Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
sama-sama mencintai


__ADS_3

.


.


malam-malam


Shila izin keluar Rumah pada Papanya.


"Papa temani nak..! ". Suryo


"Papa ngomong apa sih? Shila bawa mobil sendiri aja dan nanti lewat jalan besar, mungkin Shila akan menginap Rumah Tante Jessy Pa, boleh ya Pa? ". pinta Shila memelas


Suryo yang tadinya terheran kini tersenyum, "kalau begitu papa antarin ya? ".


"tapi Pa..? ". rengek Shila


"papa bawa mobilnya lagi, lagian ada Om tampanmu kan? dia akan dengan senang hati memberikan semua kunci mobilnya padamu nak dan anak Papa tinggal pilih bawa mobilnya yang mana". kekeh Suryo


Shila menautkan kedua alisnya tapi pipinya menggembung sempurna, ia tidak bisa menolak perintah Papanya.


alhasil Shila diantar oleh Suryo ke Mansion Keluarga Varel, awalnya Suryo ingin mampir tapi ia harus cepat pulang dan belanja dipasar yang buka malam ini, Suryo sekalian beli ikan, ayam dan sayur mayur untuk dagangannya esok.


.


Shila berlari memasuki Mansion keluarga Ramon, ia mengedarkan pandangannya mencari semua orang, ternyata seorang Pelayan mengatakan Ramon bersama Jessy sedang berada dikamar, Shila yang polos tidak berpikiran hal dewasa.


"dimana Om.. Eh.. maksudku Tuan Raffan? ". tanya Shila


Shila diantarkan ke Ruangan Kerja Varel, "terimakasih.! ". ucap Shila


Shila berjalan ke arah Ruangan Varel lalu membuka pintunya dan melihat sekeliling, "Om? ".


Shila berjalan pelan namun matanya melihat ke arah sekeliling.


"Dimana om Raffan? ". gumam Shila celingukan


Shila akhirnya bisa melihat Varel yang ada disofa, ia mendekat dan menatap Varel yang sedang tertidur.


"Om Raffan sangat tampan". batin Shila


"tapi apa benar jantungku berdetak 2 kali lebih cepat karna mencintai Om Raffan? aku harus membuktikannya sendiri, apa Om Raffan..? hmm.. sudahlah nanti aku coba kalau om udah bangun". batin Shila


tangan Shila meraba wajah Varel tapi tidak menyentuh kulitnya, tanpa sadar bibirnya tersenyum melihat bibir merah Varel yang sangat seksi.


"sadar.. shila.. sadar..! ". gumam Shila memukul pelan kepalanya.


Shila melihat sekeliling, "apa om sangat kelelahan? kenapa dia sampai tidak bangun saat aku datang? biasanya cepat terbangun jika mendengar suara nafas manusia". batin Shila merasa heran


Shila bangkit dan berjalan ke arah meja kerja Varel, betapa terkejutnya Shila melihat tingginya dokumen Kerja sang kekasih.


"apa ini semua harus ditanda tangan olehnya? aku fikir tangannya tidak akan sanggup". gumam Shila tak percaya

__ADS_1


Shila teringat semua perjuangan Varel untuknya,


"mana pernah Tuan Muda Varel meninggalkan pekerjaannya demi alasan apapun".


"ya ampun.. Tuan Muda sangat menggilai Shila kita".


"bagaimana bisa dia menjadi aktor? apa pekerjaannya tidak menumpuk? tapi aku suka... haha.. dia sangat tampan bahkan lebih tampan dari dunia aslinya".


"Shilaaaa...! bisakah kita bertukar jiwaaa..? aku ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh Tuan Muda".


"ya Ampun.. perjuangan Tuan Muda luar biasa! "


.


Shila teringat komentar-komentar penggemar setianya saat Shila sedang berada didalam toilet gedung Fox Entertainment, awalnya Shila tidak terlalu peduli karna ia tau Varel memang mencintainya.


"Om Raffan pasti sangat kelelahan". gumam Shila tersenyum manis begitu terharu oleh pengorbanan Varel.


Varel mungkin tidak mengorbankan Perusahaan untuknya seperti yang dilakukan Suryo untuknya tapi pengorbanan Varel berbeda namun bisa menembus hatinya saat tau dibelakangan.


Shila berjalan ke arah Varel tanpa memikirkan apa-apa Shila tidur memeluk Varel dan mengendus leher Varel.


"jantungku berdetak 2 kali lebih cepat om!, aku memang jatuh cinta sama om". batin Shila


keesokan paginya, Varel perlahan membuka matanya ia kaget mencium wangi khas kekasih hatinya.


