Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
dipaksa


__ADS_3

.


.


Shila menganga lebar saat Varel membawa nya masuk ke Mansion mewah Keluarga Varel.


"Om..? kenapa bertemunya disini? ". tanya Shila menarik jaket Varel dengan tatapan tajam ke Varel


"cepat ikut..! tidak ada orang yang akan mencab*limu jika di tempat ini". Varel menarik lengan Shila yang hampir terhuyung mengikuti Varel.


Shila kaget saat tau kalau pertolongan yang dimaksud Varel adalah dengan bertemu dengan Keluarga Varel, bukankah itu tidak wajar?


"aku mau pulang! ". Shila berbalik dan hendak pergi tapi kerah baju belakangnya dipegang oleh Varel.


"cepat ikut..! ". titah Varel dengan tegas yang tak bisa diganggu gugat lagi.


Shila menepis tangan Varel tapi sepertinya Varel sudah banyak belajar dari gerakan beladiri Shila, lihat saja cara Varel bisa mengunci tubuh Shila dan membawanya masuk ke dalam mansion.


Shila membelalak seperti anak kecil di gendong Varel, kakinya menjuntai tapi pinggangnya Shila di angkat dengan satu tangan oleh Varel, kedua tangan Shila memegang lengan Varel dengan kedua mata Shila melebar melihat ke arah pintu masuk Mansion keluarga Varel.


"mommy? ". panggil Varel


Jessy berlari tak sabar saat Varel memanggilnya dan senyumnya memudar melihat cara Varel membawa Shila.


"kamu apakan Shila, rel? ". bentak Jessy berlari ke arah Shila.


"dia mau kabur mom! ". jawab Varel acuh lalu menurunkan Shila dengan santai seolah tubuh Shila itu ringan tidak membuatnya keberatan sama sekali.


Jessy menangkup pipi Shila yang memucat, "lihatlah..! kamu apakan dia sampai pucat begini? ". omel Jessy ke Varel


"mom..! dia takut pada kalian". ketus Varel berjalan hendak meninggalkan Shila bersama Jessy.


Varel yang hendak pergi terdiam seketika, lalu matanya melihat ke arah samping dimana tangan cantik tengah meremas jaketnya.


Varel menyunggingkan senyum tipisnya,"dimana keberaniannya? mana tingkah bar-barnya itu? kenapa dia jadi imut begini? ". batin Varel


Jessy melihat tangan Shila memegang jaket Varel, jika wanita lain pasti Varel akan menepisnya bahkan tanpa ragu mencampakkan jaket atau jas nya yang bekas disentuh wanita itu didepan orangnya langsung.


Varel memegang tangan Shila, "kau mau ikut aku masuk kamar? ". tanya Varel menyeringai


Shila membelalak lalu menepis tangan Varel membuat pria itu tersenyum tipis namun Jessy membelalak karna ia mendengar suara tawa Varel.


Varel meninggalkan Shila yang kikuk dan gugup didepan Jessy.


"ayo sayang..! nanti Varel akan turun dan menemuimu". gemas Jessy yang semakin yakin ada terbesit perasaan Varel pada Shila walau hanya setitik pena.


Shila berubah menjadi gadis pendiam dan pemalu saat Jessy membawanya ke ruang makan bertemu dengan Ramon, ia sangat tau sopan santun hal itu membuat Ramon dan Jessy senang.

__ADS_1


"momm? ". pekik Frans


"kamu pulang nak? ". Jessy


Shila menoleh dan melihat Frans yang wajahnya sangat mirip dengan Varel, sekitar 80% walau tinggi badannya berbeda dengan Varel.


"dia Frans..! adik kandung Varel". bisik Ramon


Shila tersenyum kikuk lalu Frans berlari kecil ke arah Shila.


"hai... Kakak Ipar?". sapa Frans duduk disamping Shila seolah sudah akrab saja.


Shila membelalak sempurna mendengar panggilan Frans


"kakak ipar cantik sekali, sayangnya sudah menjadi milik abangku, jika dia menolak kakak jangan ragu datang padaku ya kak? ". goda Frans mengedipkan mata nakalnya.


Shila tersenyum canggung, "apa-apaan ini? tidak nyaman sama sekali". jerit Shila dalam hati.


Jessy dan Ramon hanya terkekeh, mereka sangat tau berbedaan Varel dengan Frans, sifat abang adik itu berbanding terbalik seperti langit dan bumi.


