya.
Varel tergelak keras hal itu membuat mata Shila terbelalak tak percaya
"om menertawaiku? ". tanya Shila dengan kesal
Varel duduk bersila menatap Shila dengan gemas.
"sayang.. aku memang pria dewasa tapi aku bisa menahan diri sayang, aku tidak akan melakukan hal itu pada gadis yang sangat aku cintai". ujar Varel dengan lembut
"benarkah? ". tanya Shila memicingkan matanya
"iya sayang..! aku bisa menahan diri dari naf*u tapi aku tidak tahan jika tidak melihatmu sayang. ! penyakit rinduku tidak ada obatnya selain dirimu". sambung Varel lagi membuat Shila tersenyum
"umur berapa kamu mau menikah sayang? ". tanya Varel
"2 tahun lagi?". tanya Varel dibalas anggukan oleh Shila
"baiklah.. aku akan melamarmu dengan cara yang sangat romantis". kata Varel
"siapa yang mau menikah sama om". kata Shila
Varel menatap Shila seketika lalu dengan gemas Varel menarik tangan Shila dan menggelitiki Shila yang memekik meminta ampun dari Varel.
"ampun om.. hahaha.. ampun... geli.. ahahah". pekik Shila
Varel memeluk Shila dengan gemas dan mencium bahu Shila berkali-kali, "kamu hanya akan menjadi wanitaku nanti sayang, aku jamin tidak akan ada pria yang berani menikahimu".
Shila tertawa geli, "dasar CEO galak".
Varel memeluk Shila semakin erat, "iya sayang.. aku memang CEO galakmu".
Shila memukul punggung Varel tapi pria itu sepertinya tidak kesakitan dengan pukulan Shila.
bersama Shila saja sudah membuat hidup Varel berwarna, ia tidak menginginkan apa-apa lagi, biarlah Ariel mendapatkan kebahagiaannya bersama keluarganya.
__ADS_1
sementara di Mansion
Ariel tampak kembali dengan wajah datarnya saat dirangkul oleh Nando dan Izal yang kini berkunjung bersama-sama.
"Tante..? om?". sapa Izal segera menyalami kedua orangtua Ariel
Izal tau pria itu bukan Varel karna tau dari Nando tapi betapa jahatnya kedua pria itu berani mengancam Ariel akan membongkar identitasnya yang bukan Varel hingga Ariel tak bisa mengelak.
entah mengapa Ariel tidak mau rahasianya terbongkar, ia sudah nyaman berada di keluarga itu.
"Izal..? bukankah kamu ada di Amerika? kapan kamu balik nak? ". tanya Jessy dengan lembut
"hehe.. Izal baru aja datang tadi siang tante". jawab Izal
"kenalkan ini Putra bungsu Tante namanya Frans". Jessy menunjuk Frans
Frans bangkit dari duduknya dan menyapa Izal yang berdecak kagum melihat Ariel dan Frans sedikit mirip.
"iya nak..! tante tau, pasti tante lebih senang lagi kalau bocah ini perempuan". Jessy memukul pelan tangan Ariel yang melebarkan matanya ke arah Jessy
"mommy aku laki-laki tidak mau jadi waria". kesal Ariel mendapat gelak tawa dari yang lainnya hanya Jessy yang tampak begitu memanjakan teman-temannya sementara Ariel diabaikan hanya menganga lebar.
Ariel berlari lalu mengusir Izal dari sisi mommynya, tanpa ragu ia merangkul bahu Jessy.
"ini mommyku kau sana jauh". usir Ariel
Izal mendengus sebal sementara Jessy diam-diam begitu senang tapi ia harus ikut-ikutan bersandiwara tidak tau pria itu bukanlah Varel melainkan Ariel.
perdebatan pun terjadi didapur saat Ariel mengusir Izal dan Nando yang tanpa ragu merengek manja ke mommynya,
"mommy.. aku mau sup ayam". pinta Ariel dengan datar
Izal dan Nando mengulangi kata-kata Ariel hingga Pria itu melototkan matanya, aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga tanpa sadar Jessy dengan cepat menghapus air matanya tidak ada yang tau itu.
"mommy.. aku mau sup ayam". ulang Frans juga dengan nada mencibir
"kau juga ikut-ikutan Frans? ". Ariel menuding wajah tampan adiknya
Frans terkejut lalu ia berlari dikejar oleh Ariel. Izal, Frans, dan Nando mengejek Ariel yang merah padam dengan geram Ariel mengejar mereka hingga mengelilingi Ramon di sofa tamu yang tertawa melihat tingkah pria-pria gagah itu yang bertingkah seperti bocah.
.
.
__ADS_1
.