"Maharani? apa aku sedang bermimpi? ". batin Varel yang merasa dirinya bermimpi tidur di sofa dengan Shila.


"jadi Shila tidur disini nak? ". bisik Jessy membekap mulutnya supaya tidak membuat Shila terbangun


Varel mengerjab-ngerjab?"apa maksud Mommy? apa Mommy juga ada didalam mimpiku? ". batin Varel


Jessy segera keluar sambil tersenyum begitu lebar sementara Varel melihat ke arah Shila, lengannya terasa pegal tapi mengapa mimpi bisa merasakan sakit?


Varel mengucek-ngucek matanya lalu menatap Shila cukup lama hingga matanya melebar, ia akhirnya mengerti dirinya sedang tidak bermimpi.


Varel mengukir senyum tertampannya, ia segera mendekat dan mencium kening Shila lalu memeluknya dengan mesra.


"aku sangat senang sayang melihatmu saat aku membuka mata". batin Varel mengulum senyumnya.


cukup lama Varel memeluk Shila hingga akhirnya ia kembali tertidur namun saat terbangun Shila belum juga bangun.


Varel teringat pekerjaannya yang masih menumpuk, ia segera mengangkat tubuh Shila supaya Shila bisa lebih nyenyak dan Varel melanjutkan pekerjaannya semakin bersemangat.


.


Shila menguap dan meraba ke samping, "dimana ini? ". Gumam Shila duduk bersila dengan mata setengah terpejam


Shila masih belum mengumpulkan nyawanya sepenuhnya jadi sangat wajar dirinya seperti itu, saat ia tersadar matanya melebar seketika.


"eeh..? a.. akkku? ". Gagap Shila celingukan sana kemari mencari Varel

__ADS_1


Shila memukul kepalanya dengan kesal, "kenapa kau sangat gila Shila? kau sudah gila ya?? haha.. iya kau sudah gila." dumel Shila


.


"sayang? ". Varel keluar dari kamar setelah melihat Shila berganti pakaian di kamarnya.


"Om? a.. aku.. hm.. aku? ". Shila tidak tau bagaimana caranya dirinya menjelaskan situasi yang tidur memeluk Varel seperti bantal guling saja.


Varel mendekat hingga wajahnya kini berdekatan dengan Varel sangat dekat juga begitu intim, jantung Shila berdetak 2 kali lebih cepat dan hal itu membuat Shila mendongak hingga jantungnya semakin berdebar.


"a.. aku..? ".


"kenapa malu sayang? aku sangat lelah tapi saat aku memeluk duniaku tubuhku kembali segar". Varel mengelus serta merapikan rambut panjang Shila


"om nggak marah kan? ". tanya Shila dengan hati-hati


Varel menggeleng kepalanya lalu menarik pinggang Shila dan memeluknya mesra, "aku mencintaimu sayang, apapun yang kamu lihat itu karna aku mencintaimu dengan tulus, jangan merasa bersalah karna pekerjaanku itu".


Shila terdiam, sepertinya Varel tau dirinya melihat pekerjaannya yang begitu menumpuk.


Shila menoleh kesamping hingga dirinya bisa mendengar detak jantung Varel yang berdebar tak karuan, "Om? ".


"hanya kamu yang bisa membuat jantungku berdebar seperti itu sayang". jawab Varel yang tau apa yang dipikirkan Shila


Shila tersenyum manis, ia melingkarkan tangannya di pinggang Varel.


"aku juga cinta sama om". jawab Shila dengan nada manja hingga mata Varel yang awalnya terpejam terbelalak seketika.


"sayang kamu? ". Varel melepaskan pelukannya dan menatap lekat Shila


"iya om..! jantungku juga berdetak lebih cepat kalau dekat-dekat dengan om". jelas Shila sambil tersenyum


"sayang..? kamu membuatku melayang". gemas Varel menangkup wajah Shila menciumi wajah Shila dengan sayangnya.


Shila memejamkan matanya sambil terkekeh, "iya om sayang". jawab Shila


Varel mengecup bibir Shila yang menyebutnya sayang hingga mereka saling bertatapan mesra lalu saling berpelukan cukup lama menikmati perasaan masing-masing.


.


.


.


cinta mereka akan di uji.. haha.. sebenarnya Varel udah datangi Authornya dan mohon supaya bisa dapatin Shila.. wkwk... Varel cinta tulus sih siapa yang nggak akan luluh.. hehe.. Nae aja luluh tuh... wkwkwk..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2