Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
datang


__ADS_3

.


.


Ariel diikuti oleh 1 mobil yang membuat Ariel berdecak karna tau pemilik Mobil itu adalah orang kepercayaannya.


Ariel berhenti di tepi jalan lalu mobil dibelakangnya juga berhenti dan keluar dari sana mendatangi Ariel yang juga keluar dari mobil.


"apa? kalian ada masalah? ". tanya Ariel dengan datar


"Tuan..? apa Tuan tidak jadi balas dendam? ". tanya Rion


"aku tidak akan mengulangi kata-kata yang sama". balas Ariel menatap tajam Rion


Rion menundukkan kepalanya menyenggol bahu Aham untuk meminta bantuan, Aham harus membantu nya supaya tidak terkena amarah Ariel.


"Tuan? ". panggil Aham


Ariel beralih ke Aham, "ada apa? kau juga dalam masalah? ".


"tidak Tuan, saya ingin bertanya apa saya masih tampan walaupun botak? ". tanya Aham tidak nyambung


Rion menatap Aham tak percaya akan pertanyaan konyolnya itu, sedangkan Ariel menaikkan sebelah alisnya.


"kau mengikutiku hanya untuk bertanya seperti itu?". tanya Ariel dengan dingin


"Bukan Tuan.. s.. saya menguji Nona Vivi". jawab Aham tergagap


"kau mengujinya bagaimana? ". tanya Ariel semakin dingin


"seperti biasa Tuan, tapi dia bilang saya bodoh dan harus mencari wanita lain yang rela meleb*rkan pahanya untuk saya". Aham menggaruk kepalanya yang tak gatal


"apaa?? apa Nona Muda sekasar itu Tu...? ". Rion seakan tak percaya menoleh ke Ariel yang semakin mengeluarkan aura tak bersahabatnya membuat Rion tak berani melanjutkan perkataannya.


"jangan mencampuri urusan pribadiku, jika sebelumnya aku membiarkanmu mendekati wanita manapun yang mendekatiku itu karna untuk mempermudahku, tapi berbeda sekarang..! kalian mengerti maksudku kan? ". tanya Ariel


"mengerti Tuan". jawab Rion dan Aham serentak


jujur saja Aham terkejut saat Ariel memperingatinya untuk tidak mendekati Vivi, tidak boleh menguji gadis cerewet itu, sebenarnya Aham mengerti bahwa gadis itu memang sedikit imut, sebab Ariel pernah mengatakan dirinya suka gadis imut bukan gadis murah*n.

__ADS_1


Ariel masuk ke mobilnya lalu meninggalkan Rion dan Aham yang terdiam dengan pikiran masing-masing.


"tak.. kau mendekati Nona Muda? bagaimana?". tanya Rion


"hmm.. gadis Nona Muda bisa ngerap". jawab Aham membuat Rion kebingungan.


"apa maksudmu ngerap? apa dia penyanyi? ". tanya Rion


"diamlah kumis ! cepat kita pergi! ". Aham melenggang masuk ke mobilnya


Rion mendumel tak senang tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa.


.


Ariel mendatangi Apartemen Vivi, beberapa orang yang keluar dari Apartemen mencuri pandang ke Ariel yang berjalan lurus tanpa melirik sedikitpun, mereka bertanya-tanya Pria tampan itu Ariel atau Varel karna dunia sudah tau pria tampan itu memiliki kembaran.


Ariel naik ke lantai 4, disana adalah Apartemen Vivi yang termurah dari yang lainnya sebab ukuran Apartemennya juga tidak terlalu luas seperti dilantai atas-atasnya.


(Termurah kategori orang Kaya tidak bagi Vivi yang harus banting tulang untuk bayar cicilan perbulannya, biaya adiknya tidak perlu dipikirkan lagi).


"apa disini? ". gumam Ariel memiringkan kepalanya melihat nomor Apartemen yang ada di hadapannya.


Ariel memastikan Apartemennya tidak salah dengan melihat kembali pesan Shila, dan ternyata benar.


"siapa ya?". gumam Vivi


Vivi menurunkan handuk yang di gunakan untuk mengeringkan rambutnya, ia sama mengikat lebih erat jubah mandinya tanpa curiga sedikitpun ia berjalan ke arah pintu membuka Pintu Apartemennya dengan jubah mandinya itu.


"iya..? apa an...? ". Vivi melihat ke orang yang menekan belnya namun dirinya mematung seketika saat ada Ariel dihadapannya,


"T.. Tuan? ". Vivi membelalak tak percaya yang menekan bel Apartemennya adalah Ariel.


