Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
mengukir namaku dihatimu !


__ADS_3

.


.


Shila menganga melihat pemandangan kota seindah ini dimalam hari, "waaahhh! ". gumamnya


Varel mendekat lalu melepaskan jasnya dari tubuh Shila, Shila menoleh ke Varel.


"om aku masih dingin". rengeknya


"aku sudah membelikanmu". Varel melihat kebelakang Shila.


Shila memutar kepalanya ke arah belakang, mulutnya terbuka melihat jaket cantik dengan bulu-bulu halus sepertinya super lembut.


"om itu? ". Shila tau jaket itu limited baru-baru ini keluar di Acara Fashionshow yang ada di Amerika Serikat, buatan khusus seorang desaigner hebat yang suka berada di salju hingga terinspirasi membuat jaket seperti itu.


Varel berjalan ke arah lemari itu lalu pelayan hotel juga memberikannya dengan hormat, Shila berjalan ke arah Varel.


"waah.. ini sangat halus om". decak Shila merasa gemas dengan benda berbulu yang sangat halus.


Varel memakaikannya ke tubuh Shila, Varel terdiam saat hidungnya mencium aroma tubuh Shila dari bahu Shila yang terbuka.


"tubuhmu wangi". gumam Varel


Shila menoleh ke Varel dan meringis seketika memegang pelipisnya.


"kenapa? ". tanya Varel memegang pipi Shila dan melihat kepala Shila.


"kepala om keras sekali.. sakit tau". gerutu Shila mengelus-ngelus pelipisnya


Varel menurunkan tangan Shila, wajah Shila yang putih bersih tentu terlihat sedikit merah di pelipis Shila.


"maaf..! kita obati ya? ". bujuk Varel


Shila mengangguk sambil mengelus pelipisnya yang terasa berdenyut.


mana Shila sadari para pelayan yang ada di ruangan yang sama dengannya kini tengah berdecak iri dalam hati, mereka sangat iri pada Shila di cintai oleh Varel yang sangat bersih dari skandal cinta.


bagi siapapun Varel memang kejam tapi bukan penjahat wanita, juga bukan seorang playboy berganti pacar cantik ke pacar cantik lainnya, bagi seorang penguasa seperti Varel mudah saja mendapatkan wanita manapun yang diinginkannya, namun saat Varel jatuh cinta malah bertepuk sebelah tangan sungguh kasihan tapi membuat semua perempuan iri pada sosok pujaan hati Varel itu yaitu Shila.


Varel keluar sebentar, Shila tersenyum lebar menatap ponselnya lalu berselfi dengan jaketnya yang dibelikan oleh Varel, sangat cantik dan Shila menyukainya.


"ehh..? ". Shila melihat panggilan masuk dari Vivi


"halo kak? ". sapa Shila

__ADS_1


"kamu dimana Shila? aku sudah keliling di acara pesta tapi kamu tidak ada, kamu tidak diculikkan? ". cecar Vivi dengan khawatir


Shila memutar bola matanya dengan jengah, "diculik sama om Varel". jawab Shila dengan malas.


"oh..? apa kamu tau dilantai berapa?? aah. tidak.. tidak.. aku tidak mau mengganggu kalian, beri tau aku kalau kamu udah siap ya Shil? aku mau makan karna sangat lapar".


Panggilan terputus dan Shila menatap heran ke ponselnya seolah itu adalah Vivi.


"mengganggu apa sih? ". gumam Shila menggaruk pelipisnya lalu meringis seketika


"om varel kemana sih? kepalanya sangat keras, dia pergi kemana mencari obat". decak Shila


Shila yang kesal kini berbinar seketika saat pintu dibuka banyak membawa makanan enak berbaur Seafood terutama Lobster dari berbagai bentuk, ada yang besar dan ada yang kecil.


"selamat menikmati Nona Muda". ucap mereka semua serentak hingga Shila melihat ke arah mereka semua.


"kalian tidak mengenalku? ". tanya Shila menunjuk dirinya sendiri


"tentu saja tau Nona Muda adalah Tuan Putri Kayshila Pamastri Maharani kekasih Tuan Muda Fox Group". jawab mereka serentak memberi hormat lalu berjalan mundur meninggalkan Shila yang menganga.


