
.
.
Shila dan Jessy kini menatap datar pemandangan dimeja makan, dimana Varel dan Ariel tengah berdebat mulut didepan mereka.
Ramon dan Frans yang ada disisi kiri dan kanan pria-pria tampan itu pun menganga, bagaimana bisa Varel dan Ariel bisa akur jika baru pertama kali berkumpul saja kedua saudara kembar yang terpisah sejak bayi itu malah bertengkar seperti musuh bebuyutan walaupun tidak main bunuh-bunuhan.
"Om..? ". kesal Shila
Varel dan Ariel melihat ke arah Shila yang memasang wajah datarnya, Ariel melihat ke arah Jessy yang tak berbeda jauh.
"bisa kita makan? ". tanya Shila dengan datar
"hmm". jawab Varel dan Ariel serentak
"Ckkk..! ". Ariel dan Varel kembali berdecak hingga saling melempar tatapan tajam satu sama lain
"aku mau pulang aja ke Rumah Papa". Shila bangkit dari duduknya
"pergilah..! ". Ariel melambaikan tangannya
"Diam nak..!". ancam Jessy dengan mata melotot galak.
glek..
"abang jangan pancing Mommy, bahkan Mommy sangat mencintai Kakak ipar dari pada Abang Varel, kita bisa didepak jika berani menyakiti kakak ipar". bisik Frans
"sayang? ". Varel berdiri hendak mengejar Shila namun sebelum pergi ia menjitak kepala Ariel hingga mata Ariel membelalak memutar kepalanya melihat ke arah Varel.
"sudah bang.. sudah..! ". Frans menenangkan Ariel
"kalian kenapa jadi seperti musuh sih?". tanya Ramon menepuk pundak Ariel
Ariel berdecak sambil fokus dengan makanannya, ia tidak lagi berani melihat lurus kedepan karna hanya akan melihat Jessy tengah mengeluarkan tanduknya dan bisa Ariel pastikan Jessy akan menunjukkan taringnya jika Ariel tidak juga mengalah.
"sayang...? ". Varel berlari mengejar Shila dan menarik pinggang Shila hingga masuk ke pelukan Varel
"sayang.. maafkan aku ya? ". bujuk Varel mengalah dengan wajah memelasnya.
"aku lapar om, aku mohon jangan bertengkar saat dimeja makan, itu hanya membuat selera makanku lenyap". kata Shila dengan kesal
"iya sayang maafkan aku, aku minta maaf ya? ayo kita kembali dan makanlah! ". pinta Varel
Shila membuang muka namun Varel dengan sabar menangkup kedua pipi Shila dan menghadap padanya.
"maafkan aku sayang! hukum aku ya? jangan hukum dirimu sendiri yang tidak makan ok Maharani? biar aku yang tidak makan hmm? sayang..? aku minta maaf ya? ". bujuk Varel yang memang selalu merendahkan dirinya pada Shila karna bagi Varel Shila memang segalanya.
__ADS_1
Shila menatap Varel dengan kesal lalu tiba-tiba ia tersenyum lembut, "baiklah..! aku akan makan tapi om juga harus makan". kata Shila dengan lembut
Varel mengangguk dan merangkul Shila kembali masuk ke dalam Mansion,
Varel kembali ke meja makan membawa Shila sedangkan Ariel hanya melirik dengan tenang, tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka hanya suara dentingan sendok saja yang menghiasi meja makan malam mereka saat ini.
.
Varel tidak mau mencari pertengkaran dengan Ariel yang telah berada di kamarnya, biarlah Ariel yang ada dikamar itu sedangkan Varel tidur di kamar tamu khusus untuk Kamar Shila.
"kamu yakin nak? ". tanya Jessy mengelus rahang Varel
"iya mom..! tidak apa, sayangi saja anak mommy yang kekurangan kasih sayang itu". jawab Varel tersenyum tipis
Shila tersenyum melihat Varel, "Biar Shila yang jaga Om Varel Mom".
"mohon bantuannya ya sayang? mommy harus mengurus bayi besar mommy ya? ". pinta Jessy menangkup kedua pipi Shila dan menatap Shila dengan lembut.
"iya mom! ". jawab Shila tersenyum manis
"Mommy.....?". Ariel tiba-tiba datang dibelakang Jessy menatap tajam ke arah Varel yang diacuhkan saja oleh Varel.
"ayo kita pergi..! ". Ariel merangkul bahu Jessy dan membawanya menjauh dari Varel.
