Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
Bonus Ekstra Part. 10


__ADS_3

.


.


.


Frans mengedarkan pandangannya dan tak sengaja melihat Raisa berjalan seperti robot kaku hingga bibir Frans berkedut dan akhirnya tersenyum begitu tampannya hingga wanita yang memeriksa tiket Frans malu-malu mengira Frans tengah tersenyum padanya.


Frans memakai kacamata hitam, jadi tentu saja tidak tau kemana perginya bola mata Frans melirik.


"Kamu kenapa Raisa? ". tanya Arif menepuk kedua tangannya diwajah Raisa


"hehe". cengir Raisa.


"ayo cepat..! Tuan Frans sudah mau masuk dan tiketnya sudah diperiksa! ". omel Arif


Raisa berlari mengikuti Arif dan menunggu giliran dirinya diperiksa oleh wanita si pemeriksa tiket, hanya khusus tiket VVIP saja, jadi antriannya tidak panjang malah yang kelas ekonomi yang panjang.


mata Raisa tak bisa berhenti menoleh sekitar, wajar saja Raisa tidak pernah naik pesawat apalagi melihatnya kecuali lepas landas, mendarat yang sedang diudara.


"Raisa? ". teriak Arif menepuk jidatnya melihat Raisa malah salah jalan


"eeh?? ". Raisa tertawa malu dan berlari ke arah Arif sedangkan Frans jalan saja tanpa berhenti.


mereka naik bus dan mata Raisa berbinar-benar sambil memegang kaca didekatnya melihat banyak pesawat dilapangan luas itu, wajar ia sangat norak tapi tidak berteriak seperti perempuan lebay.


Raisa menekan perutnya yang berbunyi hingga Arif bertanya apakah Raisa belum sarapan, Frans tidak menoleh tapi ia mendengar Raisa belum sarapan.


"dasar..!". batin Frans tak bisa berkata-kata


didalam pesawat, Arif memekik menutup mulutnya melihat begitu mewahnya tempat VVIP yang diambil oleh Frans untuk mereka yang berasal dari rakyat jelata, Raisa juga menganga lebar mungkin jika ada lalat sudah masuk ke mulutnya itu.


Pramugari memberitau tempat duduk Arif dan Raisa yang berdiri seperti orang bodoh, mereka pun duduk tak jauh dari Frans, Raisa di sebelah kanan Frans sementara Arif disisi kiri nya Frans tapi sedikit ada jarak.


"Tuan..? apa Tuan ada pesan makanan? ". tanya Pramugari dengan sopan ke Frans.


Raisa melihat ke arah Frans, dan Frans mengambilnya lalu memberikannya ke Raisa.


"habiskan! ". titah Frans hingga Arif yang mendengarnya tersenyum saja.


"terimakasih Tuan". cicit Raisa merasa malu karna Frans tadi pasti mendengar ocehannya dengan Arif.


Pramugari lainnya membagikan minuman, karna setiap tamu VVIP dapat minuman gratis selama perjalanan.


Raisa memakan semua nya sambil celingukan seperti anak kecil yang baru saja melihat hal baru, kaki Raisa begitu nyaman mungkin tahan berjam-jam di dalam pesawat lalu matanya melihat ke arah Frans dan Arif yang tertidur.


setelah perutnya kenyang Raisa melihat kesamping dimana ia penasaran dan hanya ada kabut saja, Raisa tidak bisa melihat apapun, lama-kelamaan Raisa juga ikut tertidur.


.


.


.

__ADS_1


setibanya di Bandara Perancis


Raisa berlari mengekori Arif dan Frans yang berjalan duluan hingga ia ketinggalan cukup jauh.


"kita ambil Koper! ". ajak Frans


"baik Tuan". jawab Arif


.


Raisa duduk diam melihat banyaknya koper berputar menunggu pemiliknya, Raisa cukup kebingungan melihat kopernya yang tak kunjung muncul sementara koper Frans dan Arif telah ada ditangan mereka.


"apa ketinggalan di Indonesia Tuan? ". tanya Raisa mendongak ke samping dimana ada Frans tepat disampingnya.


"tidak mungkin". jawab Frans memegang kepala Raisa dan menghadapkannya kedepan.


"lihat yang benar". Frans


Raisa melihat lagi,


"eeh.. bukannya itu kopermu Raisa". tunjuk Arif.


"eeh? kelewatan". Raisa memegang kopernya tapi tangan Frans sudah mengangkatnya terlebih dahulu hingga tangan Raisa tentu memegang tangan Frans.


"maaf Tuan". ucap Raisa segera mengangkat tangannya.


"ayo cepat..! ". ajak Frans menyerahkan koper Raisa.


