Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
mencari kesempatan


__ADS_3

.


.


Vivi menyimpan kado Shila tentu menandai bentuk kertas kadonya, Shila menahan tawanya dalam hati.


Acara terus berlanjut, Vivi benar-benar merasa seperti ratu hari ini, malam ini adalah gaun terakhir yang dikenakan Vivi, tamu undangan semakin saja bertambah membuat pasangan pengantin itu cukup kewalahan mengatasinya.


Shila mengenakan baju pesta berbeda, ia memakai gaun warna biru langit sangat terang tapi sangat cocok dengan warna kulit Shila.


tak berapa lama pesta dansa pun dimulai, Vivi dan Ariel hanya berdansa sebentar sebab Ariel tidak bisa memaksa Vivi yang masih lelah, apalagi istrinya tengah mengandung.


lampu tiba-tiba padam, membuat para tamu kebingungan namun tiba-tiba saja lampu terang menyorot Varel hingga semua orang bertepuk tangan meriah.


"sayang..? ". Varel mengulurkan tangannya ke Shila


Shila memutar kepalanya dan kaget melihat lampu menyorot mereka berdua, "om ngapain?". tanya Shila berbisik.


"hmm..? ". Varel melirik tangannya.


Shila tersenyum lebar seketika, ia menyambut tangan Varel lalu mengikuti Varel yang melangkah mundur ke tempat yang sedikit luas.


ada beberapa orang yang diam-diam merekam hal itu, berbeda dengan Varel dan Shila yang tampak hanyut dengan gerakan serta sentuhan masing-masing.


"aku nggak nyangka calon suamiku bisa berdansa". kata Shila tersenyum manis


"terimakasih pujiannya Maharani, kamu harus tau aku pandai melakukan berbagai hal". sahut Varel


"benarkah? ". tanya Shila memicing curiga


"iya sayang..! benar". jawab Varel tersenyum


Shila memutar gerakannya lalu kembali ke pelukan Varel yang gerakan kaki mereka masih santai dan tenang.


"main Biola? main Piano? ". tanya Shila


Varel mengerutkan keningnya, "kamu suka permainan itu? ". tanya Varel dengan lembut.


"iya Mas..! ". jawab Shila membuat Varel terhenyak


"kamu panggil aku apa sayang? ". tanya Varel


"hmm? aku panggil apa? ". tanya Shila balik dengan wajah polosnya.


Varel tertawa, ia menduselkan hidungnya dengan hidung Shila.


"jangan coba-coba menipuku Sayang". gemas Varel


Shila terkekeh, "iya..iya Mas". jawab Shila


"kenapa ikut-ikutan Vivi?". tanya Varel


"ikut-ikutan bagaimana? kan memang itu panggilan sayang seseorang kan? tidak mungkin aku panggil Uda". jawab Shila


"Uda? apalagi itu? ". tanya Varel

__ADS_1


"Uda itu sama dengan Mas cuma setiap orang yang mempunyai ragam suku memanggil orang tersayang dengan cara mereka masing-masing". jawab Shila


"kalau begitu panggil aku suamimu nanti hmm? bagaimana? ". tanya Varel


"hah? ". cengo Shila


"aku tidak mau ada orang lain yang meniru panggilan pujaan hatiku". jelas Varel


Shila hanya menggeleng-geleng kepalanya, sungguh cemburu Varel tidak lucu.


"untung sayang kalau enggak pasti udah aku sepak". gerutu Shila.


Varel tertawa lepas malah membuat Shila berubah kesal, bagaimana bisa ia mencintai Pria seperti Varel.


Vivi diatas panggung bertepuk tangan meriah, semua orang yang terdiam bagai patung melihat kemesraan mereka pun ikut-ikutan bertepuk tangan.


"ckk.. aku juga bisa". kata Ariel


"iya Mas. iya.. cuma kan Mas tau aku lagi mengandung, aku suka saja melihat mereka". kata Vivi dengan binar senangnya


"kamu iri dengan Shila? ". tanya Ariel


"mana mungkin..! sebelum aku kenal sama Mas aku sangat bahagia bersama Shila, kehidupanku begitu berarti setelah bekerja bersamanya, dulu aku pikir Shila sama seperti Artis lainnya yang mencari muka dengan Tuan Varel, haha.. tidak ku sangka saat mengenal Shila Tuan Varel lah yang mencari perhatian Shila". curhat Vivi tanpa rem


Ariel menatap Vivi seorang, disaat semua mata melihat Varel dan Shila hanya mata Ariel saja yang memandang Vivi.