Jessy benar-benar mengasihi Shila, sungguh hal itu menjadi pusat perhatian Frans dan Ramon.


"apa kakak ipar pernah bertemu mommyku? ". tanya Frans


Shila melihat ke arah Frans lalu melihat ke arah Jessy, "waktu acara perusahaan itu saja".


"tentu saja! dia tidak ingat". balas Jessy menahan senyum


"tapi ken...? " tanya Frans tergantung melihat situasi menjadi dingin


Frans melihat sekeliling dan ternyata pelakunya adalah abangnya sendiri tengah menatap tajam dirinya, bukan karna cemburu tapi karna tidak mau kedok nya terbongkar yaitu memaksa Shila untuk menemui Jessy.


namun berbeda penilaian keluarga Varel yang menebak Varel tengah cemburu.


"sudah siap kan? Varel akan antar dia pulang". kata Varel


Shila berbinar seketika, ia berdiri dan berlari ke arah Varel lalu merangkul lengan Varel dan tertawa canggung.


"haha.. iya Om, Tante.. Shila harus pulang..! haha.. nanti Papa Shila mencari Shila, dia mudah khawatir.. haha.."


Varel melirik tangan Shila yang merangkul lengannya, mengapa dirinya tidak bisa marah, apalagi mendengar alasan Shila yang terdengar sangat tulus.


"sayang sekali.. Tante malah ingin kamu tidur disini sayang". Jessy menunduk sedih


Varel menatap Shila, mereka saling bertatapan.


"tinggal disini satu malam? ". bisik Varel

__ADS_1


"tidak mau ! papaku bisa membunuh mu". balas Shila dengan berbisik pula


"aku akan tanggung jawab besok". balas Varel


Shila membelalakkan matanya, "om menjebakku kan Om? kenapa begini? anda sangat licik".


"aku tersanjung". seringai Varel


Mata Shila ingin keluar dari sarangnya mendengar Varel malah senang di katakan Licik,


alhasil Shila benar-benar terkurung di mansion mewah itu, ia menatap nanar keluar balkon.


"kenapa aku jadi terkurung begini? kenapa papa bisa menyetujuinya? apa alasan Om cab*l itu? ". gumam Shila dengan sedih.


berbagai drama telah mereka lewati dari Varel mendatangi Rumah Shila dan meminta izin untuk membiarkan Shila tidur di Mansion bersama Mommynya, belajar dari Shila yang keras Varel berbohong pada Suryo bahwa mommynya sedang demam tinggi hingga membutuhkan Shila.


Suryo yang terbangun sebelumnya karna buang air kecil lalu menunggu Shila karna Ujang mengatakan Shila keluar Rumah namun tak kunjung pulang hingga kedatangan Seorang Penguasa Fox Group itu ke Rumahnya dan meminta izin padanya juga memberi alasan itu, tentu saja Suryo tidak bisa memaksa Shila untuk pulang.


Suryo tau Jessy menginginkan Shila menjadi menantunya sebab Jessy pernah menemuinya di Rumah Sakit.


"mereka tidak berbeda jauh". batin Varel yang tau sifat Shila dan Suryo.


kedua manusia itu tidak mudah dibujuk dengan uang atau kekuasaan, Varel tau Suryo pernah menjadi pengusaha sukses di Jakarta namun jatuh bangkrut karna tidak mau menerima tawaran Perusahaannya dengan menjamin putri kesayangannya, bahkan saat itu Suryo mengatakan pada Ramon bahwa Suryo tidak punya anak perempuan.


.


Jessy datang ke kamar Shila hingga gadis cantik itu kaget, Shila canggung ditempat baru namun kehangatan Jessy membuat Shila nyaman bahkan malam ini Jessy menemani Shila tidur.


Shila merindukan kasih sayang seorang ibu, untuk sesaat ia terlena dengan semua perhatian Jessy, hingga ia benar-benar tertidur pulas dipelukan Jessy


pagi-pagi.


satu Mansion heboh mencari Shila yang sudah tidak ada disekitar mereka.


Varel datang ke Ruang tamu pun tampak kebingungan melihat semua orang begitu panik mencari sesuatu,


"kenapa Frans? ". tanya Varel


"kakak ipar hilang". jawab Frans tertawa


Varel terdiam lalu tampak berpikir, "mungkin dia sudah pulang". jawabnya santai


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2