
.
.
"bagaimana bisa kalian tidak menemukannya?? apa kalian yakin semua Hotel kecil maupun besar sudah diperiksa? ". marah Ariel
"sudah Tuan, semua sudah kami pastikan tidak ada yang terlewat satu kamarpun". jawab Aham begitu serius
Aham sangat mengenal watak Ariel, jika pekerjaan mereka memang tidak becus wajar jika Aham ketakutan tapi tidak ada ketakutan dimatanya seolah semua yang ia kerjakan sudah sempurna.
"aku yakin mereka menyamar". gumam Frans pelan
"menyamar?? ". beo Ariel dan Varel
"bisa saja Tuan, Nona Shila sangat cerdas dan Nona Vivi sangat licik". sahut Nando ditatap tajam oleh Ariel
"kau mengatai istriku? ". bentak Ariel
"bukan Tuan..! saya memujinya". jawab Nando dengan datar
"ckk..! jangan bertengkar ! kalau Maharani dan Vivi memang menyamar ada baiknya kita fokus dengan lawanmu terlebih dahulu, aku akan musnahkan Pria gila itu berani sekali dia menyerang Mansion kami". Varel berdecak
"kau fikir aku tidak mengkhawatirkan mereka??". Ariel menyambar tak terima
"sudah.. sudah.. jangan bertengkar bang..! kita fokus! ". Frans menengahi
Ariel membuang muka sedangkan Rion dan Aham menghela nafas lega melihat pertengkaran mulut atasan nya dengan saudara kembarnya tidak lagi berlanjut.
"ada baiknya aku membawa Frans". gumam Nando pelan
Frans sedikit berguna dibawa ke China, kalau masalah pertengkaran Frans sangat semangat ikut campur tapi kalau masalah Perusahaan Frans tidak akan mau ikut campur.
.
beberapa hari kemudian
Ariel dan Varel bisa fokus karna Liang Roy tidak mendapatkan sandera apapun.
Liang Roy menyerang Rumah Ariel, perkelahian sengit diantara mereka membuat pihak Liang Roy memaki dan mengumpat keras tak menyangka dukungan Ariel terasa semakin kuat apalagi adanya kembarannya yaitu Varel yang sedang memakai topi hitam membunuh orang-orang yang maju menyerangnya.
"kalian habisi dia..! " teriak Liang Roy menunjuk Varel
Varel mengeluarkan senjata apinya dan menembak segerombolan manusia yang hendak mengeroyoknya, Ariel diserang oleh orang-orang yang memiliki kemampuan tinggi dibantu oleh Aham, sementara Nando membantu Rion yang dikepung banyak orang.
"dasar pengecut..! ". geram Frans berlari ke arah Ariel dan menendang punggung orang yang tengah sibuk menyerang Ariel.
braaakhhh..
"aku akan bunuh kalian...! berani kalian mengeroyok abangku". teriak Frans menyepak terjang orang yang menyerang abangnya.
Ariel sempat terkejut namun ia kembali fokus hingga tak berapa lama Ariel terpelanting kebelakang.
"dasar curang...! ". teriak Frans hendak menyerang Pria yang menendang Ariel namun sudah mati seketika saat Varel menembak kepala lawan nya.
__ADS_1
"tidak ku sangka Mafia ternyata seorang pengecut !". teriak Frans dengan marah
"apa kau bilang? ". teriak Liang Roy marah
"kalian menyerang abangku seorang diri, kalian pikir abangku Robot? manusia sehebat apapun jika dikepung oleh banyak orang yang kemampuannya tak berbeda jauh dengannya akan lemah, kalian hanya pengecut yang berani nya main keroyok! ". bentak Frans
"kalian bunuh manusia hina itu! ". perintah Liang Roy
Rion dan Aham kini menolong Frans yang sengaja mengalihkan api amarah Liang Roy,
"kau tidak apa? ". tanya Varel melihat Ariel mengeluarkan darah
"tidak apa..! cepat kau bantu adik kita! ". jawab Ariel dengan serius
"mau apa kau? ". tanya Ariel dengan marah
"aku akan menolong adik kita setelah meletakkanmu ditempat yang aman, peganglah ini! ". Varel memberikan pistol ke Ariel.
"aku punya senjata! ". Ariel mengeluarkan pistolnya dari balik baju.