Raisa pun mengambilnya dan mengekori Frans dan Arif sejajar disampingnya.


Raisa menatap kesal ke Arif seolah memberi peringatan padanya untuk tidak mengganggunya hingga Arif tertawa kecil memilih fokus mengikuti Frans.


.


.


Raisa menganga lebar melihat kamarnya yang ukurannya sangat tidak normal.


"ini Rumah atau kamar hotel? ". gumam Raisa berjalan seperti robot meninggalkan kopernya mengelilingi Kamarnya.


Raisa bahkan sampai pusing sendiri melihat kamar penginapannya selama beberapa hari, Raisa tidak tau kenapa Frans berlibur cukup lama disini padahal acaranya hanya 1 malam saja.


sekitar jam 6 lewat


Raisa berlari ke luar kamarnya mendengar bunyi bel kamarnya, Frans sudah mengajarkannya tadi jadi ia tau kalau ada yang tengah menunggu didepan pintu kamarnya


"Tuan? ". Raisa melihat Frans yang menunggunya dengan posisi yang sangat seksi menurut Raisa.


"bagaimana gaunmu? ". tanya Frans


"hah? gaun? ". Raisa gelagapan saat ditanya gaun karna ia tidak membawa gaun yang pernah Frans belikan untuknya


"aku lupa memberitaumu kalau disini harus pakai gaun, ayo cepat..! ". ajak Frans menarik pergelangan tangan Raisa.

__ADS_1


Raisa pun mengikuti Frans dan Arif juga telah menunggu mereka, tapi Frans tak lagi memegang tangan Raisa.


sekali lagi Raisa harus didandani, Frans dan Arif mencari baju Formal yang bagus dan rambut mereka berdua ditata rapi tapi terlihat sangat gagah hingga Arif berdecak kagum dengan gaya rambutnya yang cocok dengannya yang pakai kacamata.


model gaun yang dipakai Raisa



"Raisa kamu cantik sekali? ". puji Arif yang baru pertama kali melihat Raisa berdandan.


"ayo jalan! ". ajak Frans


Arif mendekati Raisa dan memuji Raisa yang tersenyum malu saja, dipuji cantik siapa yang tidak akan senang? perempuan manapun pasti senang dipuji cantik.


.


.


Frans menunjukkan undangannya yang berasal dari Indonesia.


mereka bertiga dibiarkan masuk, Raisa dan Arif hanya bisa melongoh seperti orang bodoh melihat betapa mewahnya acara itu dan belum lagi banyak tamu undangan dengan pakaian super seksi dan begitu terbuka hingga Raisa ngilu dan malu sendiri, padahal bukan dirinya yang berpakaian seperti itu.


dressnya kini saja yang pendek berada diatas lututnya sudah membuatnya tidak nyaman apalagi mereka yang membentuk dan bisa dikatakan hampir bertelanj*ng.


"Tuan hebat sekali bahasa Perancis". bisik Arif ke Raisa


Raisa mengangguk-angguk, kebiasaannya matanya mengedar dan menemukan tatanan kue cantik membentuk menara Eiffel hingga matanya berbinar cerah.


"nanti saja! ". gerutu Arif menutup mata Raisa yang hanya menatap kue saja.


jika perempuan lain malah mencari pria-pria tampan, mapan dan hebat tapi Raisa malah mencari kue? bukankah itu lucu.


"ayo kita kesana..! ". ajak Frans dan tak sengaja matanya melihat Raisa hanya memandang kue saja.


Frans menggeleng kepalanya, "Raisa..! ". Frans memegang bahu Raisa hingga gadis itu tersadar dan menatap mata Frans.


"lihat arah tunjukku ya? ". kata Frans dibalas anggukan oleh Raisa.


"aku dan Arif duduk disana, bangku pertama di urutan nomor 3 dari ujung kanan. kamu tau? ". tanya Frans


Raisa memutar pandangannya dan mengangguk pertanda dirinya tau,


"ya sudah..! pergi lah makan kue nanti duduk disana ya? dimana bangkuku tadi? ". tanya Frans


Raisa menunjuk tempat yang Frans beritau tadi.


"bagus..! pergilah makan..! ". Frans menekan kepala Raisa yang tersenyum lebar segera putar badan hingga Arif hanya menganga lebar melihat kesenangan Raisa.


Arif pun berlari mengekori Frans yang berjalan meninggalkan Raisa yang sudah pergi ke tempat lain.


Arif sesekali memutar kepalanya melihat Raisa begitu senang melihat kue-kue itu bahkan mengambil yang bawah-bawahnya saking tak inginnya merusak tatanan kue bentuk Menara cantik itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2