Ariel melihat pemandangan indah itu, dimana Vivi memakai jubah mandi yang memperlihatkan paha mulusnya, dan juga rambut basahnya yang terlihat seksi.


Vivi tidak pernah memakai rok mini atau Celana pendek jadi Ariel adalah Pria pertama yang melihat dirinya seperti itu.


"aah...! ". Vivi dengan cepat menutup pintu Apartemennya tapi kaki Ariel menahannya.


"Tuan.. ku mohon jangan masuk..! ". pinta Vivi menahan pintu Apartemennya untuk tidak dibuka oleh Ariel.

__ADS_1


Ariel mendorongnya dengan mudah hingga Vivi memekik pasrah dan Ariel dengan cepat menarik pinggang Vivi hingga masuk kepelukannya, Vivi malah melindungi aset depannya yang tidak memakai bra.


Ariel melirik tangan Vivi, "kau...? kenapa? ".


"kenapa..? Tuan tanya kenapa? kenapa Tuan bisa tau Apartemenku? ini menyinggung Privasi, anda tidak boleh ada disini Tuan". cerocos Vivi


Ariel menaikkan sebelah alisnya dengan senyum tipisnya yang miring.


"kau bahkan masuk ke Ruanganku! apa aku tidak boleh masuk ke Rumahmu? ". Ariel melepaskan tubuh Vivi secara perlahan


wajah Vivi memerah bukan merona tapi merah karna menahan amarah bagaimana bisa ia memiliki Tuan yang tidak tau malu itu.


Ariel malah dengan santainya menelusuri Apartemen Vivi seperti milik sendiri, sementara Vivi mengikuti Pria itu dengan tatapan kesal dan bibirnya komat-kamit mengomel tak senang dengan orang yang memberi tau Ariel Apartemennya yaitu Shila.


"Shila apa salahku padamu? kenapa kamu memberitau Tuan Ariel? apa kamu punya dendam padaku? bagaimana bisa kamu memberitau Tuan Pesuruh ini tempat tinggalku? ya Tuhan..! Shila sepertinya punya dendam tersembunyi padaku, pasti karna aku selalu mengejeknya bodoh saat tidak sadar Tuan Muda Varel menyukainya". bibir Vivi terus saja mengomel hingga Ariel mengulum senyum mendengarnya.


"aku dengar perutmu sakit apa benar? ". tanya Ariel memutar tubuhnya ke Vivi


Vivi berhenti mendadak hampir saja menabrak tubuh Ariel, ia melangkah mundur.


"apa benar? apa sudah minum obat? ". tanya Ariel


Vivi menjatuhkan rahangnya, "apa Tuan ini memang menyukaiku? tapi mana mungkin, berhentilah berpikir seperti itu Vivi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan untuk bisa menarik perhatian Tuan sempurna ini". batin Vivi menggeleng-geleng kepalanya


"kenapa belum? kau mau aku yang menyuapkan obatnya padamu? ". tanya Ariel yang salah faham makna geleng-geleng kepala Vivi.


"diamlah Tuan..! ini adalah daerah kekuasaanku, tempat ini bukan milik Tuan jadi aku tidak akan bersikap sopan padamu, ku mohon keluarlah dari Apartemenku..! walaupun anda tidak pernah melihat saya sebagai lawan jenis tapi saya minta pada Tuan untuk menghargai privasi bawahan anda, aku tidak bisa mentoler ini lagi... ! cepatlah Keluar Tuan! ". usir Vivi menyerocos dalam 1 tarikan nafas begitu cepat tentu sangat imut bagi Ariel.


"kalau aku tidak mau? ". kekeh Ariel membuat mata Vivi membulat besar


"Apaa? ". Vivi seakan ingin meledak mendengar jawaban Ariel malah bersikeras ingin tetap di Apartemen kecilnya ini.


"aku tidak mau". jawab Ariel melihat sekeliling.


Vivi mengepalkan tangannya ia menarik nafas panjang lalu marah-marah seketika hingga Ariel melihat ke arah Vivi yang sedang menyerocos tanpa rem bahkan raut wajah Vivi berubah-ubah kesal, marah, benci, tak senang, datar, marah lagi, sungguh unik dimata Ariel.


"sekarang saya mohon Tuan pergi..! ". Vivi menunjuk pintu Apartemennya sambil terengah-engah karna lelah habis mengomel-ngomel tanpa henti hampir 30 menit lamanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2