Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
latihan


__ADS_3

.


.


"lain kali ibu hati-hati ya?". peringatan Shila


"mommy? ". panggil Varel


"iya nak? ". sahut Jessy


"mommy dari mana aja sih? mau main kabur-kaburan lagi hmm? ". Varel bersimpuh didepan Jessy


"Mommy punya malaikat". jawab Jessy bangga


"malaikat? ". beo Varel melihat sekeliling


"dimana? ". tanya Varel


Jessy melihat ke arah depan dimana Shila tadi berada.


"kok nggak ada? tadi memang ada yang menolong mommy sayang.. dia sangat cantik, mommy pengen dia jadi menantu Mommy". Jessy


"mulai dramanya! udah Mom.. berapa wanita yang mommy inginkan menjadi menantu Mommy? sudah ada 10023 jenis wanita, ini yang keberapa Mom?". decak Varel sambil berdiri mendorong kursi roda Jessy


Jessy celingak-celinguk, "mommy serius nak..! mommy ingin dia pilihan terakhir mommy". heboh Jessy


Varel mengerutkan keningnya, ia tentu penasaran namun dibenaknya tidak mungkin karna Varel begitu yakin calon menantu mommynya yang ke 10024 itu pasti bukan pilihan terakhir mommynya, sebab Varel tau Mommynya selalu bergonta-ganti jenis pilihan menantu.


.


Shila berlari ke gedung pelatihan acara jelang pembukaan Putri Indonesia season 7


"aku tidak terlambat kan? ". gumam Shila menarik nafas lalu menghembusnya perlahan.


"Shila..? ". teriak heboh Agus dari lantai atas.


Shila mendongak dan mengangguk berlari lebih cepat memasuki gedung dan menemui Agus.


"huh.. huh... huh.. huh.. Maaf Kak Agus, Shila tadi berlari ada kendala". ucap Shila terengah-engah


"berlari? kenapa berlari? apa rumahmu dekat? ". tanya Agus penasaran


"Rumah Sakit Insyira itu adalah tempat rawat inap Papa saya kak Agus". jawab Shila masih berusaha mengatur pernafasannya.


"whattt??? Rumah Sakit Insyira? kamu dari sana?". pekik Agus


"iya kak". jawab Shila nyengir mengelap keringatnya.


"woww..! tapi Rumah Sakit itu lumayan jauh jika ditempuh berjalan kaki apalagi Lari pasti sangat melelahkan". Agus berdecak mengelilingi tubuh Shila.

__ADS_1


"kamu ingat ya Shila..? aku ini Mentormu, jangan jatuh cinta padaku karna aku menyukai sesama jenis". peringatan Agus menyelipkan rambut sedikit panjangnya ke balik daun telinga.


"menyukai sesama jenis? ". beo Shila dengan mengerjab polos


"oh God...! ok.. sepertinya kamu tidak mengerti". Agus menggeleng gemas mencubit pipi Shila.


Agus memang Guy, ia menyukai wanita cantik karna membuat desaig baju buatannya semakin dilirik wanita dari kelas manapun, baik dari kelas atas sampai kebawah.


"tapi kenapa saya hanya sendiri Kak Agus? apa Kak Agus tidak punya peserta lainnya? ". tanya Shila penasaran


"kamu itu spesial darling..! aku akan pastikan kamu menjadi juara di Acara Ajang pencarian kecantikan ini, selama 7 Season kamu adalah murid pertama yang sangat ingin aku didik". gemas Agus seperti tante-tante banci kini.


Shila menganga lebar, "jadi Kak Agus sejak Periode pertama hingga kini tidak punya murid? saya yang pertama? ". Shila menunjuk dirinya sendiri


"ya.. kamu sangat beruntung darling! aku sangat pemilih". jawab Agus mendekat dan tanpa ragu memegang likak-likuk tubuh seksi Shila.


"kenakan pakaian ini!". Agus menyerahkan pakaian seksi dan ketat pada Shila.


Shila mengangkat sudut bibirnya sebelah melihat pakaian latihannya, "kak Agus ini"


"aku sudah bilang aku tidak tertarik perempuan, cepatlah ganti! bukankah kamu sibuk? aku juga sibuk nanti mau ngedate sama ayang bule aku". kata Agus menjentikkan jemari kekarnya.


Shila menghela nafas panjang, ia terpaksa mengganti pakaiannya dan menunjukkan diri ke Agus.


"woow.. woww..! kamu benar-benar sempurna..! aku bisa merasakan aura bintang mu darling". pekik Agus dengan hebohnya.


Shila pun di latih keras oleh Agus seperti cara berjalan lebih profesional, memegang kayu kebelakang pinggang sambil berjalan mengenakan heels lebih anggun dan lebih berkelas lagi.