"hmm? ". Vivi kaget saat bibirnya di pangut mesra oleh Ariel.


"kenapa mas? ". tanya Vivi


Vivi tersenyum malu, "issh.. jangan ganggu aku Mas".


.


"Om ngapain? ". tanya Shila melihat gerakan dansa Varel mulai cepat.


"ayo berdansa sayang? ". senyum misterius Varel


"tidak bisa om, gaunku panjang". protes Shila


Shila memejamkan matanya pasrah dirangkul dan di gendong oleh Varel bukan maksud apa-apa, ia hanya berdansa dengan cara modern.


prok.. prok.. prok.. prok..


Shila bisa mengimbangi gerakan Varel, tapi kepalanya sedikit pusing karna selalu berputar-putar, hingga Varel gemas merangkul pinggang Shila.


"pusing? ". tanya Varel


Shila mengangguk memijit pelan pelipisnya,


"ayo kita istirahat saja, lagian acaranya sebentar lagi akan berakhir". kata Varel


"tapi Vika bagaimana? ". tanya Shila


"biar Frans atau Mommy nanti yang urus, bukankah Vika keluarga kami bukan adikmu saja iya kan? hmm? ". Varel

__ADS_1


Shila mengangguk, setibanya di kamar Shila kini malah kewalahan meladeni ciuman Varel. Shila mendorong tubuh Varel.


"om sengaja ya bikin aku pusing? iya kan? biar om cari kesempatan didalam kesempitan iya kan? ayo ngaku?? ". kesal Shila


Varel tergelak, "kamu pintar sayang".


"issh.. om..! jangan gitu dong, kepalaku benar-benar pusing nih, ayo tanggung jawab". rengek Shila


Varel tentu merawat Shila yang pusing karna dansa yang ia lakukan, mereka tidur berpelukan saja dengan gaun serta tuksedo yang sama.


beberapa jam kemudian di Kamar lain


Vivi menganga melihat kado Shila berupa CD dan Lingerie ada sekitar 10 pasang.


"itu kado berhargamu? ". tanya Ariel tertawa lepas


Vivi mengabaikan tawa Ariel, ia mengeluarkan semua lingerie itu hingga tiba di posisi paling bawah ada sebuah kotak kecil, Vivi tersenyum lebar membuka nya ada sebuah anting-anting cantik yang sangat Vivi sukai.


"waah.. ini dia hadiahnya.. hehe.. terimakasih Shila". tawa bahagia Vivi mendapatkan hadiah istimewa yang ia maksud


Ariel menganga melihat semua lingerie dan CD yang berserakan di dekatnya


"Beb? kenapa tidak dipakai hmm? ". tanya Ariel


Vivi menoleh dan melihat Ariel tampak penasaran saat Vivi memakainya.


"mas mau aku memakainya? ". tanya Vivi malu-malu


Ariel mengangguk-angguk semangat.


"y.. yang ma.. mana? ". tanya Vivi gugup


Ariel tampak serius mencari 1 lingerie yang paling seksi, Vivi merasa lebih baik bertelanj*ng saja didepan Ariel tapi ingin membuat suaminya senang tidak ada salahnya Vivi mencoba.


"pakai disini! ". pinta Ariel


"t.. tidak mau..! aku pakai di kamar mandi saja". jawab Vivi segera melarikan diri ke kamar mandi hingga Ariel tertawa.


Cinta itu buta, jika sudah Cinta apapun yang ada pada diri seseorang baik itu kekurangan akan dilihat penuh cinta pasti terlihat seksi dan menawan.


Vivi keluar beberapa puluh menit kemudian, namun yang membuat Ariel terpesona bukanlah bentuk tubuh Vivi tapi wajah merah Vivi terlihat lebih menggemaskan dari apapun.


"ahahahaha". tawa lepas Ariel berjalan ke arah Vivi


Vivi malah memberengut mengira Ariel menertawai dirinya, "aku ganti aja ". Vivi hendak berbalik namun ditahan oleh Ariel.


"kenapa wajahmu merah Beb? aku tidak tahan untuk tidak tertawa". tanya Ariel


"benarkah? ". tanya Vivi semakin malu menangkup pipinya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2