Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
tidak bisa menyalahkan


__ADS_3

.


.


.


1 minggu berlalu


hari ini adalah hari penting bagi Shila, Shila berhasil melalui Skripsinya dengan hasil ketekunannya dan itu tak luput atas bantuan Varel yang selalu menjaga nya, disaat Shila sibuk tak ingat makan Varel menyiapkannya dan Shila tinggal membuka mulut saja bahkan Varel mengatur jam tidur sang kekasih supaya tidak terlalu berlebihan dalam belajar.


Suryo datang bersama mang Ujang dan mang Aji, kedua Pria itu (Aji dan Ujang) begitu bangga diundang oleh Shila untuk datang diacara penting Shila.


"Suryo..? ". panggil Ramon yang datang bersama Jessy.


Ramon dan Jessy berlari kecil ke arah Suryo begitu juga Suryo, mereka saling berjabat tangan dan menyapa satu sama lain karna sudah lama mereka tidak bertemu.


"apa kau bekerja terlalu keras Suryo? kasihan Shila, dia bisa mengeluarkan tanduknya kalau sampai Papanya sakit lagi". kekeh Ramon


Suryo tertawa menggaruk kepalanya yang tak gatal, "tidak sesibuk dulu lagi Ram, aku sering mandor karna Rumah Makan ku sudah banyak karyawannya".


"aku dengar teman-temanku langgananmu kalau lagi ada acara Arisan ya Suryo? ". tanya Jessy


"iya Jessy". jawab Suryo


"bagaimana usaha mereka berdua? berhasil kan?". tanya Ramon


"ya.. usaha mereka sangat berhasil berkat bantuan Shila yang sering memakai baju serta barang-barang dagangan mereka". jawab Suryo


mereka bercengkrama sampai Shila datang bersama teman-teman kampusnya yang baru saja berkenalan selama beberapa hari, itupun karna sidang Skripsi.


"Papa..? Mommy..? Papi..? ". Shila berlari memegang toga nya dan memeluk ketiga Orangtua terdekatnya itu.


"haha". tawa senang Suryo


tak lama kemudian, para mahasiswa/i dihebohkan dengan kedatangan Varel dan Nando, dibelakang mereka ada Ariel dan Frans yang keluar dari mobil yang sama, mereka mengucapkan selamat membawa kado masing-masing hanya Varel yang memberi buket bunga mawar merah yang besar untuk Shila.


tak berapa lama ada taksi berhenti dan keluarlah Vivi yang membawa bunga mawar putih nan cantik yang bersimbol persahabatan.


Vivi berlari ke arah Shila dan mengucapkan selamat atas keberhasilan Shila,


"kenapa kakak tidak datang bersama Pak Ariel? ". tanya Shila penasaran


"diamlah..! aku tidak mau jadi bahan gosip dikampusmu". jawab Vivi menekuk alisnya.


Shila terkekeh,

__ADS_1


acara Wisuda Shila berlangsung lancar tidak ada hambatan sama sekali, Shila berhasil mendapatkan gelar Sarjana di usianya yang masih 21 tahun.


.


setelah menyelesaikan semua acara, Ramon meminta Keluarga tercinta nya untuk merayakan hari kebahagiaan Shila dengan makan di Restaurant ternama milik Fox Group.


Ariel bertumpu dengan satu kepalan tangannya memperhatikan Vivi yang menyerocos tanpa rem ke Shila, apalagi Shila tampak mengerucutkan bibirnya dapat omelan dari Vivi karna tadi Artis kesayangannya itu tersungkur hingga lututnya berdarah.


Varel tadi juga marah, semua orang yang menyayangi Shila juga khawatir tapi tak secerewet Vivi yang saat ini masih kehilangan kendalinya mengomeli Shila yang tidak berhati-hati, bahkan Vivi tidak sadar ditertawai oleh Jessy, dan Suryo.


"Om? ". rengek Shila meminta bantuan pada Varel yang tersenyum tipis mencubit pipi Shila.


"kamu memang salah sayang, udah tau tubuhmu itu adalah sumber keuangannya". kekeh Varel yang enggan menolong Shila dari omelan Vivi yang tiada henti.


Shila semakin memajukan bibirnya,


"bagus Tuan, Tuan tidak usah ikut campur, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengomelinya, tubuhnya itu seperti permata tidak boleh lecet sama sekali, aku tidak tau kemana lagi harus mencari obat untuk menghilangkan bekas luka di lututnya itu nanti, Shila kamu harus sadar kalau kamu masih seorang Artis walaupun kamu tidak bekerja tapi dalam beberapa bulan lagi kamu harus comeback kan? semua orang menantikanmu". cerocos Vivi


Vivi mendapatkan salep yang sangat bagus untuk menghilangkan bekas luka di tubuh Shila tapi salepnya sangat kecil sementara Shila selalu terluka hingga Salep itu habis padahal mendapatkannya tidaklah mudah.