"dasar kau..! kenapa kau pura-pura kalah dari mereka? ". bentak Varel
"terkadang melawan musuh butuh strategi, kemenangan kesatria itu selalu belakangan". gumam Ariel menyeka darah dari bibirnya sambil tersenyum miring
"dasar bedeb*h kau..! nanti ku balas". Varel mendorong Ariel hingga terkena dinding
Ariel mengumpat pelan karna dorongan Varel juga cukup kuat.
Dor.. dor.. dor...
"aahhh".
"Frans..? ". Nando berlari ke arah Frans
Frans dengan cepat menghindar mendapat peringatan dari Nando menjadi tau ada yang hendak mencuranginya.
"Tuan..? ". teriak Aham
Frans mungkin ada terkena pukulan orang-orang kuat itu tapi tidak pernah Frans terkecoh hingga diam-diam Aham dan Rion berdecak kagum memuji kemampuan Frans yang pandai mengelabui musuh.
brakh...
"hajar diaaa!! ". teriak Liang Roy semakin marah karna orang-orang hebatnya sudah banyak yang tumbang karna Varel.
Rumah Ariel seketika menjadi lautan darah, banyak darah berserakan hampir disetiap sudut Rumahnya.
Dor....!!
Liang Roy mati seketika saat ada Timah panas mengenai kepalanya, seorang Pria berkumis berlari ke arah Liang Roy dan menancapkan pisau ke jantung Pria itu.
Ariel yang hendak menembak ke Liang Roy pun terpaku akan tindakan diluar rencananya itu,
"habisi mereka..! ". teriak Frans
__ADS_1
Frans semakin semangat menyerang musuhnya karna bosnya sudah mati, Aham dan yang lainnya pun menyerang tanpa ampun seolah mereka juga mendapatkan kekuatan lain.
Varel hanya menembak saja tanpa mengeluarkan tenaga karna orang-orang lemah Liang Roy habis dimusnahkan Varel hanya tersisa yang kuat saja itu pun mengepung Frans.
Nando tumbang karna kelelahan dan tak sadarkan diri saat mereka baru saja selesai memenangkan pertarungan.
"heeiii ..? ". teriak Aham menampar-nampar Nando
Rion mendorong Aham dan memeriksa keadaan Nando yang ternyata hanya pingsan karna kelelahan.
"dia hanya pingsan". jawab Rion hingga yang lainnya lega
"siapa kalian? ". tanya Ariel dengan waspada pada Kedua Pria yang baru saja masuk tanpa diundang itu.
"Mas..? ". panggil Pria berjanggut tak jauh dari Pria berkumis yang memegang pisau yang berlumur darah
DeG!!!
Ariel mematung mendengar suara itu, "Beb? ".
Varel menoleh ke arah Aham dan Rion, "kalian bawa Nando ke Ruangan untuk diobati dan kamu obati lukamu Frans..! ".
"iya bang". sahut Frans
"baik Tuan". jawab Aham dan Rion segera meminta rekannya yang masih hidup untuk membantu membawa tubuh Nando.
.
Varel mendekati Pria berkumis yang tengah menatap kesal padanya, entah mengapa tatapan itu sangat Varel kenali.
"Mas jahat..! hiks.. hiks...! ". Pria berjanggut berlari ke Ariel dan memeluknya begitu erat.
"Beb? ini benar-benar kamu sayang? ". tanya Ariel
Vivi melepaskan pelukannya dari Ariel dan terlihatlah janggut Vivi yang miring, Ariel melepaskan janggut palsu itu hingga Ariel kini mengenali istrinya.
mereka berdua hanyut dengan perasaan rindu, sedangkan Varel kini tiba di hadapan Pria berkumis.
"apa kita saling mengenal? ". tanya Varel memicingkan matanya memegang kumis Shila.
Shila tidak menjawab hanya menjatuhkan pisau nya dan menatap tajam ke Varel, Varel melepaskan kumis diwajah Pria itu hingga wajah Shila dikenali oleh Varel.
"Maharani?". Varel sudah curiga kalau Pria ini adalah kekasihnya tapi ia tidak boleh langsung nyelonong memeluknya kan tanpa memastikannya terlebih dahulu.
"eengggakk.. aku Paramastri". jawab Shila ketus
Varel langsung memeluk Shila dengan penuh kerinduan, disaat banyak darah di sekeliling mereka tapi tidak ada rasa jijik diantara mereka malah saling berpelukan saling melepas rindu dan marah yang tertahan selama ini.
.
.
.
__ADS_1
.