"jangan bermalas-malasan Darling..! acara pembukaannya 2 hari lagi, kita tidak punya banyak waktu". Agus menarik tangan Shila supaya kembali duduk.


"kenapa Shila tidak disuruh mencangkul saja Kak? ". protes Shila


"whatt? apa itu? kenapa terdengar menyebalkan? apa itu mencangkul? ". tanya Agus


"mematuk pasir". jawab Shila dengan kesal memperagakan cara dirinya mencangkul hingga Agus terbelalak.


"kakimu tidak boleh dibuka selebar itu, itu bukan cara berdiri perempuan anggun dan berkelas". Agus menendang heels Shila hingga kaki Shila merapat


Shila mengerucutkan bibirnya, Agus menepuk keningnya dengan kelakuan bar-bar Shila yang sulit dijadikan seorang dewi anggun dan berkelas.


.


.


selama 2 hari Shila di latih seperti anj*ng oleh Agus tanpa istirahat selama jam pelatihannya, walau begitu Shila tidak menyerah, bibirnya selalu mengucap mencangkul dan mencangkul tapi tubuhnya menurut akan perintah Agus.


di Rumah Sakit.


"mom? kenapa mommy menunggu disini lagi? mommy tidak dengar apa kata dokter Gibran? mommy sudah bisa pulang, jangan buat drama lagi deh mom". Varel berkata dengan tenang sambil memegang keningnya.

__ADS_1


"diam kamu...! mommy mau mencari menantu mommy". ketus Jessy


"sudah Mom.. tidak ada siapapun disini, mungkin saja wanita itu sudah pulang, mommy pikir ini hotel? ini rumah Sakit Mom, bukan tempat penginapan enak". gerutu Varel


Varel hanya berbicara panjang lebar pada 1 wanita yaitu Mommynya sendiri, tidak ada perempuan yang menarik di mata Varel hingga dirinya rela di atur oleh seorang perempuan.


Varel tidak akan mau seperti Papanya, dimana Mama nya yang menjadi Raja mengatur sana-sini padahal Papanya seorang Pria, Varel tidak akan mau tunduk pada wanita manapun.


"sudah Mom.. ayo pergi..! ". Varel menarik mundur kursi roda Jessy.


"jangan hei.. Varel.. Mommy tidak mau pergi.. " protes Jessy


tak berapa lama Papa Varel datang dengan penampilan berjas nya, "sayang? kenapa lagi sih? kenapa tidak mau pulang? apa Anakmu ini bermasalah lagi? ". cecar Ramon mendorong Varel yang bergeser dari posisinya tapi tidak terjatuh.


"ck.. membosankan". decak Varel meninggalkan pasutri tua yang terlalu romantis itu hingga menurut Varel sangat membosankan.


.


.


Shila berjalan gontai di lorong Rumah Sakit tanpa mengenakan sendal melainkan kaus kaki bergambar telapak kaki kucing.


Varel berpapasan dengan Shila, ia tidak mengingat Shila saat pertemuan pertama mereka, wajah Shila tidak terlalu jelas saat itu dan wajar saja Varel tidak mengingat gadis itu.


"tunggu...! ". Varel berhenti ditempat seketika mencium aroma khas yang mengusiknya.


Shila tidak mendengar Varel, ia terus berjalan gontai hingga berbelok.


"sial..! kenapa aku tidak menyadarinya, itu gadis yang berani memanggilku om". Varel berlari mengejar Shila


Varel kembali mengumpat dan menendang angin karna lagi-lagi ia kehilangan jejak gadis itu.


.


"Ramon.. aku tidak mau pergi..! aku mau menemuinya". tolak Jessy


Jessy dan Ramon berdebat kecil, Jessy melawan sedangkan Ramon berusaha membujuk dengan lembut dan penuh kasih pada istrinya.


benar kata orang,, Suami takut Istri itu benar-benar ada di dunia Nyata, seperti Ramon yang berkuasa begitu tunduk pada Jessy bahkan tidak marah saat Jessy mengomel dan melawannya.


Shila melewati mereka tapi Jessy tidak sadar karna Shila berjalan dengan lunglai seperti tidak ada tenaga sama sekali.


Shila ambruk di sofa dengan posisi telungkup, "aaah.. lelahnya hmmm.. nyaman sekali". gumam Shila mengusap-ngusap bantal sofa nya.


Shila berusaha melihat Papanya yang sedang tertidur, "Papa pasti lebih lelah karna habis Kemo pertama, kata Dokter Leon Kemo pertama sangat menyiksa". gumam Shila tersenyum kecut di wajah lelahnya.


"yang kuat Shila.. Papa berjuang untuk sembuh dan kamu harus berjuang untuk Papa juga". gumam Shila pada diri sendiri sambil tersenyum tulus.


.

__ADS_1


.


__ADS_2