"aku heran bagaimana bisa ada model papan atas yang tidak peduli dengan bekas luka ditubuhnya?". kesal Vivi menghentak-hentakkan sendok dan pisau yang kini dipegangnya.


Vivi terdiam seakan tersadar dari situasi, ia melihat sekeliling yang menatap lucu dirinya hanya Nando dan Frans yang membuka mulut mereka lebar-lebar dengan kemampuan Vivi yang berbicara tanpa henti.


Vivi memutar kepalanya melihat ke arah Ariel yang mengeryit gemas menatapnya, "ahahaha...! dasar mulutku..! ahaha.. maaf-maaf". tawa kikuk Vivi


beberapa saat kemudian..


"Hueeekkk...! ". Vivi membekap mulutnya saat hidungnya mengendus bau sayur Jamur.


"kenapa Beb? ". tanya Ariel


"Hueeekkk...! ". Vivi membekap mulutnya lalu berdiri dan berlari ke toilet disusul oleh Ariel.


"kenapa Nona Vivi? ". tanya Nando heran


"mungkin hamil! ". celutuk Frans dengan santainya mengunyah makanan didepannya


DEG..!!


semua orang melihat ke arah Frans yang suka-sukanya saja berbicara.


pletak...!


"adoooh...! ". Frans mengelus keningnya dapat sentilan maut dari Ramon yang tak biasanya menyentilnya.

__ADS_1


"apa ada yang aneh? bukankah hal seperti itu biasa? dizaman sekarang mana ada pacaran orang dewasa seperti mereka hanya sebatas ciuman, berpegangan tangan saja? ". kesal Frans yang tau umur Ariel dan Vivi tidak cocok jika harus berpacaran mode remaja.


Shila menautkan kedua alisnya, "tapi kalau dipikir-pikir Kak Vivi memang aneh, dia memang sering mual-mual saat Shila ada di Apartemennya beberapa hari ini, Shila juga pernah membuat sayur Jamur di Apartemennya dan Kak Vivi marah-marah menyuruh Shila membuangnya dan Shila tidak bisa berkata-kata saat Kak Vivi terlihat begitu marah".


"Astagah...! ". Varel memijit pelipisnya


"kenapa nak? ". tanya Suryo


mang Aji dan mang Ujang hanya diam tanpa berani mengeluarkan sepatah dua kata.


"jadi ini alasannya Ariel ingin menikahi Vivi lebih cepat". keluh Varel


bruughh..


Ramon memukul meja, dan Jessy tak kalah syok saat tau Vivi mengandung padahal Ariel dan Vivi belum menikah.


.


di Rumah Sakit.


"benar Nyonya.. Tuan.. Nona Vivi sedang mengandung 3 minggu". jawab Dokter wanita paruh baya dengan sopan


Ramon terduduk lemas begitu juga Jessy yang menganga tak percaya, tak lama berselang waktu Jessy tertawa riang hingga semua orang melihat aneh ke Jessy.


"aku punya Cucu.. haha..! ". teriak Jessy heboh


"aku punya keponakan kecil? ". gumam Frans menutup mulutnya setelah menganga cukup lama.


Shila tak bisa menahan keterkejutannya saat tau Vivi hamil, mereka tau Vivi gadis yang polos, bisa ditebak oleh mereka Ariel lah pelakunya yang mencuci otak polos Vivi dengan menyentuhnya sebelum menikah.


Ramon hendak marah mendatangi Ariel tapi dicegah oleh Varel yang menggelengkan kepalanya.


"kenapa? papi ingin memarahinya, jangan cegah Papi ! dia menodai perempuan sebelum menikahinya". Ramon mengepalkan tangannya


"apa Papi lupa dia baru saja bergabung dengan Keluarga kita setelah 27 tahun lamanya terpisah? ". perkataan Varel membuat kaki Ramon lemas hingga terduduk di kursi dibantu Suryo


"apa yang Papi ajarkan pada Varel belum pernah Papi ajarkan pada Ariel, entah kehidupan seperti apa yang dia lalui, setiap Pria memiliki cara tersendiri saat mencintai perempuannya pi". jelas Varel


"iya.. apalagi Bang Ariel besar di dunia penjahat pasti berhubungan bad*n dilihat oleh mata kepalanya sejak kecil". gumam Frans yang sedikit tau dunia mafia.


Jessy yang tadinya bahagia terdiam seketika, mereka tidak bisa menyalahkan Ariel yang menidur* Vivi sebelum menikahinya.


"bukankah Ariel mau bertanggung jawab? setidaknya rasa tanggung jawab yang Ramon miliki masih ada dihatinya". Suryo menepuk-nepuk pundak Ramon memberi kekuatan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2