Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
masa lalu


__ADS_3

.


.


.


Shila tak bisa berkata-kata hanya diam mematung, ia sedang berpikir kapan dirinya sembuh.


"kenapa sayang? ". tanya Varel dengan suara berat.


"sakit". jawab Shila dengan jujur.


Varel terkekeh pelan hingga Shila menatap sengit suaminya itu, bagaimana bisa ia tertawa setelah membuatnya seperti itu.


"mau kemana Nyonya? ". tanya Varel bangkit sedikit membungkukkan badannya.


Shila tersenyum lebar, "membersihkan diri! ". jawab Shila merentangkan tangannya.


Varel menyeringai ia menggendong Shila dan membuat Shila memekik harus mandi bersama dengan Varel,


"bersihkan tubuhmu di dalam sana! ". kata Varel menyiapkan air mandi Shila yang berendam.


Shila membelalak melihat hal yang tidak patut ia lihat, "aaaahhh! ". jerit Shila


Varel dengan santainya berjalan ke pancuran Shower tanpa ada rasa malu sedikitpun,


"apa Suamiku tidak malu? ". pekik Shila


"kenapa malu? ". tanya Varel balik tertawa


"pakai celana !". titah Shila


"tidak bisa sayang...! ". tolak Varel yang membuat Shila terdiam seketika.


Shila memutar wajahnya kesamping, kini Shila sudah tidak polos lagi, matanya telah ternodai.


"mau mencoba sayang?". tanya Varel


Shila membelalak saat Varel masuk ke tempat berendamnya, "Ta.. tapi suamiku? in.. ini masih sakit". cicit Shila


Shila memekik saat ada sesuatu bermain di bagian bawahnya, Shila yang kini sudah tidak polos lagi menikmati hal itu hingga wajahnya memerah.


Varel menggendong Shila dan membawanya berdiri dibawah pancuran Shower, "aahh".


Varel benar-benar profesional, ia berhasil membuat Shila merasakan sensasi yang berbeda, pantas saja sepasang kekasih menikah ternyata untuk mendapatkan keenakan yang hakiki seperti ini.


Varel memeluk Shila dengan erat, mereka berpelukan dengan nafas terengah-engah.


"sudah suamiku...! kakiku gemetaran". cicit Shila


Varel tersenyum mencium sisi wajah Shila, "mau jalan-jalan? ".


"gimana mau jalan-jalan? kakiku masih gemetaran om". kesal Shila


Varel tertawa, "nanti malam kita akan jalan, sekarang istirahatlah! ".


Varel menggendong Shila membantu Shila berpakaian, Shila menatap Varel saja.


"kenapa menatapku Maharani? ". tanya Varel gemas


"kenapa suamiku begitu profesional? apa aku adalah yang pertama? aku rasa tidak mungkin". tanya Shila


Varel tergelak, "kamu yang pertama sayang".


"terus kenapa bisa begitu pandai?". tanya Shila tak percaya


"sudah aku bilang aku pandai semua hal". jawab Varel tersenyum tampan


Shila pun tersenyum, "apa kekurangan Suamiku ini ya? ".


"aku punya kelemahan yaitu kamu sayang". jawab Varel


"kenapa aku kelemahan suamiku? ". tanya Shila


"karna aku tidak bisa melihatmu terluka". jawab Varel

__ADS_1


Shila tersenyum lebar, "kalau begitu om juga kelemahanku".


Varel mengecup punggung tangan Shila, "sekarang tidurlah..! aku akan cari makanan diluar hmm? "


Shila tersenyum lebar dan mengangguk senang.


.


Shila Vidio Call dengan Vivi.


"bagaimana? haha...? enakkan? ". goda Vivi


Shila memberengut, "tidak ada siapapun disana kan kak? ".


"tidak ada Shila, hanya kakak saja di kamar". jawab Vivi


"huuh..! sakit tapi.. hm..? ". Shila tidak berani melanjutkannya


Vivi tertawa terbahak-bahak melihat wajah Shila yang sangatlah merah, betapa imutnya Shila.


"enakkan menikah? ". goda Vivi


"enak". jawab Shila malu-malu


"sudah.. sudah.. tidurlah Shila, bukankah nanti malam Tuan Varel akan membawamu jalan-jalan?". Vivi


"iya kak..! aku istirahat ya? kakak jaga kandungan baik-baik". pinta Shila.


"iya". jawab Vivi tersenyum lebar.


Vivi tidak mau jalan-jalan karna ia takut mabuk, rasa mual membuatnya enggan bepergian.


siang harinya


Shila menggeliat saat Varel berbisik padanya, Varel melihat buah-buahan yang ia bawa dari Bandara telah habis, Varel menyunggingkan senyumnya.


"istriku kelaparan? ". gumam Varel mencium sayang kening Shila.


Shila mengerjabkan matanya, "kenapa suamiku lama sekali? buahnya habis karna aku terlalu lapar".