"lagi-lagi kata-kata itu terucap, kapan aku mengatakan kalau aku ini kekasih om Varel? kasihan perempuan yang om Varel cintai suatu nanti". gumam Shila menggeleng-geleng kepalanya.


semua orang akan berpikir Shila adalah mantan pacar Varel saat Varel menikahi perempuan lain padahal dirinya dengan Varel tidak memiliki hubungan apa-apa.


Shila melepaskan jaket cantiknya dan melipatnya sambil tersenyum karna suka dengan jaket itu, pelayan yang berjaga di pintu melihatnya berpikir Shila sangat menyukai hadiah dari pria sempurna seperti Varel.


"enak makan ya? kenapa tidak menungguku hmm? ". tanya Varel membuat Shila menoleh dan nyengir kuda.


Varel mengelus kepala Shila lalu mengambil kursi dan duduk disamping Shila, Varel menarik kursi Shila hingga menghadap padanya, Shila menatap Varel sekilas tapi sambil mengunyah, sementara Varel mengobati pelipis Shila dengan hati-hati.


"kenapa jaketnya dibuka? tidak suka? ". tanya Varel melihat bahu cantik Shila terekspos


"sangat cantik aku tidak mau jaketnya kotor". jawab Shila dengan jujur


Varel tersenyum tipis namun terkesan puas dengan pilihan Nando yang menunjuk model jaket yang Shila suka.


"Nona Muda suka hal yang unik Tuan Muda, ini sangat pas dengan seleranya". begitulah kata-kata Nando


.


"Maharani.? ".


"hmm? ". Shila menoleh ke Varel dengan heran


"kenapa menatapku begitu? ". tanya Varel balik

__ADS_1


"aku Shila om bukan Maharani". jawab Shila


"bukankah namamu Kayshila Pamastri Maharani? ". Varel


Shila tampak berpikir dan mengangguk.


"aku ingin memanggilmu Maharani". jawabnya sambil tersenyum manis dan terlihat sangat tampan


Shila mendelik kesal, "baiklah.. aku juga akan panggil Om Raffan". jawab Shila


Varel terkekeh, "kenapa tidak memanggilku Mafileokaveka? ".


Shila melototkan matanya dengan horor, "itu nama kenapa bisa berbelit-belit? kenapa tidak ucang? ujang? ucok? Bibi? Bobo? Anton? dan lainnya, MafilooKavika".


"apaa? ". gemas Varel merasa Shila mengolok-ngolok namanya


tidak tau saja para pelayan menahan tawa mereka mendengar nama-nama kampungan yang disebut Shila.


"Varel Kanaka Mafileokaveka Raffan". Varel mengulurkan tangannya ke Shila hingga Shila menatap lama tangan Varel.


"om mau mengajak kenalan sama aku? bukannya kita udah saling kenal? ". tanya Shila dengan heran


Pletakkk..


(Varel menjentikkan tangannya di kening Shila karna merasa gemas).


"aawwwhh". ringis Shila mengelus-ngelus keningnya sambil mendumel kesal.


"lalu kenapa kau menyebut namaku seperti itu? Mafilookavika? kapan namaku berganti? kau mau aku tuntut heh? ". ejek Varel menatap Shila dengan jarak sangat dekat.


Shila mendumel-dumel kesal, "siapa suruh namanya sepanjang jalan kampung yang rusak".


"hei.. bukannya kamu juga gadis kampung? ". Varel ingin menjitaknya lagi tapi Shila dengan cepat memasukkan Lobster kecil ke mulut Varel,


"om bisa tidak diam saja? kenapa om semakin cerewet sih? mana kulkas 6 pintunya? ". gerutu Shila dengan mata melotot galak.


bukannya marah Varel malah menatap gemas Shila, ia mengusap kepala Shila yang masih mengomel membandingkan Varel yang dulu dengan Varel yang sekarang telah berubah.


mana Shila tau Varel telah menaruh hati pada Shila, gadis polos yang tidak peka seperti Shila harus di beri tanda yang jelas supaya Shila mengerti tapi Varel tidak ingin terburu-buru karna ia merasa menghabiskan waktu dengan Shila adalah hal yang paling bahagia menurutnya.


"aku akan mengukir namaku sendiri dihatimu Maharaniku..! aku akan mengukirnya dengan permanen". batin Varel tersenyum tipis menatap Shila yang fokus makan sambil menggerutu bagaimana sikap Varel dulu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2