Shila menggeleng kepalanya melihat tingkah Ariel yang seolah tidak ingin Jessy mengabaikan Ariel padahal Ariel itu anaknya Jessy mana mungkin Jessy mengabaikan putranya itu.
Varel mengangguk dan mengikuti Shila yang mengajaknya masuk kamar.
.
"om harus kuat dan sabar ya? om Ariel seperti itu karna dia belum puas dengan kasih sayang keluarga Om". kata Shila memberi semangat
"iya sayang... aku akan belajar untuk lebih sabar lagi dan menahan diri untuk tidak melawannya". Varel tersenyum lembut ke Shila
.
ke esokan harinya
Media meliput berita Desiana yang di tangkap polisi sebagai tersangka yang membuat Tetua Joko bunuh diri, walaupun bukan dituduh sebagai orang yang membunuh tapi Desi juga akan terkena hukuman penjara.
"benarkah Nona memutuskan Pak Joko? ".
"bagaimana pertemuan anda dengan Pak Joko Nona? ".
"apakah Dia Daddy sugar anda Nona? ".
"tolong jelaskan pada kami Nona".
__ADS_1
Desi mengepalkan tangannya dibalik masker dan topinya, ia kini sudah berada di jurang kehancuran tapi orang-orang yang dulunya berpihak padanya kini malah berbalik badan tidak ada yang mau membantu Desi untuk lepas dari jeratan ini.
Keluarga Desi? tidak ada yang menganggap Desi lagi setelah apa yang Desi lakukan pada Ayahnya hingga membawa aib yang akan membuat Perusahaan jatuh bangkrut jika hal itu tersebar, itu sebabnya Keluarga Desi mengusir Desi dari Rumah dan tak akan menganggapnya lagi ada.
.
bersamaan Desi yang di tahan didalam penjara sebelum persidangan, para wartawan di hebohkan dengan berita CEO Fox Group akan mengadakan Konferensi Pers dadakan hingga para Wartawan yang ada di kantor polisi berhambur melarikan diri menuju Gedung Pers yang akan didatangi oleh Varel.
"apa Tuan Muda Fox Group itu Artis? bagaimana bisa kepopulerannya melebihi presiden? ". gerutu salah satu polisi yang terjatuh di dorong-dorong oleh para Reporter itu.
"iya dia memang aktor sejak menjalin hubungan dengan Shila". jawab polisi yang lainnya
"apa benar yang dikatakan media bahwa hubungan mereka telah merenggang? Tuan Varel berhubungan dengan Manager Shila sedangkan Shila memiliki kekasih misterius".
"ssst...! jangan ikut campur kisah cinta orang kaya". sungut polisi yang lainnya.
.
semua wartawan telah berkumpul di gedung Pers yang berisi para Reporter dari berbagai siaran TV.
Varel muncul berjalan tenang dikawal oleh Nando
Shila bergandengan tangan dengan Vivi duduk tak jauh dari Varel yang sedang di sorot media, banyak beberapa media yang juga memotret Shila yang berpenampilan sederhana, Rambutnya di ikat ekor kuda tidak berhias namun begitu cantik alami. Vivi juga mulai terlihat manis dipotret beberapa wartawan karna berita Vivi memiliki hubungan gelap dengan Varel dibelakang Shila itu sebabnya gerak-gerik Vivi mulai diawasi media.
tak berapa lama media kembali ribut melihat Jessy dan Ramon juga datang dan duduk dijejeran kursi tempat duduk Varel namun tepat kursi kiri dan kanan yang ada disamping Varel kosong hingga para wartawan bertanya-tanya dalam hati untuk siapa 2 kursi kosong itu.
Varel melihat Ramon dan Jessy, mereka kompak menganggukkan kepala seolah sudah siap dengan semua rencana yang telah mereka susun.
"pertama-tama saya ingin membuat pengakuan! ". kata Varel dengan ekspresi datarnya
di sudut Ruangan ada Aham dan Rion yang tengah menunjuk-nunjuk ke arah Vivi.
"apa itu gadisnya milik Tuan kita? ". tunjuk Rion
"iya mis..! dia memang gadis yang dikatakan memiliki hubungan gelap dengan Tuan kita". jawab Aham
"kenapa kau selalu memanggilku Kumis, botak? tidak bisakah kau memanggil namaku? ". tanya Rion dengan geram
"diamlah..! ". ketus Aham
"huuh..! sok ikutan gaya Tuan, kau sama sekali tidak cocok! ". ejek Rion mendengus pelan
.
.
.
__ADS_1