"benarkah? ". tanya Shila duduk mengucek-ngucek matanya.


Varel menyiapkan makanan untuk Shila.


"seharusnya aku yang melayanimu suamiku". kata Shila dengan senyuman


Varel mengulum senyum, "kamu cukup layani aku diatas ranj*ng sayang".


Shila memutar bola matanya dengan jengah, tapi apa boleh buat Shila juga suka akan perlakuan Varel.


.


"apa ini suamiku? ". tanya Shila melihat segelas minuman yang diberikan Varel untuknya.


"aku keliling mencari ini, supaya milik istriku ini sembuh". jawab Varel melirik bagian bawah Shila


Shila menutupnya dengan cepat membuat Varel terbahak,


"aku sudah melihatnya". kata Varel


Shila menerima segelas air itu dan cukup terkejut rasanya sangatlah pahit, Varel mengangguk hal itu membuat Shila memejamkan matanya meneguk sampai habis minumannya.


"bagaimana? ". tanya Varel mengambil tisu mengelap bibir Shila.


Shila meringis karna rasa pahitnya itu, Varel mengeluarkan permen lalu memberikannya pada Shila.


.


.


malam harinya.


"bagaimana? udah baikan? ". tanya Varel


"iya suamiku, minumannya benar-benar ampuh". senyum manis Shila

__ADS_1


"sekarang mau keluar? ". tanya Varel


Shila mengangguk-ngangguk semangat, mereka menghabiskan waktu seperti sepasang kekasih yang saling mencintai jalan berdua kemana-mana, keceriaan Shila membuat Varel begitu gemas dan semakin mencintai Shila.


Varel ingin membawa Shila mengenal negara Dubai, bukan berarti tetap dikamar saja dan melakukan hubungan itu saja, jujur saja Varel ingin membahagiakan Shila bukan untuk sekedar pelampiasan hasr*tnya saja.


.


di Indonesia


"kenapa Mas? ". tanya Vivi


"kamu yakin tidak mau jalan-jalan Beb? ". tanya Ariel


"mau jalan-jalan kemana Mas? Bandung bagaimana?". tanya Vivi berbinar


"Bandung? bukan ke Luar negri? ". tanya Ariel


"aku tidak tahan di dalam pesawat selama belasan jam Mas". jawab Vivi


Ariel tertawa, "baiklah..! kita ke Bandung karna aku ada urusan disana".


Vivi tersenyum lebar, "iya".


jika Varel dan Shila bahagia di Negara orang maka Vivi bahagia di Bandung bersama suaminya, walaupun ia merasa mual tapi Ariel begitu sabar merawatnya.


.


Vivi kaget melihat rekan kerja Ariel, ia memilih duduk di pojokan dari pada bertemu dengan pria itu.


"itu istrimu Tuan Ariel? ". tanya Rekan kerja Ariel


"iya..! dia sedang hamil". jawab Ariel


"kenapa Tuan tertarik padanya? apa Tuan dijebak? diguna-guna?". tanya nya lagi


Ariel menaikkan sebelah alisnya, "apa maksud pertanyaanmu? ".


"dia mantan pacarku dulu semasa sekolah Tuan, dia sangat kuno". jawab Pria itu membuat mata Ariel melebar seketika.


"pacar? ". beo Ariel tersenyum miring, ia berusaha untuk tenang.


"Iya Tuan, awalnya saya suka dia pekerja keras tapi karna ia tidak pandai berpacaran, hal itu membuatku muak dan meninggalkannya". jawab Pria itu dengan pandangan meremehkan ke Vivi.


Ariel menyeringai, "kalau begitu aku akan tanyakan istriku dia akan menerima kerja sama ini atau tidak".


"a.. apa maksud Tuan?". tanya Pria itu terkejut.


"Beb? ". panggil Ariel


Vivi terpaksa mendekati Ariel dan dirangkul mesra oleh Ariel seketika.


"apa kamu mengenalnya? ". tanya Ariel serius.


"iya mas..! dia Pria keras kepala yang suka mempermainkan kekuasaannya". jawab Vivi menatap datar Pria itu.


"siapa namanya? ". tanya Ariel


"Debby kalau nggak salah Mas". jawab Vivi


"apa perlu aku melanjutkan kerja sama dengannya?". tanya Ariel


"dia selalu memandang remeh orang lain mas, tidak usah saja sepertinya dia tidak berubah sama sekali, dia masih berani memandang remeh padaku padahal dia tau aku istri Tuan Muda Ariel". kata Vivi dengan berani.


Debby memucat, "a... anda bercanda kan Tuan?".


"apa aku terlihat bercanda? aku sangat cemburuan seharusnya kau tidak mengakuinya tadi". seringai Ariel berbalik membawa Vivi.


Debby mengepalkan tangannya, "baru jadi istri Tuan Ariel sudah sombong dia". gumamnya geram.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2